BERBAGI
Salah satu mural Kampung Wayang di Pisang Candi Malang (C) PHOTOMALANG
Salah satu mural Kampung Wayang di Pisang Candi Malang (C) PHOTOMALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jangan kaget melihat deretan karkter tokoh pewayangan jika memasuki kampung di Jalan Kelapa Sawit RT.5/RW.3, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Di sanalah Kampung Wayang Malang berada. Kampung tersebut menjadi salah satu bukti upaya warga setempat dalam melestarikan kebudayaan Indonesia.

Di kampung ini, Anda tidak akan melihat sosok wayang kulita atau wayang golek, melainkan mural tokoh-tokoh pewayangan, seperti dalam epos Mahabarata. Anda bisa mengenal masing-masing tokoh dalam ini melalui goresan cat yang digambarkan di dinding-dinding kampung dengan cat. Lukisan aneka warna itu tak hanya melekat di dinding kampung, melainkan di rumah-rumah warga. Total, tak kurang dari 50 karakter wayang yang mereka sajikan dengan tekstur menonjol pada setiap garis lukisannya jika diraba.

Para orang tua yang ingin memberikan edukasi mengenai budaya wayang ini akan sangat terbantu. Mereka bisa mengenalkan anak-anak pada setiap karakter wayang yang berbeda. Tak perlu khawatir jika tidak tahu nama masing-masing tokoh wayang. Tulisan nama-nama yang ada pada setiap karakter akan sangat membantu untuk mengenalinya.

Pengerjaan lukisan di Kampung Wayang ini memakan waktu sekitar tiga bulan. Warga setempat bergotong-royong mengerjakannya. Ide untuk membuat mural ini berawal dari keinginan warga setempat untuk mempercantik kampung mereka, sekaligus mengenalkan budaya wayang kepada anak-anak muda yang dinilai belum tentu mengenal karakter pewayangan.

Pembuat seluruh sketsa mural wayang ini adalah Saiman. Proses melukis satu karakter wayang bisa memakan waktu dua sampai tiga hari. Setelah sketsa selesai, warga bergantian untuk menebalkan garis rancangan gambar itu menggunakan adonan lem dan semen, sehingga garis lukisan tampak menonjol dan terkesan tiga dimensi (3 D). Setelah pola tersebut jadi, sketsa mural tersebut akan disempurnakan menggunakan cat minyak aneka warna. Pilihan warnanya sengaja dibuat di luar pakem wayang pada umumnya. Sengaja dibuat berwarna-warni tak seperti wayang yang biasanya dominan berwarna kuning keemasan, cokelat, hitam, dan merah, agar menambah cerah suasana, sehingga anak-anak tertarik.

Di kampung ini Anda bisa melihat sosok Pandawa Lima (Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa). Terdapat pula karakter lain seperti Srikandi, Bambang Irawan dan Abimanyu (dua anak Arjuna), dan lain-lain.

Selain itu, ada pula rumah kosong milik salah seorang warga yang disulap menjadi sebuah sanggar seni. Di sanggar ini, Anda bisa belajar membuat kaligrafi dengan pola wayang dengan menggunakan media bambu. Ada pula proses pembuatan kerajinan berbahan limbah serabut kelapa yang bisa dipelajari.

Harapannya, dengan adanya Kampung Wayang Malang ini, anak-anak muda tetap mau mengenal tokoh-tokoh pewayangan melalui media mural di dinding. Tak hanya sebatas mengenal, tapi juga turut memahami, dan melestarikan budaya asli negeri mereka sendiri tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.