BERBAGI
Kisah Balas Dendam Tohjaya kepada Anusapati
Tohjaya (C) WATTPAD
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Anusapati menjadi raja di Tumapel sepeninggal Ken Angrok (Sang Rajasa Amurwabhumi) yang dibunuh orang suruhannya. Sang Apanji Tohjaya, yang merupakan putra Ken Angrok dari istri mudanya, merasa tidak puas dengan pembunuhan ayahnya. Kisah balas dendam Tohjaya kepada Anusapati pun terjadi.

Menurut Pararaton, Anusapati menggantikan Ken Angrok sebagai ratu pada tahun 1170 Saka (1248 M). Konon kabarnya, tidak lama kemudian Raden Tohjaya yang sudah mengetahui sampai terperinci, bagaimana Anusapati membayar orang dari Bathil untuk membunuh Sang Amurwabhumi, berusaha membalas dendam dengan jalan apa saja yang dapat membawa kematian Anusapati.

Mengetahui bahwa ia sedang dijadikan target pembunuhan oleh Panji Tohjaya, maka sang Anusapati menyuruh menggali sebuah terowongan bawah tanah di sekeliling peraduannya. Di halamannya diadakan penjagaan ketat oleh orang yang dapat dipercayainya.

Setelah beberapa waktu, sang Apanji Tohjaya mendatangi Anusapati dengan membawa seekor ayam sabungan. Ia menanyakan keris ayahnya yang dibuat oleh Mpu Gandring, dan memintanya kembali. Keris itu pun diberikan oleh sang Anusapati yang menjadi pertanda makin dekatlah ajalnya. Setelah diterima oleh Panji Tohjaya, keris itu disisipkannya di pinggang. Keris itu yang dipakai Ken Angrok untuk membunuh Tunggul Ametung, ayah Anusapati.

Anusapati pun menerima ajakan Tohjaya. Ia pun menyuruh juru kurungnya mengambil seekor ayam jantan. Setelah itu, ayam milik Tohjaya dan Anusapati masing-masing diberi taji. Kedua ekor ayam itu sungguh seimbang keberaniannya. Sang Anusapati sangat menikmati pertarungan tersebut. Namun, ketika ia sedang asyik memperhatikan pertarungan sabung ayam, Panji Tohjaya menikamnya dari belakang.

Menurut Pararaton, wafatnya Anusapati bertarikh tahun Saka 1171 (1249 M) dan dimakamkan di Kidal. Kakawin Nagarakertagama lebih singkat pemberitaannya. Dikatakan bahwa “Bhatara sang Anusanatha, putra baginda, menggantikannya. Selama beliau bertahta di dunia, teguhlah keamanan di negeri Jawa. Pada tahun Saka 1170 (1248 M) mangkatlah Bhatara, pulang ke Indrabhawana (surga Siwa). Ia diwujudkan sebagai arca Siwa dalam suddharma (candi) di Kidal.”

Candi Kidal sendiri letaknya di sebelah tenggara Kota Malang. Ketika diselidiki, ternyata bahwa di halaman candi itu terdapat baik peninggalan-peninggalan yang bersifat Hindu maupun Buddha. Arca Anusapati dalam wujud Siwa tidak ada lagi di dalam bilik candi. Tetapi menurut Schnitger dalam BKI tahun 1932, mengulas sebuah arca yang sekarang disimpan di Museum Royal Tropical Institute di Amsterdam (Belanda). Ia menyatakan bahwa arca tersebut adalah arca perwujudan Raja Anusanatha (Anusapati).

Bernet Kempers dalam keterangannya juga menyebutkan bahwa arca Siwa ini berasal dari Candi Kidal. Menurut Pararaton, Tohjaya bertahta dari tahun 1171-1172 Saka (1249-1250 M), tetapi menurut Nagarakertagama Anusapati mangkat pada tahun 1170 Saka (1248 M) dan digantikan oleh Wisnuwarddhana.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.