BERBAGI
Kali Mewek
Kali Mewek
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Cerita angkernya Kali Mewek sebagai salah satu sungai kuno di Malang sudah melegenda. Sungai yang membelah perbukitan sepanjang Kelurahan Polowijen atau dulu bernama Panawijen ini merupakan salah satu tempat yang cocok dijadikan untuk tempat uji nyali.

Desa Panawijen sendiri disebut-sebut sebagai desa asal Ken Dedes, Ratu Kerajaan Singosari yang kelak melahirkan raja-raja di tanah Jawa. Kali Mewek yang artinya sungai menangis dalam Bahasa Indonesia pun lekat dengan sejarah keberadaan ratu yang konon berparas cantik rupawan itu. Menurut cerita yang beredar, konon dahulu di sungai itulah Ken Dedes yang sedang mandi diculik oleh Tunggul Ametung, Akuwu Tumapel (sebelum namanya menjadi Singosari). Ken Dedes dibawa ke Tumapel untuk dijadikan istrinya. Meski menolak, meronta dan melawan, namun Ken Dedes tak berdaya menghadapi keperkasaan Tunggul Ametung. Dalam perjalanan ke Tumapel, di sepanjang Kali Mewek, Ken Dedes menangis (mewek) sejadi-jadinya. Itulah yang menjadi asal usul dinamakannya Kali Mewek.

Sungai ini membentang membelah jalan dari arah Surabaya ke Malang. Sebelum memasuki wilayah Kota Malang, Anda pasti melintasi jembatan yang membelah sungai, di mana di sebelah kanannya terdapat Perumahan Riverside. Tak jauh dari jembatan itu Anda akan melihat patung besar penampakan Ken Dedes, yang berada di sebelah kiri sebelum memasuki pertigaan yang jika ke kiri mengarah ke Terminal Arjosari.

Aksi penculikan Ken Dedes oleh Tunggul Ametung itu memantik amarah ayahnya, Mpu Purwa. Dengan murka, brahmana sakti itu melontarkan kutukannya kepada Tunggul Ametung dan seluruh penduduk Panawijen yang dinilainya diam saja melihat putri tercintanya diculik.

“Hai orang yang melarikan anakku, semoga tidak mengenyam kenikmatan, matilah dia dibunuh dengan keris. demikian juga orang-orang Panawijen, keringlah sumurnya, semoga tidak keluar air dari kolamnya,” ucapnya.

Kutukan itu yang akhirnya memunculkan mitos barang siapa yang berani mengambil atau memindahkan barang apa saja dari Kali Mewek, akan mendapatkan karmanya. Kutukan itu tak lepas dari perintah Mpu Purwa kepada para makhluk halus penunggu Kali Mewek untuk menghukum siapa saja yang berani mengambil apa pun yang ada di sepanjang sungai, meski hanya sebutir batu. Perintah itu yang membuat sepanjang Kali Mewek menjadi lokasi yang angker. Bagi penduduk Panawijen yang mengetahui kisah itu secara turun temurun dari leluhurnya, dipastikan tidak akan berani sembarangan mengambil benda-benda di sepenjang sungai tersebut.

Bahkan, dikisahkan ketika ada seseorang yang nekad melanggar pantangan tersebut, maka ia akan didatangi makhluk halus penunggu Kali Mewek dalam mimpi buruk. Makhluk halus itu akan berteriak-teriak meminta orang tersebut untuk mengembalikan benda yang diambilnya. Jika tidak, ancaman kesialan hingga meminta tumbal nyawa pun bakal menghantui orang yang bersangkutan.

“Kembalikan apa yang kamu ambil! Jangan seenaknya mengambil apa yang bukan milikmu, jika tidak, aku akan mengambil semua milikmu,” kata makhluk yang menyeramkan itu yang sering terdengar dalam mimpi buruk tangan-tangan jahil tersebut.

Hanya ada satu cara ampuh untuk mengusir kutukan angkernya Kali Mewek ini. Orang yang bersangkutan harus memberanikan diri mengembalikan benda-benda yang telah diambilnya ke Kali Mewek sendirian di malam hari. Jika cara itu dilakukan, insyaAllah hidup orang itu kembali tenang dan tak lagi termewek-mewek dihantui mimpi buruk para penghuni Kali Mewek.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.