Maret 31, 2023
?>
Firman Singa (C) VIDIO.COM

Firman Singa (C) VIDIO.COM

Malang memiliki bejibun stand up comedian alias komika, namun tak banyak yang bisa menembus level nasional. Salah satu yang berhasil itu adalah Firman Singa, yang merupakan asli arek Singosari, Kabupaten Malang.

Malang memiliki bejibun stand up comedian alias komika, namun tak banyak yang bisa menembus level nasional. Salah satu yang berhasil itu adalah Firman Singa, yang merupakan asli arek Singosari, Kabupaten Malang.

Lahir di Malang, 8 Juni 1992 dengan nama lengkap Ahmad Syarif Firmansyah, ia memilih nama Firman Singa sebagai nama panggungnya. Nama tersebut diambil dari nama twitter pribadinya. Sebagai komika terkenal di Malang, selain memakai nama tersebut, Firman pun ternyata punya nama panggung lainnya, seperti Firman Ahmad dan Firman Duri. Namun, diakuinya, nama Firman Singa yang paling berkah baginya, karena berhasil membawa ketanaran baginya hingga ke level nasional. Nama Singa sendiri dipakainya untuk menunjukkan identitasnya yang berasal dari Singosari.

Di samping menjalani pekerjaan sehari-harinya sebagai seorang wartawan salah satu media online di Kota Malang, Firman memang aktif open mic sejak tahun 2012. Tak mengherankan, lantaran tergabung bersama komunitas Stand Up Indo Malang, Firman pun sering mengisi berbagai acara sebagai seorang komika. Hal ini membuat jam terbangnya di atas panggung lokal Malang sudah tidak diragukan lagi.

Nama Firman Singa mulai dikenal di level nasional setelah menjadi salah satu finalis Street Comedy IV yang diadakan Metro TV pada tahun 2014. Firman mewakili Malang bersama komika lainnya, Ahmed Lubis, meski akhirnya keduanya belum mampu menorehkan prestasi nasional. Tak berselang lama, Firman kembali tampil di layar kaca dalam kompetisi Liga Komunitas Stand Up (LKS) yang diadakan Kompas TV. Dalam ajang tersebut, ia tergabung bersama empat komika asal Malang lainnya, yakni Ulwan Fakhri, Rahadyan Kukuh, dan Indra Cahya dalam tim 2 (saat itu Malang mengirimkan dua tim). Namun sayang, timnya harus tersingkir di awal setelah kalah saing dengan komunitas Stand Up Indo Bandung. Sementara itu, tim 1 mampu melaju ke babak selanjutnya setelah mengalahkan komunitas Stand Up Indo Jatinangor.

Kiprah Firman Singa di ajang stand up comedy nasional berlanjut. Sejak tahun 2013 ia tekun mengikuti audisi regional Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) yang diadakan Kompas TV di Surabaya. Meski sempat mendapatkan golden ticket saat mengikuti audisi SUCI 5 di tahun 2015, namun ia gagal lolos sebagai finalis di Jakarta.

Ketekunannya pun berbuah manis saat Firman Singa lolos audisi regional di Surabaya di tahun 2016, sehingga berhak menjadi salah satu dari 16 finalis terpilih Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 6 yang masih digelar oleh Kompas TV. Di ajang tersebut, Firman tak sendiri, karena ada satu finalis asal Malang lainnya, yakni Sabeq sebagai wakil Malang. Ia pun kembali bersaing dengan komika-komika yang tak asing lagi baginya, seperti Fajar Nugraha, Ardit Erwandha dan Kamal Ocon, yang merupakan alumni Street Comedy IV.

Firman yang berpenampilan seperti anak punk, memang sering mengangkat materi komedi dari hal-hal seputar daerah asalnya, Malang. Selain itu, ia pun sering menyelipkan hal seputar anak punk dalam materinya. Sayang, langkah Firman di SUCI 6 harus terhenti di Show 4, lantaran materinya dinilai dewan juri terlalu kedaerahan sehingga belum banyak memancing tawa. Guyonan-guyonan lokal khas Malang yang dibawakannya belum berhasil membuatnya lolos ke babak selanjutnya dan malah menjadi komika ketiga yang close mic setelah komika Firza (Surabaya) dan Benno (Pamulang).

?>