BERBAGI
Siswa yang anti full day school bisa bersekolah di SMP ASIFA yang baru diresmikan ini (C) AKAIBARA
Siswa yang anti full day school bisa bersekolah di SMP ASIFA yang baru diresmikan ini (C) AKAIBARA
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Akademi Sepak Bola milik Aji Santoso, Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) baru saja meresmikan Sekolah Menengah Pertama mereka yang dinamai SMP ASIFA. Berbeda dengan sekolah lainnya, sekolah yang berada di Kompleks Griyashanta Blok J, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini menawarkan efektivitas jam belajar ketimbang lamanya jam belajar, sehingga menjadi solusi bagi siswa anti full day school.

Sejak awal berdirinya pada 2014 lalu, ASIFA memang mengusung konses akademi sepak bola yang tak cuma mengembangkan bibit pesepak bola muda di Kota Malang, tapi juga mendidik mereka dengan ilmu pengetahuan umum. Hanya saja, waktu itu, karena keterbatasan tempat dan masih minimnya jumlah siswa untuk membentuk sebuah sekolah, maka siswa didik mereka titipkan di sekolah-sekolah lain. Mereka yang berusia SD dititipkan di SD Mojolangu, yang usia SMP di SMPN 18, dan yang usia SMA di SMAN 7 Malang.

SMP ASIFA diresmikan di gedung milik mereka, Kamis (26/4/2018) siang. Dalam kesempatan tersebut dihadiri pula oleh para pejabat terkait, seperti Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Siti Ratnawati dan Sekretaris Jenderal Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud, Ian Iapoh Morda Rumbai Simarmata.

Kepala Sekolah SMP ASIFA, Imam Shubhki AR SPd memaparkan ide awal pendirian SMP ASIFA ini dari keresahan mereka melihat para siswa kesulitan untuk menyesuaikan jadwal mereka dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah umum di mana mereka dititipkan. Kesulitan ini makin terasa ketika para siswa titipan ASIFA itu harus terpaksa izin mengikuti turnamen. Apalagi ketika mengikuti turnamen di luara negeri, maka lembar absen mereka kian ramai dengan kata izin.

“Hal itu membuat kami harus berpikir keras, akhirnya kami lanjutkan ide untuk mendirikan sekolah ini seperti yang tercetus sejak 2014 lalu, dengan begini kami bisa mengatur pola pendidikan sendiri untuk anak-anak kami, sehingga jadwal sekolah dan latihan mereka tak berbenturan,” kata Imam ditemui usai peresmian.

Saat ini, seiring dengan perkembangangannya, SMP ASIFA sudah memiliki siswa sekitar 30 orang. Mereka terbagi dalam dua kelas, kelas 7 dan kelas 8. Sedangkan untuk yang kelas 9 dengan jumlah 29 siswa masih dititipkan di SMPN 18 agar dapat mengikuti Ujian Nasional. Karena sementara ini NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) sekolah tersebut masih dalam proses, maka SMP ASIFA belum dapat menyelenggarakan UN bagi siswa kelas 9-nya tahun ini.

Akademi ini juga memiliki fasilitas asrma. Sementara kegiatan belajar-mengajar SMP ASIFA dilakukan di kompleks Akademi ASIFA, tepatnya di lantai dua gedung tersebut. Saat ini sudah ada tujuh ruang kelas dan 14 orang tenaga pengajar. Sekolah ini menurut Imam tak menganut program full day school, karena jam belajar mereka mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00. Selepas itu, para siswa pun bisa menjalankan latihan sepak bola.

“Siswa-siswa kami setiap pagi atau sore kan ada latihan sepak bola, sehingga kalau diterapkan full day school, maka waktu belajar dan latihan bisa berbenturan, maka bisa dibilang sekolah ini menjadi solusi bagi siswa yang tidak suka dengan full day school,” candanya menutup pembicaraan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.