BERBAGI
Maket Jembatan Underpass Karanglo
Maket Jembatan Underpass Karanglo
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jembatan Underpass Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang akhirnya resmi dibuka sejak Selasa (5/3/2019) lalu. Dengan dibukanya jalan baru ini, diharapkan dapat mengurai kemacetan lalu lintas yang selalu terjadi di kawasan tersebut, utamanya ketika akhir pekan dan waktu liburan tiba.

Kemacetan di kawasan Karanglo memang sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Pertigaan jalan tersebut (sebelum menjadi perempatan ketika dibuka exit tol Malang-Pandaan) memang menjadi lokasi pertemuan arus lalu lintas Malang-Surabaya, Surabaya-Malang, Surabaya-Batu, Batu-Surabaya. Tak heran jika pada akhir pekan, maupun waktu liburan tiba, arus lalu lintas lebih padat dari biasanya. Pembangunan Jembatan Underpass Karanglo akhirnya dipilih menjadi solusi terbaru untuk mengurai kemacetan yang membuat antrean kendaraan sampai mengular panjang tersebut.

Jembatan Underpass Karanglo mulai dibangun sejak 10 Januari 2019 lalu. Pembangunan jalan baru ini menelan dana hingga 80 miliar rupiah. Underpass dipilih ketimbang membangun flyover yang ditaksir biayanya lebih besar, yakni mencapai 300 miliar rupiah. Keputusan membangun jalur bawah tanah ini diambil pihak PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) setelah bermusyawarah dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Malang, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga.

Pada penampakan fisiknya, jalur underpass yang dibangun panjangnya mencapai 343 meter. Jalur yang membentang di sisi utara jembatan (arah ke Kota Malang) sepanjang 152 meter, sedangkan jalur yang membentang di sisi selatan jembatan (arah ke Surabaya) sepanjang 153 meter, ditambah dengan jalur underpass (terowongan) yang berada tepat di bawah Jembatan Underpass Karanglo sepanjang 38 meter.

Jalur underpass sendiri membentang dari utara ke selatan, yang merupakan jalur arteri Malang-Surabaya. Yang dipilih bukan jalur timur ke barat (exit tol Malang-Pandaan ke arah Kota Batu lewat Karangploso), karena dinilai arus lalu lintas Malang-Surabaya dan sebaliknya lebih padat dan butuh solusi.

Sesuai dengan maketnya, setelah adanya Jembatan Underpass Karanglo ini, jalur dari Kota Malang ke Surabaya yang tadinya hanya dua lajur, sekarang menjadi tiga lajur. Dua lajur ada di sebelah kiri (barat), untuk menuju ke Kota Batu lewat Karangploso (barat), ke Surabaya (lurus/utara), atau ke tol Malang-Surabaya (timur), sedangkan satu lajur lainnya ada di sebelah kanan (timur), di mana Anda akan melewati sebuah underpass (terowongan) lurus menuju ke arah Surabaya (utara).

Sama, jalur dari Surabaya ke Kota Malang pun yang tadinya cuma dua lajur, setelah ada Jembatan Underpass Karanglo, kini ada tiga lajur. Dua lajur ada di sebelah kiri (timur), untuk menuju ke tol Malang-Pandaan (timur), ke Kota Malang (lurus/utara), atau ke Kota Batu (timur), sedangkan satu lajur lainnya ada di sebelah kanan (barat), di mana Anda juga akan melewati sebuah underpass (terowongan) lurus menuju ke Kota Malang (selatan).

Tentu saja, di antara empat ruas jalan dari arah Surabaya (utara), Kota Malang (selatan), tol Malang-Pandaan (timur), dan Kota Batu (barat), dipasang lampu lalu lintas (lampu merah). Untuk membantu pengendara, rambu-rambu lalu lintas juga telah dipasang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.