BERBAGI
Pasar Penarukan Kepanjen, dari Pasar Utama Jadi Pasar Krempyeng (C) Boekhandel Visser & Co, Weltevreden
Pasar Penarukan Kepanjen, dari Pasar Utama Jadi Pasar Krempyeng (C) Boekhandel Visser & Co, Weltevreden
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang terdapat Pasar Krempyeng yang terletak di Jalan Penarukan. Siapa yang sangka jika dulunya pada abad 19 (hingga tahun 1900), pasar ini menjadi pasar utama tempat para pedagang pribumi Kepanjen menggelar dagangannya.

Ada bukti foto yang diunggah oleh penerbit Boekhandel Visser & Co, Weltevreden pada tahun 1909. Unggahan foto di laman Google itu berjudul Pasar te Kepandjen, Malang (Pasar di Kepanjen, Malang), yang berlokasi di Jalan Penarukan.

Dalam foto tersebut, terlihat keramaian Pasar Penarukan Kepanjen sekitar pengujung abad ke-19. Tampak para pedagang berjualan di sepanjang jalan secara berderet dengan bangunan semi permanen. Sebelah kanan jalan tampak warung tenda, sedangkan sebelah kirinya terlihat bagian gapura kampung. Foto ini dipastikan dibuat pada hari pasaran, karena sangat ramai, bahkan pasar juga dikunjungi penduduk desa di sekitarnya. Dari bayangan matahari yang mengarah ke barat laut, diketahui foto ini dibuat pada pagi hari.

Saat itu, pasar utama di Kepanjen memang berada di Pasar Penarukan ini. Jalan Penarukan yang masuk wilayah Kepanjen Timur dulu memang sangat ramai, karena menjadi jalur utama dari Kota Malang ke Desa Sengguruh, Kepanjen (Malang Selatan). Sebab, saat itu Jalan Kebonagung-Kepanjen (yang ada bersamaan dengan dibangunnya Pabrik Gula Kebonagung dan jalur kereta api Malang-Blitar) masih belum dibangun. Pasar ini sendiri terletak di sebelah barat pertigaan Jalan Penarukan. Saat itu, Sungai Molek belum mengalir di sisi selatan jalan.

Dipilihnya Penarukan sebagai lokasi pasar karena di daerah itu pemukiman penduduk lebih ramai daripada daerah Kepanjen lainnya. Lagi pula banyak pejabat pemerintahan setingkat Wedana yang juga membangun rumah di sekitar area Pasar Penarukan. Lokasi pasar juga dekat dengan kantor pusat pemerintahan Kawedanan Kepanjen, Masjid Shalafiah, Pegadaian dan Jalan Panji.

Pada awal abad ke-20 (tahun 1900-an) Pemerintah Hindia-Belanda merencanakan pembangunan aliran irigasi sungai buatan yang kini dikenal sebagai Sungai Molek. Hal ini mengakibatkan Pasar Penarukan terpaksa harus digusur. Para pedagang direlokasi ke Lapangan Sawunggaling yang letaknya beberapa ratus meter ke arah barat.

Meski sudah digusur, hingga kini aktivitas perdagangan di Pasar Penarukan masih ada. Dalam kelompok kecil, masih ada para pedagang yang berjualan di tempat semi permanen yang hingga kini biasa disebut sebagai Pasar Krempyeng Desa Penarukan yang letaknya di tepian daerah Mentaraman, Kepanjen. Beberapa mlijo atau penjual sayur kerap menghabiskan stok dagangan mereka dengan harga murah di sini jelang siang.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.