BERBAGI
Tampilan hidangan dengan konsep 'bancakan', cara makan khas masyarakat pedesaan Jawa. (Foto: Jabar Tribunnews)
Tampilan hidangan dengan konsep 'bancakan', cara makan khas masyarakat pedesaan Jawa. (Foto: Jabar Tribunnews)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bancakan adalah salah satu cara menikmati makanan dengan menggunakan daun pisang sebagai pengganti piring. Tradisi ini sarat dengan kehidupan masyarakat pedesaan di Jawa. Salah satu tempat makan di Kota Malang mencoba mengangkat tradisi tersebut sebagai konsep dalam menyajikan kulinernya, namanya adalah Warung Rindu.

Hasil gambar untuk warung rindu jalan merbabu malang
Papan Warung Rindu di Jalan Merbabu. (Foto: Akulily)

Warung Rindu terletak di Jalan Merbabu No. 21, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tepatnya berada di seberang Hutan Kota Malabar. Lokasinya memang berada di kawasan elit, sehingga tak mengherankan jika kebanyakan pengunjung yang datang adalah kalangan kelas menengah atas.

Tren makan dengan cara bancakan sebenarnya sudah banyak merebak ke rumah makan di Jakarta dan Bandung. Namun, di Malang menerapkan konsep bancakan pada rumah makan jarang ditemui, bahkan bisa dikatakan bahwa Warung Rindu adalah satu-satunya rumah makan yang menawarkan konsep unik tersebut.

Bancakan adalah salah satu tradisi menikmati makanan di mana nasi, lauk dan sayur diletakkan di atas sebuah nampan besar. Biasanya nampan tersebut berupa tampah atau tempeh yang terbuat dari anyaman bambu. Lalu, di atas tampah tersebut diberi daun pisang. Satu nampan biasanya dikelilingi oleh lima hingga enam orang. Terkadang, ada juga yang menyajikannya dengan alas daun pisang yang ditata memanjang sehingga dapat dinikmati oleh lebih banyak orang yang duduk bersama.

Menurut filosofi, bancakan sering dilambangkan sebagai ucapan rasa syukur terutama untuk memperingati kelahiran atau weton anak. Bancakan menjadi simbol dari semangat gotong royong dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka yang datang dilihat setara alias tidak berjenjang. Sebelum mulai menikmati makanan, ada satu orang yang berperan sebagai pemimpin untuk memandu pembacaan doa. Setelah ritual pembacaan doa usai, maka hidangan bisa dinikmati bersama-sama. Biasanya bancakan terdiri dari nasi beserta lauk dialasi dengan daun pisang, lalu ikan teri, ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, lalapan, urap hingga sambal.

Warung Rindu yang berani mengusung konsep bancakan tentu menjadi daya tarik bagi masyarakat perkotaan. Selain karena unik dan berbeda dari rumah makan kebanyakan di Kota Malang, pengunjung yang datang biasanya penasaran karena sudah mulai jarang menemui tradisi ini di tempat tinggalnya.

Rumah makan ini buka dari Minggu-Kamis pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB. Sedangkan pada Jum’at, Sabtu dan hari libur, jam buka ditambah hingga pukul 24.00 WIB.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.