Mengenang Sosok Mbah Dipo, Juru Kunci Gunung Semeru

3 Ilmuwan Pendaki Pertama Gunung Semeru

Sosok Mbah Dipo cukup dikenal di kalangan masyarakat sekitar lereng Gunung Semeru. Hingga akhir hayatnya, sosok ini dikenang sebagai juru kunci gunung yang ada di kawasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu.

Gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) ini menjadi primadona bagi para pendaki Tanah Air. Bahkan, ada anggapan bukan pecinta alam kalau belum pernah mencapai puncak Mahameru.

Pesona gunung yang disebut-sebut sebagai paku bumi Pulau Jawa itu ternyata ada yang ‘menjaga’. Gunung yang juga dikenal sebagai tempat abadi para dewa ini ternyata menyimpan sejuta misteri, termasuk tanda-tanda aneh saat mengalami erupsi.

Pertanda yang kadang tak dapat dinalar oleh akal sehat manusia itu cuma bisa dilihat oleh sosok Mbah Dipo. Dia berdiam di sekitar lereng gunung bersama sejumlah warga lainnya.

Mbah Dipo dipercaya menjadi satu-satunya orang yang bisa menafsirkan pertanda tersebut ketika Gunung Semeru hendak meletus. Pria itu pula lah yang kerap dimintai pendapatnya untuk menentukan kapan harus evakuasi.

Mengenang Sosok Mbah Dipo di Masa Muda

Saat masih muda, Mbah Dipo ternyata rela menghabiskan waktunya untuk bertapa di puncak Gunung Semeru yang dikenal dengan nama Mahameru. Saking lamanya menjalani ritual nyepi itu, panjang rambutnya konon mencapai sepinggang.

Pria yang memiliki tiga istri itu dalam menjalankan tugasnya sebagai juru kunci memiliki kebiasaan menarik. Para tamu yang datang ke rumahnya dipersilakan untuk bermalam sampai diizinkan pulang.

Mbah Dipo tak akan memberikan izin pulang meskipun si tamu itu meminta izin kepadanya. Sebaliknya, jika Mbah Dipo tidak ingin si tamu menginap, maka si tamu tak boleh menginap dan harus pulang. Jika ada tamu yang melanggar aturan ini pasti dia akan mengalami suatu kejadian.

Sejak menjadi kuncen, sebutan untuk juru kunci, Mbah Dipo sudah berjanji akan melindungi seluruh warga yang tinggal di lereng Gunung Semeru. Bahkan, keselamatan mereka dijamin olehnya, agar tidak terkena musibah.

Mbah Dipo Telah Pergi

Kini, ketika Gunung Semeru mengalami erupsi lagi, Mbah Dipo telah tiada. Dia meninggal dunia pada tahun 2007 silam. Mirinya, meninggalnya Mbah Dipo disebabkan serangan penyakit aneh.

Nyawanya tak terselamatkan lantaran menolak untuk dirawat di rumah sakit terdekat. Mbah Dipo ogah dibawa keluarganya berobat karena yakin dokter yang memeriksanya tak akan menemukan penyakit apapun pada dirinya saat itu.

Mbah Dipo meninggal di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Jasadnya pun dimakamkan di tanah belakang rumahnya sendiri.

Tugas sebagai juru kunci Gunung Semeru kemudian digantikan oleh Eyang Putri Soeparti. Dia merupakan istri ketiga Mbah dipo yang ditunjuk langung melalui surat wasiat yang ditulis almarhum sebelum mengembuskan napas terakhirnya.