BERBAGI
Penghuni Tak Kasat Mata di RST Dokter Soepraoen Malang (C) micky10
Penghuni Tak Kasat Mata di RST Dokter Soepraoen Malang (C) micky10
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Dilihat dari tampilan luarnya saja, RST Dokter Soepraoen Malang sudah tampak sebagai bangunan kuno. Rumah Sakit Tentara ini memang merupakan bangunan lawas peninggalan era penjajahan Belanda. Tak heran, konon tempat ini menyimpan kisah misteri tentang penghuni tak kasat mata yang bersemayam di sana.

Akun micky10 menceritakannya dalam laman Kaskus pada 10 November 2017 lalu mengenai kisah pengalamannya yang menyaksikan sosok tak kasat mata itu di RST Dokter Soepraoen Malang. Peristiwa tersebut terjadi Pada 1 November 2017, ketika ia bersama istri dan anaknya membesuk saudara. Ada penampakan Meneer Belanda yang ditangkapnya melalui hasil jepretan kamera ponsel pintarnya.

Sang istri mengajaknya menjenguk Pamannya yang masuk ICU RST Dokter Soepraoen Malang. Karena khawatir tidak ada lahan parkir untuk mobilnya, maka iseng si pemilik akun micky10 mencoba browsing di internet. Namun, ia justru tertarik dengan sejarah adanya rumah sakit tersebut. Mendapati fakta bahwa RST itu merupakan bangunan tua peninggalan Belanda, ia semakin dalam mencari informasi. Rasa penasarannya kian membuncah, karena dianggapnya, setiap bangunan tua pasti ada cerita misteri di baliknya. Ternyata, ia pun harus kecewa, karena tak ada satu pun artikel yang mengungkapkan apa yang dicarinya tersebut. RST itu hanyalah rumah sakit biasa yang tak memiliki rekam jejak misteri apa pun.

Akhirnya, 1 November 2017, pemilik akun micky10 berkunjung ke RST Dokter Soepraoen Malang bersama istri, adik ipar, dan anaknya yang masih berusia tiga tahun. Suasana rumah sakit itu pada malam hari tampak lengang, termasuk tempat parkir yang sempat dikhawatirkannya kurang representatif. Mungkin karena poli umum sudah tutup jam segitu.

Mereka pun menuju ICU setelah bertanya pada tukang parkir rumah sakit. Keempatnya melewati sebuah pintu di samping gedung, pertigaan kecil, belok kiri, belok kanan, lurus dan belok kanan lagi sebelum koridor, sesuai dengan petunjuk si tukang parkir. Yang menarik bagi pemilik akun micky10 bukanlah struktur bangunan lawas yang tersaji di beberapa ruangan, namun keresahan anaknya yang berkali-kali minta digendong. Si anak memang selalu seperti itu jika memasuki tempat-tempat yang asing atau kurang nyaman buatnya. Namun, insting si anak justru digunakannya untuk mendeteksi kehadiran makhluk-makhluk halus di sekitar.

Tak beberapa lama mereka sampai di ruang ICU. Tepatnya di pojok kiri perempatan arah menuju kamar jenasah. Ruang ICU itu pun cukup unik baginya, karena berupa bangsal panjang, yang dilengkapi beberapa jendela berjajar. Struktur temboknya juga tebal, dengan jendela model lawas dan ornamen besi di pintu masuknya. Ruang ICU tersebut berada di antara beberapa bangunan lain, termasuk Poli Umum, koperasi dan lorong menuju kantin yang semuanya berada di bangunan yang lebih baru dibandingkan ruang ICU. Namun, ia lebih tertarik dengan sebuah koridor panjang menuju kamar jenasah yang tak seberapa jelas, karena kondisinya minim cahaya.

Saat sang istri n adik iparnya menjenguk ke dalam ruang ICU, si pemilik akun micky10 justru ingin melihat-lihat kondisi sekitar yang sebenarnya benar-benar lengang, bahkan cenderung sepi. Ia mencoba menelusuri lorong di depan Poli Umum di mana terdapat beberapa kursi berjajar. Rasa penasaran membawanya bersama si kecil menuju ke depan ruang koperasi, dan lurus ke lorong arah kantin yang ternyata sudah tutup. Lorong itu gelap tanpa lampu.

“Pa, itu, ada hantunya,” ujar si kecil tiba-tiba seraya minta digendong.

Ia memang tak bisa melihat seperti anaknya, tapi dapat merasakan kehadiran sosok asing itu. Dengan segenap keberanian yang coba dikumpulkannya, ia mengambil ponsel pintar dan mengambil beberapa foto lorong gelap tersebut. Setelah si anak digendongnya, ia pun kembali ke ruang ICU.

Singkat cerita, foto hasil jepretannya diposting di grup Whatsapp Kantornya. Seorang teman di grup itu melihat sosok berambut gimbal nan panjang dengan mata putih. Beberapa foto hasil filter yang dikirimkan balik di grup itu membuatnya terkejut. Makhluk itu jongkok dan mengawasinya ketika mengambil foto. Setelah mengamati secara lebih detail, dengan melakukan perbandingan dan beberapa kali zoom, barulah ia merasa merinding melihat sosok menyeramkan dengan matanya yang menyala putih.

Setelah berpamitan, ia bersama sang istri, adik iparnya, dan sang anak meninggalkan ruang ICU. Tanpa memberi tahu fakta apa yang sempat didapatkannya, ia mengajak mereka segera keluar dari RST Dokter Soepraoen. Mereka melewati koridor sepanjang bangsal hingga perempatan jalan kecil menuju ruang jenasah. Sedikit memutar, ternyata jalan itu langsung menembus lurus ke arah lorong kantin. Jadi, lorong kantin tersebut memang tersambung lurus tanpa harus melewati ruang ICU. Tampak jelas lorong panjang yang gelap yang tak terlihat pintu-pintu di kanan dan kirinya, karena hanya ada jalan kecil semacam by pass dari apotek menuju ke kantin. Di situ ia kembali mengambil dua buah foto dengan kamera ponsel pintarnya.

Foto hasil jepretannya itu kemudian diunggahnya lagi di grup Whatsapp Kantornya. Setelah dilihat dengan jelas, semua terlihat bentuk dan beberapa penampakan yang dimaksud. Terdapat penampakan Meneer Belanda di foto tersebut. Meneer siapakah itu sebenarnya?

Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5a057e92a2c06e176e8b4567/welcome-to-the-campfire-story-of-malang/

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.