BERBAGI
Foto FB. cunfan.juhari
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Mantan juara OPBF (Asia dan Pasik) kelas ringan Juhari, 62 tahun, meninggal dunia di RSUD dr. Saiful Anwar, Klojen, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kabar duka disampaikan langsung oleh adik almarhum, Ryantoha, yang juga mantan petinju pro kelas bantam dari Gajayana Malang. “Mas Ju (sebutan akrab Juhari) telah meninggal dunia tadi malam,” kata Ryantoha.

Insan tinju Indonesia sangat berduka atas kepergian Juhari, seorang petinju yang sangat disiplin hingga mencapai karir tertinggi sebagai juara OPBF. Juhari sangat memperhatikan masa depannya. Ia meneruskan sekolahnya sampai tamat SMEA ketika sudah berusia 26 tahun.

KARIR TINJU JUHARI

Juhari adalah petinju tahun 80-an, yang di masa amatirnya pernah merebut medali perunggu Kejurnas di Ujungpandang dan medali perunggu Piala Presiden di Jakarta.

Juhari dari Gajaya Malang merebut sabuk juara Indonesia kelas ringan melalui pertarungan 12 ronde melawan juara Kay Siong (Sawunggaling Surabaya), yang terjadi di GOR Pulosari Malang, 19 Desember 1982.

Juhari merebut sabuk OPBF kelas ringan melalui kemenangan KO ronde keenam atas juara Rolando Aldemir (Filipina) di GOR Pulosari Malang, 16 Oktober 1983.

Merebut gelar juara OPBF, Juhari mendapat hadiah rumah di Comal, yang ditempatinya sampai akhir hayatnya.

Detil sumber: Rondeaktual

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.