BERBAGI
Sejarah SMK Negeri 1 Malang menarik untuk diikuti (C) SMKN1MALANG.SCH.ID
Sejarah SMK Negeri 1 Malang menarik untuk diikuti (C) SMKN1MALANG.SCH.ID
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Semua tahu jika SMK Negeri 1 Malang merupakan sekolah kejuruan pertama yang ada di Kota Malang. Menarik untuk mengurai sejarah SMK Negeri 1 Malang yang pernah ‘nebeng hidup’ di sejumlah sekolah lain sebelum akhirnya menempati lokasi yang sekarang di Jalan Sonokembang Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Sekolah kejuruan ini berdiri pada 1 Oktober 1963, dengan nama awal SMEA Negeri Malang. Hal ini diperkuat oleh adanya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1963 Nomor: 1028/B.3/Kedj dan berlakunya surat tanggal 1 Agustus 1963. Saat itu ditunjuklah Kepala SHD (Sekolah Hakim dan Jaksa) Malang, Bapak Arief Soedjono, SH (Alm) sebagai Ketua Badan Penyelenggara SMEA Negeri 1 Malang.

Serah terima antara Ketua Badan Penyelenggara SMEA Negeri 1 Malang dengan pimpinan SMEA Negeri 1 Malang, Bapak Partono, BA diselenggarakan pada 4 Januari 1964. Hal ini berbekal SK Nomor 4540/C.1 tanggal 31 Januari 1964.

Karena belum memiliki gedung dan tanah sendiri, maka sekolah tersebut ‘menumpang hidup’ di beberapa sekolah lainnya. Untuk pertama kalinya, kegiatan belajar mengajar dilakukan di SMP Negeri 1 Malang, di Jalan Lawu Malang pada sore hari. Kemudian, ada tambahan tempat di SD Kristen Merapi, di Jalan Merapi Malang.

Dengan SK Panca Tunggal Nomor 28/80/PT/67 tanggal 2 Pebruari 1967, tepatnya setelah peristiwa G30S/PKI di tahun 1965, sekolah ini mendapat gedung bekas Cina Asing Macung di Kompleks Cenderawasih, di Jalan Tanimbar Malang. Kemudian, gedung tersebut ditempati SMEA Negeri Malang bersama ST Negeri IV dan SMA Negeri V, berdasarkan keputusan Kepala Perwakilan Departemen P & K Daerah Jawa Timur Nomor 001/PW/Kepts/Se.Asing Nomor 67 tanggal 3 Januari 1967.

Berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Malang tanggal 1 April 1966 Nomor 360/KD/66, SMEA Negeri Malang akhirnya mendapat tanah seluas 9.920 m2 di daerah Janti, Kecamatan Kedung Kandang (sekarang masuk Kecamatan Sukun), dengan dasar perjanjian status sewa.

Dalam perjalanan Sejarah SMK Negeri 1 Malang, sekolah ini pernah memiliki filial di Turen berdasarkan Surat Kepala Inspeksi Pendidikan Umum dan kursus-kursus propinsi Jawa Timur Nomor : E.127/Sik/Pukk/68 tanggal 4 November 1968 tentang starus SMEA Negeri Turen Kabupaten Malang. Namun dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0228/01974, SMEA Negeri Turen berdiri sendiri menjadi SMEA Negeri Turen Kabupaten Malang.

SMEA Negeri Malang kemudian menjadi Sekolah Pembina berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1380.Kep/77 tanggal 1 Agustus 1977 setelah berlakunya kurikulum 1976. Status ini didapat SMEA Negeri Malang setelah mendapat rekomendasi dari Pemda Kodya Malang, Pemda Kabupaten Malang, Daerah Inspeksi Jawatan Pegadaian Jawa Timur II, Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Moneter, Perwakilan Departemen Perdagangan Jawa Timur Cabang Malang, PT. Departemen Store Indonesia “SARINAH”, BP3/POMG (Persatuan Orang Tua Murid dan Guru), Sub Direktorat Pembangunan Kodya Malang Sie Penelitian, dan Departemen Transkop RI Kantor Tenaga Kerja Malang.

Selain itu, ada syarat lain dengan keharusan memiliki lahan kuran lebih 2.5 Ha (hektar). Untuk memenuhi syarat ini, Pemda Kodya Malang menghibahkan tanah seluas 24.000 m2, sehingga total SMEA ini memiliki 33.920 m2 (9.920 m2 + 24.000 m2). Biaya pembebasan tanah ini dibayar menggunakan anggaran pembangunan 1979/1980, berdasarkan akta jual beli Nomor 092/16/III/ tanggal 31 Maret 1980. Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Timur pun membantu membangun local-lokal belajar secara bertahap, mulai Pelita 1 tahun 1969, sehingga kelas-kelas yang berada di kompleks Cendrawasih dipindahkan ke Janti. Proyek ini selesai pada tahun 1978, sekaligus mengubah statusnya kembali menjadi SMEA biasa. Sejak saat itu SMEA Negeri Malang mempunyai tiga jurusan, yakni Tata Usaha, Tata Buku, dan Tata Niaga.

Nama SMEA Negeri Malang berganti menjadi SMK Negeri 1 Malang dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1994/1995, sekaligus mulai diberlakukannya kurikulum dengan Pendidikan Sistem Ganda. Kemudian diberlakukan kurikulum edisi tahun 1999 dengan mempunyai empat jurusan Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Perdagangan, Usaha Jasa Pariwisata. Mulai tahun pelajaran 2004/2005 untuk Program Keahlian Administrasi Perkantoran, Akuntansi, Usaha Jasa Pariwisata, Teknik Komputer Jaringan, dan Program Keahlian Pembibitan yang baru dimulai pada tahun pelajaran 2005/2006, telah menggunakan kurikulum edisi 2004, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sementara, untuk Program Keahlian Penjualan masih tetap menggunakan kurikulum edisi tahun 1999 yang berlaku sampai saat ini. Mulai tahun pelajaran 2007/2008 dibuka lagi program keahlian Teknik Audio Video (TAV).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.