Wisata Sejarah

situs watu gong ngalamco

Dalam rangka melindungi peninggalan-peninggalan bersejarah dan cagar budaya Di Kota Malang, pemerintah Kota Malang telah menetapkan 47 cagar budaya. Penetapan 47 cagar budaya ini dilakukan secara simbolis pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2022 di halaman Balai Kota Malang, Jumat (20/5/2022). Ada kurang lebih 9 dari 47 cagar budaya tersebut penetapannya diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Malang Sutiaji kepada instansi pengelola dan atau pemilik aset. Berikut ini daftar

Arca Ganesha Batu, Patung Terakhir yang Akan Dicuri

Kawasan Batu juga menyimpan serakan benda bersejarah. Ada yang sudah ditemukan, ada pula yang diperkirakan masih terpendam di dalam tanah. Salah satu benda yang sudah ditemukan adalah Arca Ganesha. Arca tersebut terletak di di Dusun Klereng, Torongrejo, Junrejo. Penemu arca tersebut adalah Rewang. Dia menuturkan jika Arca tersebut ditemukan di areal persawahan miliknya, dan pernah akan dibeli oleh seorang kolektor benda Purbakala. Namun, dirinya menolak dan memilih mempertahankan Arca tetap

Gapura Astana Karaeng Galesong

Astana Karaeng Galesong merupakan makam seorang pejuang Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan. Dikisahkan semasa hidupnya, Karaeng Galesong melakukan perlawanan di laut dengan gigih melawan penjajah Belanda saat VOC masih berkuasa, hingga akhirnya ‘terdampar’ di Malang. Sejatinya, Karaeng Galesong yang bernama lengkap I Maninrori I Kare Tojeng Karaeng Galesong adalah seorang laksamana angkatan laut Kerajaan Gowa. Galesong diyakini merupakan seorang pangeran putra dari Sultan Hasanuddin yang lahir dari rahim permaisurinya yang ke-4.

Candi Jago Tumpang

Situs candi Jago adalah salah satu candi peninggalan kerajaan Singhasari yang terletak di desa Jago, kecamatan Tumpang, sekitar 22 Km dari arah kota Malang. Pada awal mulanya, candi ini bernama Jayaghu dan merupakan salah satu candi pendarmaan atau makam bagi Maharaja Wisnuwardhana. Namun, jika dilihat dari bentuk arsitekturnya, candi ini memiliki unsur arsitektur dan pengaruh dari Majapahit. Hal ini bisa di telisik dari bukti sejarah bahwa pada tahun 1272 Saka