Desember 4, 2022
?>
Mak Nem yang jadi juru masak para tahanan Polrrs sejak 1970 (C) MERDEKA.COM

Mak Nem yang jadi juru masak para tahanan Polrrs sejak 1970 (C) MERDEKA.COM

Nama Mak Nem (72) mungkin sudah tak asing lagi bagi para tahanan di Polres Malang. Wanita bernama asli Kasinem itu sudah bekerja sebagai juru masak bagi para napi sejak tahun 1970 silam.

Nama Mak Nem (72) mungkin sudah tak asing lagi bagi para tahanan di Polres Malang. Wanita bernama asli Kasinem itu sudah bekerja sebagai juru masak bagi para napi sejak tahun 1970 silam.

Di bulan Ramadan seperti sekarang ini, seperti yang dilansir dari Merdeka.com, Mak Nem memiliki rutinitas yang sama, yakni memasak makanan untuk para tahanan di Polres Malang. Namun, jadwal masaknya yang mengalami perubahan, disesuaikan dengan jadwal makan sahur dan berbuka puasa.

Kesehariannya, Mak Nem membuat menu sahur dan berbuka puasa untuk tak kurang dari 70 tahanan di Polres Malang di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sejak pukul 12.00 WIB, nenek 10 cucu itu sudah memulai aktivitasnya. Kegiatannya dimulai dengan mengolah aneka bahan makanan yang sudah disiapkannya sejak pagi hari. Dibantu tiga orang kerabatnya, ia pun berbagi tugas untuk merajang, dan mengolah bahan makanan tersebut. Baru pada pukul 16.00 WIB, makanan yang matang itu mulai dibungkus dan harus langsung dikirimkan ke ruang tahanan Polres Malang yang berada sekitar 15 meter dari warung yang sekaligus sebagai tempat tinggalnya sehari-hari.

Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mulai pukul 00.00 WIB untuk menyiapkan makanan untuk sahur. Kali ini tinggal mengolah bahan masakan saja, karena bumbu-bumbu sudah disiapkan sejak sore tadi ketika menyiapkan makanan untuk berbuka. Kesibukan ini akan berakhir sekitar pukul 03.30 WIB. Sebelum ia makan sahur, Mak Nem sudah harus mengantarkan makan sahur untuk para tahanan ke sel.

Mak Nem mengaku ikhlas dalam menjalani segala rutinitas tersebut. Bahkan, sampai-sampai ia tidak punya waktu libur karena bekerja tujuh hari dalam seminggu sepanjang bulan Ramadan. Harapannya tentu apa yang dilakukannya itu menjadi sebuah amalan dan ibadah.

Untuk satu porsi makanan bagi para tahanan, Mak Nem mematok harga 10 ribu per bungkus. Harga tersebut sudah sesuai dengan budget yang disediakan oleh Polres Malang. Uang tersebut sudah lebih dari cukup untuk bertahan hidup di Kabupaten Malang.

Profesi unik sebagai juru masak di tahanan ini awalnya dijalaninya ketika Mak Nem membuka warung di dekat Polres Malang Kota yang saat itu kantornya masih berada di Jalan Salak (Jalan Pahlawan TRIP) Kota Malang. Ketika ditawari memasakkan makanan untuk Polresta Malang, tanpa ragu ia terimanya. Baru sekitar tahun 1986, Mak Nem dipindah ke Polres Malang di Kepanjen.

?>