BERBAGI
Kisah Rara Wayi, Ki Samansaki, dan Bambang Jatisrana (C) Cerita R Tengger
Kisah Rara Wayi, Ki Samansaki, dan Bambang Jatisrana (C) Cerita R Tengger
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Rara Wayi merupakan seorang gadis yang tinggal di Gunung Tengger pada zaman dahulu kala. Ia diperistri oleh seorang laki-laki bernama Ki Samansaki.

Pada suatu ketika, Rara Wayi tengah mengandung dengan usia kehamilan yang mencapai sembilan bulan. Dalam kesehariannya, Rara Wayi selalu hidup suci, menghindari semua pantangan leluhurnya. Misalnya, seorang wanita yang sedang mengandung pantang untuk membunuh sesama makhluk ciptaan Hyang Widhi Wasa, makan sambil berdiri di depan pintu, berkata kasar dan lain-lain.

Sementara itu, siluman Nagabumi yang berada di Gunung Penanggungan sedang direpotkan oleh permintaan Nagaraja yang bersikeras ingin menjadi seorang manusia. Sebagai seorang ibu, Nagabumi menyanggupi permintaan anaknya tersebut.

“Pergilah ke Gunung Tengger. Carilah seorang wanita yang tengah mengandung sembilan bulan. Ia bernama Rara Wayi, istri Ki Samansaki. Amatilah perilakunya setiap hari. Carilah kesempatan supaya kau dapat masuk ke perutnya, menggantikan anak yang ada dalam kandungannya. Dengan demikian, kau akan dapat menjadi seorang manusia dan berkuasa di bumi,” kata Nagabumi kepada Nagaraja.

Sesuai dengan perintah ibunya, Nagaraja pergi ke Gunung Tengger. Nagaraja akhirnya menemukan rumah Rara Wayi. Setelah dua hari lamanya mengamati perilaku Rara Wayi, Nagaraja berkesempatan melakukan apa yang diperintahkan sang ibu. Ketika Rara Wayi sedang menguap di depan pintu dan ia lupa menutup mulutnya, dengan cepat Nagaraja masuk ke perut si wanita yang hamil tua itu. Sebagai manusia biasa, Rara Wayi memang sedang sial. Malang nasibnya. Ia lupa menjaga pantangan leluhurnya ketika sedang mengandung.

Sayangnya, niat jahat Nagaraja diketahui oleh seorang pendeta sakti bernama Bagawan Nilakanta. Ia segera mengambil bayi yang ada di kandungan Rara Wayi secara gaib dengan kesaktian yang dimilikinya sebelum si bayi dibunuh Nagaraja.

Bagawan Nilakanta memandikan bayi itu dengan air gege agar cepat besar. Setelah besar, ia diberi nama Bambang Jatisrana. Sang Bagawan dengan sabar mengasuh dan mendidik anak Rara Wayi yang diselamatkannya itu. Bambang Jatisrana diajari beberapa ilmu kanuragan, kesentosaan, kewiraan, dan kesaktian. Tumbuhlah ia menjadi seorang pemuda yang gagah perkasa, pemberani, dan sakti mandraguna.

Bersambung..

 

Sumber: Cerita Rakyat dari Tengger – Y.P.B. Wiratmoko

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.