BERBAGI
Gapura menuju Pemandian Songgoriti (C) SUARAJATIMPOST
Gapura menuju Pemandian Songgoriti (C) SUARAJATIMPOST
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Selain memiliki wisata modern seperti Jatim Park atau Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu juga punya wisata alam yang tak kalah menariknya seperti Pemandian Songgoriti. Konon, pemandian tua ini merupakan peninggalan Empu Supo, seorang pembuat keris di masa Empu Sindok.

Pemandian ini berada di kompleks Candi Songgoriti yang merupakan peninggalan sejarah pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi yang berada di lahan seluas 100 meter persegi ini merupakan bukti kebesaran leluhur ketika memaknai alam.

Menariknya, Candi Songgoriti ini merupakan tempat yang menjadi pusat pertemuan sumber air panas dan sumber air dingin. Kedua sumber tersebut mengalir berdampingan dan hanya berjarak satu meter di areal candi. Konon, tempat pertemuan kedua sumber air itulah yang menjadi kolam khusus bagi Empu Supo saat menyelesaikan pembuatan senjata di zaman Empu Sindok yang terkenal sakti mandraguna.

Candi yang terbuat dari batu andesit ini kondisinya masih terawat hingga kini, dan berdiri tegak menjadi saksi sejarah kebesaran budaya bangsa. Begitu pula kolam tempat membuat persenjataan itu, kini menjadi pemandian Songgoriti yang dibuka untuk umum.

Menurut cerita dan kepercayaan masyarakat setempat, air di pemandian Songgoriti ini diyakini dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Maka, tak heran jika banyak pengunjung yang sengaja datang untuk sekadar membasuh muka, mencuci tangan atau kaki di pemandian tersebut.

Candi dan pemandian Songgoriti ini terletak di Desa Songgokerto, Songgoriti, Kota Batu, yang merupakan salah satu wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, sesuai dengan isi Prasasti Sebaluh yang ditemukan di Desa Sebaluh, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang jaraknya sekitar dua kilometer dari sana. Tempat ini memiliki keistimewaan pada masa Mataram Kuno, karena penduduknya dibebaskan dari membayar pajak lantaran ditetapkan sebagai “Daerah Sima” atau tempat para “juru gosali” (perajin logam) bermukim. Hal itu dibuktikan dengan penempuan Prasasti Sangguran di Desa Pendem, Kota Batu.

Tak sulit untuk menuju lokasi pemandian Songgoriti ini. Dari pusat Kota Malang, hanya butuh waktu kurang lebih satu jam saja menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor. Sedangkan untuk kendaraan umum, bisa diakses melalui Terminal Landungsari, di barat Kota Malang. Arahkan kendaraan Anda ke Alun-alun Kota Batu, melalui Desa Bumiaji. Dari alun-alun, lokasi pemandian Songgoriti ini berjarak sekitar dua jam. Anda akan disambut dengan gapura megah bertuliskan “Selamat datang di Wisata Songgoriti” yang berdiri tepat di sebelah kiri jalan utama Kota Batu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.