BERBAGI
Presiden Jokowi Tetapkan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional (C) MALANGPOST
Presiden Jokowi Tetapkan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional (C) MALANGPOST
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menetapkan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional, Jumat (8/11/2019). Namanya menambah daftar Pahlawan Nasional Indonesia asal Malang selain Mayor Hamid Rusdi.

Sebelumnya, nama KH Masjkur masuk dalam daftar 20 nama calon Pahlawan Nasional. 20 nama tersebut diusulkan oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Nama-nama itu diusulkan lantaran dianggap punya andil sebagai pejuang dalam merintis dan mengisi kemerdekaan RI.

“Berdasarkan informasi dari Kemensos, acara penganugerahan pahlawan nasional oleh presiden Joko Widodo dilakukan Jumat (8/11/2019) di Istana Negara, Jakarta. Keluarga KH. Masjkur diwakili oleh cucu beliau,” terang Ketua Yayasan Sabilillah Malang, Prof Dr. M. Mas’ud Said.

Pada zaman Jepang, KH Masjkur yang lahir pada 30 Desember 1898 ditunjuk menjadi utusan Karesidenan Malang untuk mengikuti latihan kemiliteran di Bogor yang kemudian disusul dengan latihan khusus bagi ulama. Kala itu, ia didapuk sebagai Panglima Laskar Sabilillah yang merupakan kelompok pejuang dari kalangan pesantren yang turut merebut kemerdekaan.

Dengan tujuan yang sama, pada masa itu, Laskar Sabilillah berkolaborasi dengan Laskar Hizbullah. Peranan kedua laskar ini terbilang penting dalam membantu pasukan Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat meletus perlawanan di Surabaya pada November 1945, KH Masjkur pun turut andil dalam memimpin pasukannya. Dalam pertempuran tersebut, ia dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar Sabilillah yang bergabung dengannya.

Selain sebagai panglima, KH Masjkur juga sempat menjabatan sebagai Menteri Agama. Jabatan itu empat kali diembannya secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI.

Sempat meletakkan jabatan sebagai Menteri Agama akibat sakit yang dideritanya saat gerilya, namun di dalam kabinet Ali (1953-1955), KH Masjkur kembali menjadi Menteri Agama. Uniknya, walau menjadi menteri, KH Masjkur beberapa kali tetap ikut bergerilya bersama pejuang lain.

Sejumlah penghargaan turut menjadi dasar ditetapkannya KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional. Ia pernah mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana, dari Presiden Soeharto berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 024/TK/Tahun 1973 pada 19 Mei 1973. Kemudian, Tanda Penghargaan Legiun Veteran RI, diberikan pada 7 November 1988 oleh Letnan Jenderal TNI Purn. Achmad Tahir berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Legium Veteran RI No. Skep-11/MBLV/V/2/1988.

Kemudian, KH Masjkur dianugerahi penghargaan Satyalantjana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kesatu, diberikan pada 14 November 1964 oleh Dr. A.H. Nasution berdasarkan Surat Tanda Penghargaan No. M/B/217/64/A. Lalu, ada penghargaan Satyalantjana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kedua, diberikan pada 14 November 1964 oleh Dr. A.H.Nasution berdasarkan Surat Tanda Penghargaan No. M/B/217/64/B. Ditambah, Satyalantjana Gerakan Operasi Militer I, diberikan oleh Dr. A.H. Nasution pada 4 November 1964 berdasarkan Surat Tanda Penghargaan No. M/B/217/64. Ada pula penghargaan Tanda Djasa Bintang Gerilya, diberikan oleh Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia Soekarno pada 5 Oktober 1965 berdasarkan Surat Tanda Djasa Pahlawan No. 00966. Terakhir, ia mendapatkan penghargaan Bintang Nile dari Pemerintah Mesir.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.