BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jika Jawa Timur bagian Mataraman punya kesenian yang dinamakan Jaranan ataupun Reog atau etnis Tionghoa punya Barongsai, maka Malang juga punya kesenian serupa yang bernama bantengan. Kegiatan seni budaya itu kerap hadir di tengah masyarakat saat acara tertentu.

Nama bantengan berasal dari tokoh utama dari seni tersebut yaitu hewan banteng. Dalam prakteknya, pihak yang menjadi banteng akan kesurupan dan kemudian lepas kendali. Pertunjukan itu sendiri juga dilengkapi dengan tarian-tarian agar menambah semarak.

Menurut sejarah, kesenian bantengan ini sudah sangat lama di Malang. Dari kisah yang ada pada seni dan hubungannya dengan masa lampau, didapatkan informasi jika seni tersebut sesuai dengan relief Candi Jago di Tumpang. Pada relief tersebut ada macan yang melawan banteng. Sementara di sisi lain juga terdapat tarian dengan topeng banteng.

Dengan adanya informasi di relief candi Jago tersebut , maka tidak heran jika kesenian ini berkembang dengan pesat di wilayah Malang Raya. Di Malang hampir seluruhnya wilayah memiliki kelompok atau grup kesenian bantengan  dan biasanya jadi satu grup dengan kesenian kuda lumping (jaranan).

Sedangkan peralatan untuk pentas bantengan dan kuda lumping biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Kuda Lumping
  2. Barongan (Caplokan)
  3. Bantengan
  4. Celengan
  5. Musik Gamelan
  6. Kendang
  7. Angklung
  8. Bonangan
  9. Jidor

Berikut ini beberapa nama grup kesenian Kuda Lumping dan Bantengan yang ada di Malang Raya:

    1. Putra Wijaya – Desa Kedung Rejo Kec. Pujon
    2. Turonggo Putro Singo Joyo – Desa Bringin, Kec. Wajak
    3. Sekar Waluyo Jati – Desa Codo, Kec. Wajak
    4. Punggawa Nusantara – Kota Batu
    5. Turonggo Djati Budoyo – Desa Kidal, Kec. Tumpang
    6. Anusopati – Desa Kidal, Kec. Tumpang
    7. Songgoroto – Desa Kidal, Kec. Tumpang
    8. Gayatri Rojokoyo – Desa Kidal – Kec. Tumpang
    9. Satria Manunggal – Wonokasian – Kec. Turen
    10. Anom Cinde Rejo
    11. Bima Satrio Budoyo
    12. Dan lain-lain

Berbeda dengan kesenian Reog atau yang lainnya, kesenian bantengan dan kuda lumping ini, biasanya juga menampilkan atraksi-atraksi dari para pemain yang sudah kesurupan seperti tidur di atas duri pohon salak, makan beling, makan ayam hidup, dan lainnya. Dan biasanya jika ada penonton yang bersiul (suitan) pemain bantengan yang sudah kesurupan ini akan marah dan mengejar dengan membawa caplokan. Bahkan ada yang sampai meninggal terkena pukulan caplokan, gara-gara siulan ini.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.