BERBAGI
Lempeng VII-a prasasti Kubu-kubu
Lempeng VII-a prasasti Kubu-kubu | Foto Skripsi milik Tinaretes Pribidina
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Lanjutan transliterasi prasasti Kubu-kubu oleh Boechari (1985/1986) dari bagian 4-5.

Lempeng V-b

  1. rakryan hino pu daksa ada hubungan dengan raja. Rakryan wungkaltihang pu bwalu, sirikan pu wariga, wka pu kutak, pagerwsi pu wira, tiruan sang sa-
  2. wastu, kanuruhan pu kalakar, halaran pu kiwing, palarhyang pu punjung, dalinan pu mangunsir, manghuri pu cakra, pangku pu ranjan
  3. tawan pu panjalwan, tirip pu wisnu. Sang mamwatt ujar i hino, kandamuhi pu lunggang. citralekha (juru tulis) wunkal warani pu maniser. Paru-
  4. jar dari halu pu wisaga, pu damodara, sirikan dari hujung galuh pu ayudha. citralekha dharmamatinta pu wisnu. wka windih danu. citralekha da-

Lempeng VI-a

  1. lang manuk pu gowinda dari liruan. sumudan dapunta basura. parujar dari halaran sang dhisanak, pu dharmma
  2. patih (dari wilayah) wadihati, makudur, mengucap sumpah dan memecah telur di atas batu dan memotong kepala ayam, yang diletakkan
  3. di watu kulumpang, sambil berucap “Wahai seluruh dewa semua d timur, selatan, barat, utara, tenggara, barat daya, barat laut
  4. timur laut, di tengah, di bawah, di atas, atau di tanah, bulan, matahari, hari senin, dan selasa, segala macam makhluk yang tampak maupun tidak tampak sebagai saksi penetapan sima.

Lempeng VI-b

  1. Yang jauh di belakang. Jika ada orang yang berperilaku jahat dengan membuat kegoncangan terhadap watu kulumpang yang
  2. ditetapkan bersama-sama oleh sang makudur dan para pengikut rakryan patih, wahuta dan para penduduk semua. Seperti bentuk telur (ini) yang hancur tidak kembali, seperti bentuk ayam (ini) tak kembali
  3. ke bentuk asal karena putus lehernya. Maka demikianlah karena perbuatannya, hancurlah mereka bersama anak, istri, ayah, ibu, dan seluruh sanak saudaranya bersama tetangga-
  4. Maka tidak akan ada yang dapat menghindar pada waktu yang telah ditentukan. Maka masukkanlah mereka ke kawah sang yama, apabila datang

Lempeng VII-a

  1. ke hutan semoga disambar ular, dimakan harimau, jika datang di tgal (ladang) semoga disambar petir tanpa hujan. Jika datang di sungai semoga disambar binatang
  2. air yang besar, dimakan buaya, ditarik oleh dalammer(?). Jika pergi ke laut semoga tenggelam sampai ke dasar dan dimakan pelut, lumba-lumba
  3. disambar ular laut. Demikianlah yang ditemui oleh orang pada setiap waktu yang tidak mengindahkan, tidak hormat, dan merusak sima ini. Sri Dharmodaya
  4. Rakryan Watukura Haji Balitung dari keratonnya.

Itulah transliterasi enam dari tujuh lempeng prasasti Kubu-kubu yang ada. Masih perlu kajian lebih lanjut untuk dapat dimaknai secara lengkap.

 

Sumber : Skripsi dengan judul Prasasti Kubu-kubu Tinjauan Terhadap Penaklukan Bantan oleh Raja Balitung oleh Tinaretes Pribidina, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, kelurahan Sumbersari

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.