BERBAGI
Sudahkah Anda melihat bentuk baru Unmer Park? (C) GOOGLEMAP
Sudahkah Anda melihat bentuk baru Unmer Park? (C) GOOGLEMAP
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, di Kota Malang bermunculan beberapa taman sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru. Salah satunya Unmer Park yang selama 24 jam terbuka untuk umum.

Taman yang berada di Jalan Terusan Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini sebenarnya cuma taman median jalan biasa di depan Cyber Mall (Dieng Plaza). Namun, sejak awal tahun 2017, Pemerintah Kota Malang di bawah pemerintahan Walikota Moch Anton merevitalisasi taman yang biasa disebut Unmer Park oleh masyarakat ini. Penyebutan nama ini cuma didasarkan pada letaknya yang tak jauh dari kampus Universitas Merdeka Malang.

Revitalisasi taman median jalan ini memakan biaya sekitar satu miliar rupiah. Dalam proses revitalisasi ini Pemkot Malang menggandeng pihak Yayasan Unmer Malang untuk menggelontorkan dana bina lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai timbal baliknya, Unmer diperkenankan memasang papan nama di bagian ujung timur Unmer Park ini.

Walikota Moch Anton menegaskan jika revitalisasi taman median jalan ini merupakan salah satu upaya untuk membuktikan misi Kota Malang sebagai Kota Layak Anak yang telah disematkan pemerintah. Selain itu, keberadaannya agar Kementerian Pemuda dan Olahraha (Kemenpora) menunjuk Kota Malang sebagai proyek percontohan Kota Layak Pemuda pada 2018 nanti. Sejak mendengarkan paparan konsep revitalisasi Unmer Park ini oleh pihak kampus, Moch Anton yakin jika dua misi tersebut bakal terpenuhi.

“Ruang terbuka hijau seperti taman itu harus dilengkapi sarana dan prasarana penunjang. Kota Malang ini disebut sebagai Kota Layak Anak sehingga area publiknya harus dilengkapi sarana untuk ibu dan anak, misalnya ruang menyusui. Seperti yang sudah ada di Alun-Alun Kota Malang. Juga toilet, seperti di Taman Kunang-Kunang,” tegas Anton.

Salah satu kekuatan Unmer Park ini ada pada tempat pertunjukan terbuka (amphitheater) seperti yang ada di Taman Trunojoyo bagian selatan. Menurut Moch Anton, amphitheater itu bisa menjadi ruang ekspresi generasi muda, seperti pertunjukan musik akustis, theatre, dan lain-lain.

Unmer Park sendiri, sesuai yang sudah dikonsepkan terdiri dari tiga bagian yang dilengkapi area pertunjukan terbuka, candi, area relaksasi, olahraga, kolam dan tentu saja pepohonan.

Rektor Unmer, Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE., M.Si mengaku sangat senang dengan diresmikannya taman ini. Menurutnya, ini merupakan inovasi terbaru dari kolaborasi Unmer dengan Pemkot Malang. Ditegaskannya, taman ini tidak cuma diperuntukkan sebagai tempat mahasiswa Unmer untuk berinteraksi atau berdiskusi saja. Menurutnya, taman ini terbuka untuk umum selama 24 jam, asalkan masyarakat juga turut menjaga keberadaan Unmer Park dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif. Taman ini bisa digunakan di pagi hingga malam hari karena memiliki tiang-tiang berlampu dengan daya penerangan yang cukup kuat.

“Ini kan taman aktif, bukan taman pasif, jadi bisa digunakan mahasiswa berdiskusi, bisa digunakan jalan kaki oleh warga sekitar karena ada batu-batu untuk refleksi, siapapun boleh menggunakan, pokoknya ini milik masyarakat umum, jadi yang mau menggunakan siapa pun terserah asal positif,” tegasnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.