BERBAGI
Penampakan Hantu Kepala Buntung di Makam Mister Dinger (C) MERDEKA
Penampakan Hantu Kepala Buntung di Makam Mister Dinger (C) MERDEKA
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Makam Mister Dinger, seseorang yang diyakini sebagai tuan tanah di masa penjajahan Belanda terletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Konon, di gedung bekas markas sang Menir Belanda itu sering terlihat penampakan hantu kepala buntung.

Menurut cerita sesepuh kampung, gedung bekas aktivitas Mister Dinger yang lokasinya tak jauh dari makamnya itu sudah lama tak digunakan. Kondisinya kini tak terawat, dengan cat temboknya yang sudah kusam. Banyak tumbuh semak belukar di halamannya, sehingga kesan angker semakin kental terasa.

Selain hantu kepala buntung, di area Makam Mister Dinger ini kerap terlihat penampakan lain, seperti noni-noni Belanda berbaju merah yang kerap terlihat duduk di jendela. Sering juga terdengar suara noni yang bernyanyi dalam Bahasa Belanda. Ada pula makhluk-makhluk lain seperti kuntilanak dan genderuwo.

Menariknya, di dalam gedung tua tak berpenghuni itu terdapat sebuah lantai yang dipenuhi oleh bercak darah misterius. Bekas bercak darah tersebut menempel di lantai ubin di salah satu ruangan yang tak diketahui apa fungsinya ketika gedung tersebut masih aktif digunakan Mister Dinger.

Tim Lingkar Misteri Batu TV yang mencoba menyelidikinya melalui proses mediumisasi menemukan fakta mencengangkan. Sempat ada makhluk astral yang berlaku seperti sesosok hantu kepala buntung yang kerap menampakkan wujudnya kepada warga yang melintas di depan Makam Mister Dinger ini. Si hantu tanpa kepala itu tak bisa bicara, namun berusaha menunjukkan bahwa dirinya merupakan korban pemenggalan, dan kepalannya dikubur di dekat makam si tuan tanah. Darah yang membekas di lantai ubin tadi diakuinya sebagai bercak darah akibat peristiwa pemenggalan tersebut.

Dari makhluk astral yang masuk ke raga mediator tim Lingkar Misteri diketahui bahwa Mister Dinger merupakan sosok yang berpostur tinggi, tampan, namun kelakuannya kejam terhadap warga pribumi, sebagaimana umumnya seorang penjajah. Ia merupakan sosok pemimpin pasukan yang bertugas menguasai kebutuhan bahan pokok dari rakyat sekitar Bumiaji, untuk dibawa ke negerinya, Belanda. Para pengikutnya berjumlah sekitar 100-200 orang, yang tak hanya berasal dari Belanda, tapi juga para pribumi. Mister Dinger kerap melakukan perbudakan terhadap warga pribumi, gemar menyiksa, bahkan tak segan membunuh. Ia berkuasa mulai sekitar tahun 1880-an hingga meninggal dan dimakamkan di dekat bekas gedung markasnya pada tahun 1917.

Sebuah fakta mencengangkan diungkapkan oleh arwah kuntilanak bernama Kumala yang mengaku mengerti betul mengenai sosok Mister Dinger, karena sudah tinggal di bekas gedung markasnya tersebut sejak lama. Menurutnya, penampakan hantu kepala buntung tersebut merupakan ulah sebangsa jin yang merupakan teman-temannya. Yang menarik, menurut penuturannya, bercak darah yang menempel di lantai ubin di salah satu ruangan gedung tua di dekat makam si Menir Belanda itu merupakan darah si Mister Dinger sendiri. Yang mengejutkan, ternyata yang memenggal kepalanya adalah seorang pendekar pribumi. Bahkan, si Kumala menyebutkan si pendekar tersebut masih ada kaitannya dengan Mbah Batu, yang tak lain dan tak bukan adalah sesepuh Kota Batu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.