BERBAGI
Penampakan Coban Turun (C) RADAR MALANG
Penampakan Coban Turun (C) RADAR MALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Wanawisata Coban Turun merupakan salah satu surga tersembunyi yang ada di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Hanya saja, untuk sampai dan menikmati keindahan air terjun tersebut, Anda harus lebih dahulu menaklukkan sembilan sungai di sepanjang perjalanan dari perkampungan.

Secara administratif, Coban Turun terletak di Dusun Tangkil, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Karena berada di Dusun Tangkil, air terjun ini juga kerap disebut Coban Tangkil. Sebagaimana air terjun lainnya, letak Coban Turun ini memang terpencil. Coban ini berada di kawasan hutan di petak 17 BKPH (Bagian Kesatuan Pemangku Hutan) Ngantang.

Untuk menikmati keindahan air terjun ini, tidaklah mudah, butuh perjuangan ekstra, termasuk menaklukkan perjalanan panjang naik-turun menyusuri hutan berbukit, jalan setapak penuh semak, hingga sembilan sungai. Perjalanan sejauh empat kilometer ini harus ditempuh dengan berjalan kaki lebih dari dua jam.

Pertama yang harus Anda siapkan tentu adalah kondisi fisik yang prima, mental baja pantang menyerah, peralatan yang dibutuhkan, serta perbekalan makanan dan minuman yang cukup. Jangan khawatir, karena suara gemericik air sungai bakal terus menemani perjalanan ini. Anda harus bersiap membawa pakaian ganti, karena ada kalanya dalam perjalanan ini Anda harus menceburkan diri untuk menaklukkan arus air sungai, karena memang tidak ada jalan lain. Bahkan, ada sembilan aliran sungai yang harus Anda taklukkan. Di sini Anda harus benar-benar waspada, karena tak jarang ada bebatuan sungai yang licin di beberapa sisinya. Kedalaman sungai yang harus ditaklukkan itu pun beragam. Ada yang terlihat dangkal, namun ternyata cukup dalam lantaran dasarnya merupakan pasir lembut yang bila dipijak akan sedikit ambles. Makanya, Anda wajib membawa tongkat untuk mengecek dulu kedalaman sungai yang akan dilalui.

Coban Turun memiliki ketinggian sekitar 125 meter. Air yang mengalir dari atas ke bawah itu berasal dari air sungai yang jernih. Air yang tergelincir dari atas ke bawah tidak langsung menyentuh bumi, melainkan terbentur dahulu ke bebatuan di bawahnya. Inilah yang menyebabkan percikan yang mirip sekali dengan hujan salju dari langit. Butiran air hasil percikan itu terasa lembut ketika jatuh ke permukaan kulit Anda. Percikan air itu terlihat jelas mengingat latar belakangnya adalah tebing yang berwarna gelap. Terlebih ketika percikan air itu menyibak rerimbunan tanaman hijau yang menempel pada dinding tebing. Sungguh, ini keindahan yang luar biasa yang mungkin tak ditemukan di coban lainnya.

Air terjun di Coban Turun ini terbilang masih perawan. Tak heran jika jarang sekali tangan-tangan manusia yang menjamahnya. Jika kebetulan Anda melihat ada sekelompok wisatawan datang ke sini, tentulah cuma mereka yang bernyali tinggi yang berani menaklukkan perjalanan menembus sembilan aliran sungai sebelum mencapai aliran air terjun.

Sumber: Radar Malang

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.