BERBAGI
Suasana penggalian area Punden Rondo Kuning (C) RADAR MALANG
Suasana penggalian area Punden Rondo Kuning (C) RADAR MALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Punden Rondo Kuning di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu menyimpan sejuta misteri, bukan cuma terkait asal usulnya saja. Baru-baru ini ada penemuan situs purbakala di bawah punden yang kerap juga disebut Punden Nyi Sutinah itu.

Tim ekskavasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto melakukan penggalian pada area sekitar Punden Rondo Kuning, Jumat (23/11/2018) setelah sehari sebelumnya memasang patok pembatas. Penggalian ini atas permintaan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu sejak setahun lalu. Terdapat laporan dari warga desa setempat yang masuk ke Disparta pada tahun 2017 terkait penemuan struktur bangunan purbakala di Punden Rondo Kuning. Kala itu, beberapa warga menemukan batu bata merah besar saat membuat plengsengan sekitar punden yang sampai sekarang masih digunakan warga untuk berbagai ritual desa tersebut.

Penggalian ini harus dilakukan lantaran setelah penemuan batu bata yang diduga benda purbakala, warga menimbun kembali dengan tanah, lalu dilaporkan kepada Disparta. Dengan adanya penggalian ini, bisa diketahui apakah ada peninggalan bersejarah di sini.

Sebelum dilakukan penggalian oleh tim ekskavasi BPCB dengan maksud untuk penyelamatan situs purbakala, warga desa setempat terlebih dahulu menggelar ritual-ritual khusus. Dalam ritual tersebut, disajikan sesajen seperti ingkung, tumpeng, dan jenang sempolo. Awalnya, Tim ekskavasi ingin langsung menggali di hari pertama, namun atas saran dari sesepuh desa, dilakukan dulu ritual untuk memulai penggalian.

Dugaan awal, situs purbakala yang ada di bawah Punden Rondo Kuning ini adalah patirtan (pemandian) peninggalan zaman Kerajaan Majapahit. Namun, setelah penggalian, dugaan lebih mengarah pada candi atau semacam tempat pemujaan. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya struktur pondasi bangunan dari batu bata berbentuk persegi dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Kemudian, ditemukan pula pecahan bongkahan batu bata kombinasi dengan batu yang berserakan, diduga rusak oleh desakan akar pohon beringin yang menjalar.

Selain itu, ditemukan pula pedistal, yakni batu yang memiliki lubang berbentuk kotak. Batu tersebut merupakan batu yang biasa digunakan sebagai pengunci kepala arca. Ada juga profil batu pinggiran yang berbentuk persegi leter L, struktur lantai tanah berwarna putih kapur yang diduga bekas halaman dari pembuatannya menggunakan lemah lempung yang di padatkan untuk menghindari becek. Bersama temuan-temuan itu ditemukan juga gerabah berbentuk seperti cawan yang masih terpendam tanah dan tergenang air.

Dari temuan-temuan tersebut, dugaan sementara, situs purbakala di bawah Punden Rondo Kuning itu adalah bekas tempat pemujaan pada masa pra-Majapahit. Kemungkinan keberadaannya pada masa antara Kerajaan Singosari dan Kerajaan Kediri.

Setelah penemuan tersebut, bekas galian dibiarkan terbuka atau tidak ditimbun tanah kembali dengan tujuan agar bisa diketahui masyarakat, bahwa ada penemuan bernilai sejarah di tempat itu. Kemudian, nantinya akan ditindak lanjuti oleh tim sejarahwan demi mencari tahu fakta sebenarnya apakah berhubungan dengan candi tertua Songgokerto jika dilihat dari sisi sejarahnya. Langkah selanjutnya yang diambil adalah melakukan koordinasi dan membicarakan dengan desa untuk menjaga keamanannya. Selain ditutup dengan pagar bambu, untuk sementara, di area Punden Rondo Kuning atasnya diberi penutup seng agar terlindung dari hujan atau sinar matahari.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.