BERBAGI
SMA Brawijaya Smart School Malang yang ada di kawasan pendidikan UB (C) KEMENDIKBUD
SMA Brawijaya Smart School Malang yang ada di kawasan pendidikan UB (C) KEMENDIKBUD
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SMA Brawijaya Smart School (SMA BSS) merupakan Sekolah Menengah Atas Nasional di bawah naungan Universitas Brawijaya. SMA BSS secara resmi berdiri pada tanggal 28 Mei 2008 dan menempati gedung milik sendiri yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI Prof. DR. Bambang Sudibyo, MBA pada tanggal 26 Januari 2009.

SMA ini diresmikan berdasarkan surat keputusan (SK) pendirian sekolah bernomor 421.8/1552/35.73.307/2008. Lokasi gedung sekolah terletak di lingkungan pendidikan Universitas Brawijaya yang beralamatkan di Jalan Cipayung No. 10, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. SMA Bwawijaya Smart School berada lokasi yang mudah dijangkau dan telah meraih status akreditasi “A” pada tahun 2012. Hingga saat ini, jumlah tenaga pendidik di sekolah ini ada 44 orang dan 11 orang tenaga kependidikan.

Visi sekolah ini adalah menghasilkan generasi SMART (Spiritual, Motivated, Active, Respectfull, Technological). Misinya antara lain: meningkatkan nilai spiritual melalui pengamalan ajaran agama, melatih kesiapan siswa melalui pembinaan secara berkesinambungan, meningkatkan aktivitas siswa melalui kegiatan kemandirian dan kolaboratif, meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, mengembangkan teknologi informasi dalam pembelajaran dan aktivitas siswa.

Tujuan SMA Brawijaya Smart School adalah sebagai berikut: terciptanya budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan, terbentuknya sikap dan mental siswa yang matang, terciptanya kreativitas dan keaktifan siswa yang mandiri, terwujudnya siswa yang peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta tercapainya pembelajaran berbasis teknologi yang terbarukan.

Makna dari logo atau lambang sekolah secara keseluruhan menggambarkan corak dan watak lambang Universitas Brawijaya yang meliputi:
Warna kuning emas melambangkan jiwa kepeloporan seperti yang dimiliki oleh Raden Wijaya.
Warna dasar hitam melambangkan keabadian.
Mahkota Candra Kepala memiliki makna berani membongkar segala sesuatu yang dianggap kurang wajar atau kurang benar.
Gada melambangkan penegak tertib hukum.
Cakra berarti berani meratakan segala sesuatu yang kurang wajar atau kurang benar.
Canka atau siput memiliki makna segalanya dilakukan dengan kesucian yang disertai dengan tugas pemeliharaan atau pembinaan sesuai dengan sifat Wisnu.
Lampu melambangkan percaya dan meyakini benar bahwa Zat Hidup itu ada.
Bentuk segi lima berarti menjunjung tinggi Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.