BERBAGI
Komunitas biker Mr Mo (C) MALANGVOICE
Komunitas biker Mr Mo (C) MALANGVOICE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pernahkah Anda mendengar nama komunitas Mr Mo? Ya, nama itu merupakan kepanjangan dari Malang Raya Max Owner. Menariknya, banyak yang menjuluki mereka sebagai komunitas biker (pemotor) syariah.

Komunitas biker Mr Mo berdiri sejak tahun 2015 lalu. Sekarang anggotanya sudah mencapai 90-an orang. Yuyud Erawanto sebgai ketua komunitas ini. Mereka biasa melakukan Kopi Darat (Kopdar) setiap hari Jumat di depan Gereja Ijen Kota Malang.

Untuk menjadi anggota komunitas ini tidaklah mudah. Selain memiliki kendaraan jenis Yahama Max series, entah itu NMax atau XMax, ada sejumlah persyaratan lainnya untuk para calon anggota. Penerimaan anggota komunitas ini tidak didasarkan pada kuantitas semata, melainkan kualitas. Siapa pun yang ingin menjadi anggota harus minimal tiga kali mengikuti ajang kopdar yang digelar, menaati seluruh peraturan di sudah dibuat.

Aturan pertama, anggota Mr Mo harus bisa menjaga kesantunan dan memiliki rasa persaudaraan yang erat. Para anggota juga wajib tertib berkendara di jalan, tidak melanggar aturan lalu lintas. Selain itu, mereka juga harap menggunakan narkoba, mabuk-mabukan di jalan, dan lain-lain. Kendaraan Yamaha Max series yang mereka pakai pun harus lengkap dengan spion, kenalpot standar, ban besar serta tidak menggunakan sirine (rotator) dan lampu sorot. Yang terpenting, di dalam komunitas ini dilarang membicarakan politik praktis.

Dalam berbagai acara kopdarnya, komunitas Mr Mo kerap menggalang dana untuk membantu mereka yang membutuhkan dan kesusahan. Mereka juga mengumpulkan uang dan barang untuk disumbangkan pada korban-korban bencana alam. Bahkan, mereka punya divisi sosial khusus untuk mengurusi hal tersebut.

Yang menarik lainnya, adalah sesama anggotanya yang saling mendukung untuk melakukan bisnis wirausaha. Tercatat banyak anggota Mr Mo yang menggeluti dunia usaha, bahkan setelah masuk ke komunitas tersebut. Ada pula yang sengaja berhenti dari tempat bekerjanya hanya untuk ikut berwirausaha. Alasannya simple, ketika terikat dengan tempat kerja, kebanyakan dari mereka kehilangan waktu untuk ikut touring bersama komunitas yang digelar setiap tahunnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.