BERBAGI
Malang Kembali ke Khittahnya Sebagai Kota Dingin (C) TRAVELINGHEMAT
Malang Kembali ke Khittahnya Sebagai Kota Dingin (C) TRAVELINGHEMAT
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sejak zaman penjajah Belanda berkuasa di Indonesia, Malang sudah mendapatkan julukan sebagai Switzerland Van Java, karena udaranya yang dingin dan sejuk, dan cocok dijadikan lokasi berlibur bagi bangsa Eropa yang ada di Indonesia. Julukan sebagai Kota Dingin yang sempat memudar beberapa tahun terakhir muncul lagi seiring kembali dinginnya Malang memasuki pertengahan Juni 2019 ini.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso menjelaskan, suhu udara di Malang Raya yang lebih dingin dari biasanya ini menjadi pertanda mulainya musim kemarau. Fenomena udara dingin yang seolah menusuk tulang itu bisa dirasakan pada malam, hingga pagi hari. Suhu rata-rata yang dicatat BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso adalah 16 derajat selsius, sedangkan suhu terendahnya mencapai 14 derajat selsius.

Di siang hari, suhu udara di musim kemarau biasanya akan terasa lebih panas dari biasanya. Dalam catatan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, suhu terpanas mencapai 30 derajat selsius. Sementara itu, kelembaban udara berkisar 50 hingga 95 persen, angin didominasi dari arah timur menuju tenggara dengan kecepatan 05 hingga 35 kilometer per jam.

Beberapa tahun terakhir kerap terdengar keluhan yang bahkan datang dari warga asli Malang sendiri, bahwa Malang tak sedingin yang dulu lagi. Kebanyakan mereka yang mengeluhkan hal tersebut merupakan generasi tahun 1990-an ke bawah. Bisa jadi hilangnya julukan Malang Kota Dingin ini karena pengaruh pemanasan global yang melanda bumi ini, adanya penebangan pohon-pohon besar, efek rumah kaca, ataupun alasan-alasan lainnya. Selama beberapa tahun itu pula suhu udara di Malang Raya tak pernah mencapai rata-rata 16 derajat selsius pada bulan Juni atau memasuki awal musim kemarau, seperti yang diungkapkan pihak BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso.

Selain sebagai penanda datangnya musim kemarau, pihak BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso menyebut penurunan suhu ini menjadi pertanda positif bahwa kondisi lingkungan di Malang Raya telah membaik. Seperti diketahui, ketiga pemerintah daerah, Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, telah melakukan program masing-masing untuk berupaya menjaga lingkungan hidup.

Diprediksi, fenomena suhu rendah seperti ini masih akan terus berlangsung hingga dua bulan ke depan. BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso menyebut bulan Juli hingga Agustus sebagai puncak bulan kemarau, di mana suhu udara yang lebih rendah dari rata-rata saat ini masih terbuka untuk bisa dirasakan oleh warga Malang Raya. Selamat bernostalgia dengan Malang yang pernah mendapatkan julukan sebagai Kota Dingin, layaknya julukan Switzerland-nya Pulau Jawa yang pernah diberikan orang-orang Eropa.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.