BERBAGI
Tungki Ariwibowo - LIPUTAN6.COM
Tungki Ariwibowo - LIPUTAN6.COM
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Generasi milenial mungkin tak banyak yang mengetahui jika Malang pernah memiliki sosok Menteri Perindustrian dan Perdagangan seperti mendiang Tungki Ariwibowo. Jabatan tertinggi dalam kariernya itu disandangnya di era lengsernya Presiden Republik Indonesia kedua, Suharto.

Tungki Ariwibowo lahir di Malang, 13 Desember 1936. Meski lahir di Malang, ia lebih sering dibesarkan di luar kota. Terbukti, ia mengenyam pendidikan Sekolah Dasar di Yogyakarta, lalu SMP di Pasuruan. Bahkan, selepas itu ia bersekolah di luar negeri, tepatnya di Navascotia Technical College, Hallifax, Nova Scotia, Kanada.

Kariernya benar-benar berawal dari bawah, yakni sebagai pegawai Departemen Perindustrian (1960-1962). Lalu, Tungki Ariwibowo dijadikan Kepala Proyek Alumunium Asahan, Departemen Perindustrian (1962-1964), dan Kepala Proyek Pabrik Baja Trikora, Cilegon (1964-1967). Jabatannya kian naik, seiring berjalannya waktu ia dijadikan Staf Departemen Perindustrian (1967-1972). Setelah itu, ia didapuk menjadi Direktur Direktorat Jenderal Logam dan Mesin, Departemen Perindustrian (1972-1975). Kemudian, sejumlah jabatan penting kembali didudukinya, yakni sebagai Ketua Tim Koordinator Kawasan Industri dan Wakil Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam, Wakil Ketua Tim Koordinasi Pembangunan Provinsi Riau, dan Wakil Ketua Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia. Jabatan terakhirnya sebelum diangkat menjadi Memperindag adalah Presiden Direktur PT Krakatau Steel (1975).

Pada penghujung era kekuasaan Presiden Suharto, Tungki Ariwibowo menjabat posisi yang cukup strategis, yakni Menteri Perindustrian dan Perdagangan (17 Maret 1993 sampai 16 Maret 1998). Ia menggantikan Hartarto Sastrosoenarto selaku Menteri Perindustrian dan Satrio Budihardjo selaku Menteri Perdagangan di kabinet yang sama.

Tungki Ariwibowo meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, 3 Maret 2002, sekitar pukul 10.25 WIB. Ia meninggalkan satu orang istri bernama Astuti Rifida Ariwibowo, pada usia 65 tahun karena sakit. Atas keinginan keluarga besarnya, ia pun dimakamkan di Anyer, Banten.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.