BERBAGI
Ludruk Subur Budaya
Ludruk Subur Budaya (foto via FB)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kota Malang ternyata mempunyai seniman-seniman ludruk yang diwariskan secara turun temurun. Ini terbukti dengan banyaknya grup ludruk yang tersebar di Malang Raya (Kabupaten Malang, Malang Kota, dan Kota Batu).

Kesenian Ludruk tergolong kesenian unik karena terdiri dari rangkaian acara, mulai dari tari pembuka gaya putri dan gaya putra (remo) dan yang membedakan dengan daerah lain, di kota Malang untuk tari pembuka ini ditambah dengan tarian Beskalan Putri.

Setelah tarian pembuka dilanjutkan dengan Lawakan (dagelan) biasanya dilakukan oleh dua, tiga atau lima pelawak, baik dalam peran laki laki semua atau peran wanita. Adegan lawak diawali dengan seorang pelawak yang menampilkan kidungan (pantun jawa), kemudian disusul beberapa pelawak lain. Setelah itu dilanjutkan berdialog dengan materi humor yang lucu. Lawakan diwujudkan dalam bentuk perpaduan kata dan gerakan pelawak yang menarik dan humoris dengan kostum khas. Kemudian yang terakhir yakni acara inti atau acara lakon.

Baca juga: Ludruk Genaro Ngalam

Pertunjukkan ludruk ini biasanya memakan waktu kurang lebih 5 sampai 7 jam. Dengan tema atau lakon diambil dari cerita-cerita rakyat maupun Cerita karangan sendiri seperti: Joko Kendil, Tumpeng Maut, Mahesa Jenar, Sarip Tambak Oso, dan lain sebagainya.

Berikut ini daftar grup ludruk yang pernah jaya di Kota Malang:

1. Ludruk Putra Persada
2. Rumah Tangga Bandulan Jaman Biyen (BJB)
3. Ludruk Ojo Dumeh didirikan oleh Abdul Madjid sekitar tahun 1930
4. Ludruk Djoko Muljo pimpinan Nadjiran di Embong Brantas (1936)
5. Margo Utomo pimpinan Asnan atau Parto Gembos (sekitar 1936-1940)
6. Sido Dadi Slamet pimpinan Temas tahun 1940-an
7. Ludruk SAGRI (Sandiwara Angkatan Gerilya Republik Indonesia, 1947-1948) pimpinan Said Djajadi
8. Ludruk Aliran Baru tahun 1949
9. Perkumpulan Ludruk Bond Malang Selatan pimpinan Kaprawi berdiri tahun 1952
10.Ludruk Juli Warna pimpinan Markasan, Tahun 1950-1960
11. Ludruk Taruna pimpinan dr. Safril dan Gatot
12. Ludruk Bintang Massa (LKN) pimpinan Samsuri
13. Ludruk Melati (Lekra) pimpinan Darmo tahun 1960
14. Pasca tahun 1965 beberapa ludruk yang ada di Malang digabungkan, di antaranya Ludruk Putra Bhakti menjadi Ludruk Anoraga yang dibina oleh Yonif 513 Brigif 2 Dam VIII Brawijaya
15. Pada tahun 1970-an kelompok ludruk berada di bawah binaan ABRI. Ludruk Anoraga dilebur menjadi Ludruk Wijaya Kusuma Unit II Inmindam VIII Brawijaya
16. Ludruk Sinar Budaya dibina oleh Brimob Kompi A Yon 412, Ludruk Karya Sakti dibina oleh Kodim 0818 Malang
17. Ludruk Perkasa Alam dibina AURI Malang
18. Subur Budaya Ketua: Kartono di Desa Sawahan, Kec. Turen
19. Taruna Budaya Bhayangkara Ketua: Lapiono di Desa Ketindan, Kec. Lawang
20. Taruna Budaya Ketua: Amin Sahara di Purwantoro, Kota Malang
21. Sari Budaya Ketua: Sukirno di Desa Ngebruk, Kec. Poncokusumo
22. POLMA Ketua: Kasman Padepokan Sastra Tantular Wendit Gg. PDAM 55 A Kec. Pakis
23. Orkanda Ketua: Drs. Sunari di Desa Segaran, Kec. Gedangan
24. Duta Remaja Ketua: Suwardi di Desa Banjarejo, Kec. Pagelaran
25. Armada Ketua: Eros Djarot Mustadjab di Desa Rembun, Kec. Dampit
26. PALMA Ketua: Totok Suprapto
27. ARBAMA KOTA BATU, Junrejo, Kota Batu
28. Ludruk Kartika Budaya pimpinan Bapak Sarlin Priyadi, dusun Krajan, desa Ngroto, Kec. Pujon

Dari grup-grup ludruk tersebut ada beberapa yang masih eksis dan sering tampil di daerah-daerah namun tidak sedikit juga grup ludruk yang tinggal kenangan saja.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.