BERBAGI
Salah satu produksi kendang jimbe ada di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung. (Foto: kerajinanindonesia.id)
Salah satu produksi kendang jimbe ada di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung. (Foto: kerajinanindonesia.id)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tak banyak yang tahu bahwa sebuah desa di Kabupaten Malang menjadi tempat produksi alat musik tradisional. Ya, tepatnya di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung yang menghasilkan alat musik jenis kendang yang lebih dikenal dengan kendang jimbe.

Alat musik kendang jimbe berasal dari benua Afrika. Jimbe di beberapa daerah lain juga disebut dengan “djembe”, “jenbe”, “jyembe”, “jembe”, “jimbay” dan “sanbanyi”. Konon, alat musik ini muncul di Kerajaan Mali sekitar abad ke-12 dan menjadi alat musik pukul yang paling terkenal di Afrika dari alat musik pukul lainnya. Bahkan, jimbe sendiri disebut-sebut sebagai nenek moyang dari drum di seluruh dunia.

Ejaan jimbe pada awalnya menggunakan awalan huruf “dj” untuk kata “djembe”. Ada makna di balik ejaan tersebut karena berasal dari kata “anke dje” yang artinya semua orang berkumpul bersama-sama. Namun, saat kedatangan penjajah asal Perancis, ejaan “djembe” pun diubah menjadi “jembe”.

Saat masuk ke Nusantara, alat musik satu ini disebut sebagai kendang jimbe. Kendang jimbe merupakan sebuah kayu yang berbentuk gelas dan ditutup oleh kulit yang diikat dengan tali untuk mengencangkannya. Nah, salah satu tempat produksi kendang ini ternyata ada di Kabupaten Malang tepatnya di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung.

Salah satu pengrajin kendang jimbe di Desa Ngebruk adalah Tomi Sasongko. Tomi selalu disibukkan dengan proses pembuatan kendang mulai dari pemilihan kayu, pengukiran, pewarnaan, hingga pemasangan kulit sapi atau kambing, serta finishing. Kayu yang digunakan sebagai bahan utama pun tak sembarangan, ia menggunakan kayu mahoni berkualitas.

Secara umum, proses pembuatan kendang diawali dengan membilah batangan kayu mahoni menjadi potongan kecil. Selanjutnya, potongan kecil kayu tersebut masuk dalam proses pembubutan untuk di bentuk menjadi kendang. Agar lebih menarik, maka kendang yang setengah jadi dihaluskan dan dipercantik ukiran seni.

Menariknya, kendang jimbe ala Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung ini telah diekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara di Eropa. Omzetnya pun mencapai puluhan juta dalam satu bulan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.