BERBAGI
Kisah Muhammad Anwar dan Komunitas Jelajah Kampung
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kisah Muhammad Anwar dan Komunitas Jelajah Kampung sangat menarik untuk disimak. Melalui komunitas tersebut, anak bangsa diajaknya untuk mempertahankan aset budaya lokal dengan segala kearifannya.

Anwar sebagai salah seorang inisiator Komunitas Jelajah Kampung, menjelaskan pihaknya mendirikan komunitas tersebut pada tahun 2009 dengan tujuan mulia. Mereka ingin melestarikan sekaligus menggugah anak muda agar peduli budaya lingkungan.

Menurutnya, setiap kampung, sebagai wilayah terkecil dari suatu tatanan negeri, pasti memiliki asal usul, sejarah, nilai adat, budaya, dan kearifan lokal. Semua itu diyakini dan dijalani oleh segenap warga.

Jelajah Kampung ingin memungut, mengugemi dan menggaungkan nilai nilai kearifan lokal tersebut. Tujuannya agar semuanya makin dikenal oleh dunia.

“Melalui ekspedisi, perjalanan, pendokumentasian remah-remah kebudayaan lokal yang masih lestari dan otentik agar menjadi pelajaran bagi kita semua,” kata Anwar, seperti dikutip Baca Malang.

Perjalanan Komunitas Jelajah Kampung

Muhammad Anwar memaparkan, Komunitas Jelajah Kampung sering melakukan perjalanan dari kampung ke kampung. Setelahnya, mereka menuliskan pengalaman perjalanan itu di website.

Para anggota Komunitas ini disatukan atas dasar dua hal. Pertama, kecintaan pada kampung dan kedua adalah kegemaran dalam menulis.

Komunitas ini berawal dari kegiatan karang taruna di Kota Batu pada 2009. Kini, komunitas tersebut memiliki 50 anggota dari berbagai daerah di Indonesia.

Anak-anak muda yang mencintai kampung dan suka menulis akan difasilitasi oleh komunitas ini. Tulisan-tulisan mereka bakal ditampung dan diterbitkan melalui laman www.jelajahkampung.com. Laman tersebut bermanfaat pula bagi para pembaca yang ingin mendapatkan pengetahuan tentang kampung-kampung, dari sejarah hingga kondisi terkininya.

“Alhamdulillah saya telah menjelajahi 350 kampung di Pulau Jawa. Sejak 2006–2016 berkelana menjelajahi kampung. Meski sudah dimulai pada 2006, tetapi komunitas ini baru mempunyai anggota pada 2009,” imbuhnya.

Pertama Kali ke Kampung Jago Tumpang

Kampung Jago Tumpang menjadi kampung pertama yang dikunjungi Muhammad Anwar bersama Komunitas Jelajah Kampung-nya. Mereka belajar tentang tradisi masyarakat, salah satunya kesenian Bantengan yang berbeda di sana.

Di kampungnya di Kota Batu banyak kesenian Bantengan, tetapi berbeda dengan Bantengan yang ada di Tumpang. Perbedaannya ada pada ritual dan dialeknya, meskipun bahasa yang dipakai sama-sama Jawa.

Dari semua kampung yang disinggahinya, kampung paling menarik tentu di kampung halamannya di Kota Batu. Sebab kota ini memiliki sekitar 50 kampung yang memiliki tradisi berbeda, termasuk logat dan tradisi selamatan.

Bersama Komunitas Jelajah Kampung, Anwar juga punya kegiatan lain, seperti Bedah Krawang. Dalam kegiatan itu, mereka membacakan sejarah babat desa setiap mengadakan kegiatan bersih
desa atau ulang tahun desa.

Perjalanan Hidup Muhammad Anwar

Muhammad Anwar bercerita, setelah lulus dari SMA, ia tidak melanjutkan kuliah karena menurutnya belajar tidak harus di sekolah. Ia lebih memilih bergabung ke karang taruna Desa Pesanggrahan, Kota Batu sebelum memutuskan bekerja di Jakarta pada 2003. Di Jakarta, Anwar bekerja serabutan, apa pun dikerjakannya. Ia pernah menjadi kuli bangunan, tukang buat sirkuit gokart, dan perancang hardware.

Pada tahun 2006, Anwar memutuskan pulang kampung untuk belajar ke beberapa komunitas dan mulai menjelajahi kampung. Dari ratusan kampung yang dijelajahinya, terakhir ia singgah di Kampung Gunung Wukir, Pondok Gede, Bekasi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.