Dua Gempa Besar Pernah Mengguncang Malang Abad 19

Ada dua gempa besar yang pernah mengguncang Malang pada abad 19
Ada dua gempa besar yang pernah mengguncang Malang pada abad 19

Ternyata ada dua gempa besar yang pernah mengguncang wilayah Malang pada abad 19 atau tahun 1800-an. Bencana alam yang memporak-porandakan Malang yang kala itu belum resmi menjadi kota itu sempat tercatat di arsip sejarah.

Catatan gempa besar itu dapat ditelusuri melalui beberapa penelitian soal bencana kegempaan yang perah terjadi di Malang. Salah satunya adalah Indonesian’s Historical Earthquakes, terbitan Australian Government melalui Geoscience Australia. Terbitan itu bersumber dari catatan ahli-ahli geologi yang turut menjadi bukti penguat adanya peristiwa dua gempa tersebut.

Gempa pertama dicatat oleh sebuah buku berjudul Beknopte Beschrijving Van De Aardbeving; Die Het Eiland Java In Den Ochtend Van Den 10 Den Junij 1867 Heeft Geteisterd, yang ditulis oleh L Van Laar pada 1867. Disebutkan, gempa tersebut berkekuatan 7 MMI, dengan keterangan ‘stone building suffered heavy damage’ atau bangunan batu mengalami kerusakan berat.

Sementara itu, gempa kedua yang memiliki kekuatan 4 MMI mengguncang wilayah Malang pada 22 November 1818. Gempa ini dicatat dalam buku Die Erdbeden Indischen Archipels Von 1858 Bis 1877 yang ditulis oleh A Wichmann pada 1922 silam. Gempat ini memiliki keterangan ‘a weak shock was felt’ atau kejutan yang dirasakan lemah.

Sekadar untuk diketahui, skala MMI (Modified Mercalli Intensity) atau disebut juga skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Jangan Mengaku Anak Zaman Now Sebelum ke Infinity World Jatim Park 3

Wahana Infinity World Jatim Park 3 (C) ISTIMEWA
Wahana Infinity World Jatim Park 3 (C) ISTIMEWA

Anak zaman now biasanya punya hobi jalan-jalan atau nongkrong di tempat-tempat kekinian dengan label Instagram-able. Di Kota Batu sudah cukup banyak tempat yang demikian. Salah satunya adalah Infinity World yang merupakan salah satu wahana di Jawa Timur Park 3.

Memang, Jatim Park 3 didominasi oleh wisata keluarga dengan tema dinosaurus dan kehidupannya di masa lampau. Namun, di tempat rekreasi ini juga terdapat wahana-wahanan kekinian yang sengaja disediakan untuk anak-anak zaman now.

Infinity World merupakan wahana Jatim Park 3 yang mengusung konsep rumah kaca dengan berbagai tema. Wahana ini menonjolkan keunikan dari sisi efek cahaya yang menghasilkan permainan warna yang menakjubkan. Tak heran jika banyak kaum milenial yang berkunjung ke sini.

Infinity World total memiliki 13 spot menarik dengan tema yang berbeda. Ada time tamel, stretch maze, elektonase, sky walker, beach infinity, jungle bridge, wobbly, kebakaran, crazy shout, seribu cermin, plasma magic. kaleidoscope, dan galaxy garden.

Pihak Jatim Park Group sebagai pengelola Jatim Park 3 mengklaim Infinity World ini sebagai tempat yang pertama di Indonesia yang menyediakan hiburan semacam ini. Kalau di luar negeri wahana seperti ini ada di Australia dan Jepang.

Dalam setiap spot di wahana ini, Anda akan diajak untuk menembus batas ruang. Seperti pada spot Seribu Cermin misalnya, di mana Anda seolah akan berada di suatu tempat yang tidak terbatas. Bayangan diri sendiri akan terlihat pada banyak cermin yang ada di ruangan tersebut, seolah-olah Anda membelah diri menjadi puluhan, bahkan ratusan.

Untuk masuk ke wahana satu ini, Anda akan dikenai tiket tambahan. Cukup dengan uang 30 ribu rupiah per orang, Anda sudah bisa menikmati segala atraksi pencahayaan yang ada di Infinity World.

Jatim Park 3 sendiri berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Tempat rekreasi keluarga ini buka setiap harinya mulai pukul 11.00-22.00 WIB. Tiket masuknya cukup murah, yakni 75 ribu rupiah (Weekday) dan 110 ribu rupiah (Weekend). Ada Paket Weekend (Dino park dan The legend star) seharga 170 ribu rupiah, dan Paket Weekday (Dino park, The legend star dan Galeri musik dunia) seharga sama 170 ribu rupiah.

Malang yang Malang, Pemimpinnya Tersangka Korupsi, Aremanya Disanksi

    Malang yang Malang (C) PROKOTA
    Malang yang Malang (C) PROKOTA

    Malang yang Malang. Dalam kurun waktu satu tahun, ‘bencana’ mendera warga Malang Raya. Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga pemimpin Malang Raya, mulai dari Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, serta pejabat-pejabat dinas dan DPRD, sebagai tersangka korupsi, giliran Arema FC, klub kebanggaan Aremania dan Arek Malang yang disanksi berat oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

    Pada September 2017 lalu, Walikota Batu non-aktif, Eddy Rumpoko divonis tiga tahun penjara serta denda 300 juta rupiah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, sekaligus mencabut hak politiknya selama lima tahun sejak dihukum. Pria yang akrab disapa ER itu lolos dari dakwaan primer dan dinyatakan tak bersalah, namun terbukti bersalah melanggar pasal 11 UU Tipikor sebagaimana dakwaan subsider jaksa penuntut umum.

    Sebetulnya, jaksa menuntut terdakwa melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jaksa KPK sempat menuntut Eddy dengan hukuman penjara selama delapan tahun dan denda 600 juta rupiah, subsider enam bulan kurungan.

    Eddy terjerat kasus ini setelah terkena operasi tangkap tangan (OTT) ala KPK di rumah dinasnya pada pertengahan September 2017. ER diduga menerima suap berupa mobil merek Toyota New Alphard senilai 1,6 miliar rupiah dari pengusaha Filiphus Djap.

    Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan juga turut terlibat, sehingga jaksa menuntutnya dengan hukuman enam tahun penjara. Eddi disangka menerima suap dari pengusaha Filipus Djap senilai 100 juta rupiah sebelum KPK melakukan OTT kepada Eddy Rumpoko, 16 September 2017. Filipus sendiri juga dijatuhi vonis hukuman penjara selama dua tahun.

    Berikutnya, giliran Balai Kota Malang yang “diobok-obok” oleh KPK. 2. Wali Kota Malang non-aktif, Moch Anton divonis dua tahun penjara, dalam kasus suap pembahasan APBD-perubahan tahun 2015. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK. Anton juga harus membayar denda uang 100 juta rupiah, subsider kurungan empat bulan sejak 10 Agustus 2018 lalu. Pria yang akrab disapa Abah itu juga dicabut hak politiknya selama dua tahun, terhitung sejak bebas.

    Anton yang terpilih menjadi Wali Kota Malang untuk periode 2013-2018 disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. Anton diputuskan bersalah memberi hadiah atau janji kepada ketua DPRD dan 41 anggota DPRD Kota Malang.

    Mantan Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono juga tak luput dari kasus yang menimpa Anton. Arier divonis lima tahun penjara terkait kasus suap pembahasan APBD-perubahan tahun 2015 serta denda sebesar Rp 200 juta, dengan catatan jika tidak dibayar harus diganti dengan hukuman selama dua bulan. Hak politiknya pun dicabut selama dua tahun, sejak hukuman itu berlaku.

    Selain sang ketua, tak ketinggalan pula total 41 anggota DPRD Kota Malang yang diduga menerima gratifikasi dari mantan Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono dan suap dari Wali Kota Malang non-aktif Moch Anton juga terjerat KPK. Hingga kini mereka tengah ditahan dan menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

    Nilai gratifikasi ini bervariasi, mulai dari 12,5 juta, 15 juta, hingga 17,5 juta rupiah per orang. Nominal itu tergantung dari jabatan mereka sebagai pimpinan, ketua fraksi, ketua komisi, ketua badan perlengkapan, atau sekadar anggota dewan. Para mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 itu disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    Penetapan status tersangka ke-41 anggota DPRD ini tidak dilakukan seketika, namun bertahap. Pertama, ditetapkan dulu 18 orang, yakni Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Suprapto, Mohan Katelu, Slamet, M Zaenuddin, Wiwik Hendri Astuti, Heri Puji Utami, Abdulrachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiharti, Sukarno, dan Yaqud Ananda Gudban. Berikutnya ada 22 anggota DPRD lainnya yang terjerat, yaitu Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Choeroel Anwar, Suparno Haduwibowo, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjahyono, Een Ambarsari dan Bambang Triyoso, Diana Yanti, Sugiarto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, dan Ribut Harianto.

    Lalu, Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang, Jarot Edy Sulistyo turut terciduk. Ia divonis dua tahun delapan bulan penjara serta denda sebesar 100 juta rupiah, subsider kurungan tiga bulan. Sebelumnya, Jarot diduga telah melakukan suap kepada mantan Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono untuk memuluskan pembahasan P-APBD tahun anggaran 2015, yang melibatkan dana berkisar hingga 700 juta rupiah.

    Malang yang Malang, kemalangan itu tak berhenti sampai di Kota Batu dan Kota Malang saja. Awal Oktober 2018 giliran Kabupaten Malang yang disambangi KPK. Bupati Malang, Rendra Kresna disangka menerima gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011. Status itu melekat padanya usai dilakukan penggeledahan terhadap Kantor Bupati Malang, Pendopo Kabupaten Malang, rumah dinas, rumah pribadi, hingga kantor-kantor dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. KPK hingga saat ini masih terus menyelidiki kasus DAK tahun 2011 di Kabupaten Malang yang menyeret Rendra.

    Petaka rupanya tak hanya menimpa Rendra yang juga Presiden Kehormatan klub Arema FC. Manajemen klub yang berhome base di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu pun baru saja terkena sanksi berat sebagai buntut dari insiden-insiden yang mewarnai laga menjamu Persebaya Surabaya di pekan ke-24 Liga 1 2018, 6 Oktober 2018 lalu.

    Mereka dilarang bermain dengan didampingi suporter dalam sisa laga kandang dan tandang hingga akhir musim kompetisi Liga 1 2018. Praktis, Aremania sebagai pendukung setia harus berpuasa tak datang ke tribun stadion hingga kompetisi musim depan dimulai kembali. Selain itu denda 100 juta rupiah juga harus mereka bayarkan.

    Sanksi berat lainnya dilayangkan untuk dua suporter Arema. Yuli Sumpil yang dianggap melakukan provokasi dengan masuk ke dalam lapangan saat jeda turun minum dijatuhi hukuman dilarang masuk ke dalam stadion mana pun di wilayah Indonesia seumur hidup. Hukuman yang sama diberikan pula pada Fandy yang disangka menyobek bendera bergambar logo Persebaya di momen yang sama.

    Kue Jemblem Riwayatmu Kini

    kue jemblem
    Merindukan kue satu ini? Foto: ResepOnline.Info

    Beberapa kue tradisional yang susah untuk ditemukan lagi membuat kita cukup sedih, selain karena rasanya yang enak dan tidak tergantikan, tentu kue-kue tersebut menyimpan memorinya tersendiri. Seperti Kue Jemblem yang empuk, di dalamnya terdapat gula merah, berbentuk bulat dan sangat enak jika disajikan saat hujan selagi hangat bersama teh hangat. Namun saat ini Kue Jemblem tak lagi bisa ditemukan seperti dulu, sangat jarang yang menjualnya.

    Kue Jemblem bukan kue yang hanya dari adonan tepung saja, namun bahan dasarnya adalah adonan singkong basah yang diparut, digiling halus lalu dibentuk bundar. Diisi dengan gula merah dan digoreng hingga berwarna coklat keemasan. Kue ini terkenal dengan harganya yang murah meriah namun mengenyangkan. Tentu saja mengenyangkan, pasalnya di dalam singkong terdapat kadar glukosa yang tinggi dari gula merah dan karbohidrat yang tinggi dari singkong. Memakan dua jemblem saja mungkin bisa membuat Anda kenyang beberapa waktu.

    Harga dari Kue Jemblem memang terbilang begitu murah, bila dijual sekarang sekitar Rp500-Rp1.000. Tapi saat tahun 1970-an dahulu, satu butir kue ini hanya dijual dengan harga Rp25 saja lho! Kue ini tak akan pernah absen dari kantin sekolah, selain enak dan mengenyangkan, tentu karena harganya begitu murah.

    Tak perlu sedih, Anda juga bisa membuat Kue Jemblem di rumah jika terlalu susah menemukannya dengan resep di bawah ini:

    Bahan untuk kue jemblem:

    • 500 gram singkong parut
    • 100 gram kelapa parut kasar
    • 1/2 sendok teh garam
    • 1/8 sendok teh vanili bubuk
    • 75 gram gula merah sisir untuk isi
    • minyak untuk menggoreng

    Cara membuat

    • Aduk rata singkong, kelapa parut, garam, dan vanili bubuk. Aduk rata.
    • Ambil sedikit campuran singkong. Beri gula merah.
    • Bentuk lonjong sambil dipadatkan.
    • Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan diatas api sedang sampai matang dan kuning kecokelatan.
    • Untuk 17 buah

    Selamat mencoba dan menikmati di rumah bersama keluarga!

    Kue Mangkok Tak Lekang Oleh Waktu

    kue mangkok
    Menikmati lembutnya Kue Mangkok. Foto ;http://mamatamy.blogspot.co.id/

    Tampak seperti kue kukus yang empuk dengan dominan warna putih dengan coklat atau merah muda, kue satu ini termasuk kue tradisional yang tak lekang oleh waktu. Ya, kue mangkok namanya, kue yang cukup mudah ditemukan di berbagai toko kue baik modern hingga tradisional. Mudahnya cara pembuatan, cantik dari mekarnya kue tersebut dan tentunya rasanya yang enak tak heran jika kue ini tetap ada hingga saat ini.

    Kue yang berbahan dasar tepung beras, tepung terigu dan tapai singkong ini dimasak dengan cara dikukus. Disebut kue mangkok karena bentuknya yang seperti mangkok dan mekar di atasnya. Kue ini termasuk kue basah yang populer di Indonesia, di berbagai daerah ada, pun dengan di Malang.

    Kue ini datang dari Tiongkok Selatan dan mengalami indigenisasi atau disesuaikan dengan lidah dan selera orang Idonesia. Saat ini pun sering ada dalam setiap pesta ulang tahun atau berbagai pertemuan warga. Bahkan di Bali, kue mangkok digunakan sebagai hiasan sesajian. Warna-warna yang menarik lah yang membuat Kue Mangkok ini terlihat cantik untuk sebagai pemanis.

    Bila Anda ingin menikmati cemilan di pagi hari dengan teh tawar, kue mangkok ini tentu siap menjadi teman. Cocok juga untuk sajian tamu, bentuk dan warnanya yang cantik akan membuat kue ini terlihat begitu cantik dan cocok meski termasuk kue basah dan kue tradisional.

    Universitas Gajayana (Uniga) Malang dan Sejarahnya

    Universitas Gajayana (Uniga) Malang yang ada di Kelurahan Merjosari (C) INFOKAMPUS
    Universitas Gajayana (Uniga) Malang yang ada di Kelurahan Merjosari (C) INFOKAMPUS

    Universitas Gajayana (Uniga) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berdiri di Malang. Didirikan oleh Yayasan Pendidikan Gajayana, kampus ini sempat jatuh bangun dalam perjalanan sejarahnya, hingga kini.

    Keberadaan Universitas Gajayana ini dimulai dari pendirian sebuah Akademi Manajemen Perusahaan dan Akuntasi Malang pada tahun 1980 oleh Yayasan Pendidikan Gajayana. Tak butuh waktu lama, tepatnya empat tahun kemudian, akademi tersebut mengalami peningkatan status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gajayana Malang. Dua tahun berselang, tepatnya pada 28 Oktober 1986, kampus ini pun kembali berubah statusnya menjadi Universitas Gajayana, dan bertahan hingga sekarang.

    Sejak terbentuk menjadi universitas, Uniga memiliki tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan Informatika, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memiliki Program Studi Akuntansi, Program Studi Manajemen, dan Program Studi Ekonomi Pembangunan-Perbankan. Sementara Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) mempunyai Program Studi Teknik Elektro, Program Studi Teknik Mesin, dan Program Studi Sistem Informasi. Sedangkan Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) terdiri dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Psikologi, dan Program Studi Ilmu Komunikasi. Selain itu terdapat pula Program Pascasarjana, yaitu Program Magister dan juga Program Profesi Akuntansi (PPA).

    Kampus yang memiliki semboyan We Give the Best ini terus melakukan langkah untuk mewujudkan visi Universitas Gajayana Malang yang mengedepankan pelayanan terbaik bagi mahasiswa. Mereka ingin mengantarkan mahasiswa mempunyai daya saing yang tinggi. Komitmennya adalah memberikan pelayanan terbaik bagi mahasisawa, selalu melakukan inovasi proses pembelajaran, sarana dan prasarana pendidikan untuk mencapai keunggulan kompetensi lulusan.

    Pihak kampus mendisain kurikulum berbasis kompetensi yang adaptif dengan tuntutan stakeholders untuk meningkatkan proses belajar-mengajar. Sementara itu, untuk menjaga mutu lulusan, dibentuk pula tim Penjaminan Mutu dan Audit Akademik Internal. Selain itu, ada langkah untuk menambah kelengkapan sarana bagi ajang pengasahan bakat, minat dan kreatifitas mahasiswa serta didukung oleh tenaga pengajar yang mayoritas bergelar S2 dan S3. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah pengadaan gedung kuliah yang representatif, perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap terbitan terbaru, laboratorium Bahasa Inggris, laboratorium komputer dan internet hotspot area, serta tersedianya Asrama Mahasiswa, Poliklinik, dan sarana pengembangan bakat/minat mahasiswa.

    Uniga memiliki Organisasi Kemahasiswaan, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mulai dari Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KAPA’85), Resimen Mahasiswa (SATMENWA 872/VWC), Lembaga Dakwah Kampus (LDK An-Nur), Teater NISBI, Korps Sukarela (KSR-PMI) Unit UNIGA Malang, Gajayana Photografi (G-phoc), Gajayana Music Club (GMC), Paduan Suara (PARAVEGA), hingga Unit Aktivitas Olahraga (UNAOR UNIGA Malang). Ada pula sembilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), sesuai dengan nama jurusan di kampus ini, yakni Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAPRODI-M), Komunitas Studi Akuntansi (KSA), Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI), Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris (HIMASTRA), Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMPSIKO), Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM), Himpunan Mahasiswa Elektro (HME), Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMKOMUNIKA), dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan-Perbankan (HIMEP).

    Universitas Gajayana berada di Jalan Mertojoyo Blok L, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasinya cukup strategis berada di kompleks pendidikan. Di sekitar kampus ini terdapat pula Universitas Brawijaya Malang (UB), Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, dan Institut Teknologi Nasional (ITN).

    Kisah Pengkhianatan Warnai Sejarah Desa Jambuwer Kromengan

    Balai Desa Jambuwer lawas sebelum dipugar (C) BLOG DESA JAMBUWER
    Balai Desa Jambuwer lawas sebelum dipugar (C) BLOG DESA JAMBUWER

    Desa Jambuwer merupakan salah satu desa di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang yang punya sejarah panjang sejak era VOC menguasai Nusantara. Menariknya, ada kisah pengkhianatan yang mewarnainya. Seperti apa kisahnya?

    Dalam laman resmi Desa Jambuwer, https://desajambuwer.wordpress.com/ diceritakan bahwa pada tahun 1857, wilayah desa tersebut merupakan kediaman sekelompok orang perantau. Tempat tersebut dulunya masih berupa hutan belantara yang sangat lebat. Suatu ketika datanglah enam orang dari daerah barat. Mereka adalah Mbah Demoen, Mbah Giso, Mbah Senen, Mbah Goneng, Mbah Koilah, dan Mbah Prodjo.

    Tujuan keenam orang ini ingin membuka hutan belantara alias babat alas agar bisa digunakan sebagai daerah pemukiman dan lahan pertanian. Setelah itu, mereka menempati daerah tersebut. Sebelum dinamakan Jambuwer, daerah pemukiman dan pertanian itu disebut Darungan. Artinya adalah tempat tinggal para perantau (berasal dari kata ndarung, yang berarti merantau).

    Mereka pun melanjutkan babat alas dan kemudian menanami lahan yang sudah dibuka itu dengan tanaman-tanaman untuk kebutuhan makanan sehari-hari. Tempat tersebut akhirnya mereka jadikan ladang untuk bercocok tanam. Lama-kelamaan, penduduk Darungan semakin banyak. Mereka datang dari berbagai daerah dan bermukim di sana. Tanah yang dibabat alas pun semakin meluas.

    Salah seorang pendatang ada yang bernama Gobro yang berasal dari Kepanjen. Ia yang kemudian mengusulkan kepada pemerintah Desa Kromengan agar Darungan bisa dijadikan sebuah pedukuhan dan digabungkan dengan pemerintahan Desa Kromengan. Usulan yang diajukan pada tahun 1861 itu pun diterima, sehingga Darungan menjadi sebuah pedukuhan yang dinamakan Jambuwer.

    Sejak saat itu, Dukuh Jambuwer saat itu masuk dalam Desa Kromengan, Kecamatan Sumberpucung. Gobro juga kemudian diangkat menjadi Kamituwo di Dukuh Jambuwer tersebut hingga tahun 1867. Nama Jambuwer dipilih lantaran di kawasan tersebut dahulunya sebelum dibabat alas banyak terdapat pohon jambu air (orang Jawa menyebutnya Jambuwer atau Klampok).

    Masih dilansir dari laman yang sama, Mbah Kemis (Tukimun) yang merupakan kakek dari warga Jambuwer, Eduard Gatot Pramudji adalah anak dari Mbah Senen (satu dari enam orang yang babat alas di sana). Diceritakannya, mereka berenam datang ke Malang Selatan dari Desa Begelen, Kulon Progo, Yogjakarta. Mbah Senen ini merupakan keluarga prajurit Mataram yang konon tidak mau setia kepada raja yang baru di kerajaan tersebut lantaran berpindah dari Hindu/Budha ke Islam. Kekecewaan membuat mereka melakukan semacam bedol desa. Oleh penjajah Belanda, rombongan ini diarahkan agar ikut babat alas di hutan Malang Selatan. Rombongan Mbah Senen dominan di Glagaharum dan Putukmiri, sedangkan eyang buyut dari ibu dominan di Jambuwer lor pasar (utara pasar) sampai etan-kali (timur sungai).

    Javanine Sajikan Kuliner Khas Jawa Nan Elegan

    Suasana mewah nan elegan di Javanine (C) FOOD FOODY
    Suasana mewah nan elegan di Javanine (C) FOOD FOODY

    Anda penggemar kuliner khas Jawa? Ingin menyantapnya dengan nuansa restoran yang elegan di Kota Malang? Datang saja ke Javanine, maka dijamin Anda akan mendapatkan apa yang diinginkan.

    Javanin sangat berbeda dengan tempat makan lain yang menyajikan menu makanan khas Jawa. Kalau biasanya tempat lain itu identik dengan konsep ruangan yang didominasi unsur-unsur tradisional dan kuno, maka tidak demikian dengan Javanine.

    Javanine ini menggabungkan antara konsep restoran dan kafe. Mereka mengusung konsep modern dan elegan. Jadi, di sini Anda bisa mengadakan makan bersama keluarga dan pasangan, atau sekadar nongkrong dan ngopi bersama teman-teman.

    Kalau dilihat dari penampakan interiornya, Javanine dominasi unsur kayu, dari lantai maupun furnitur-furniturnya. Ruangannya pun cukup luas dengan desain simple, namun berkesan mewah. Ada aksen taman vertikal pula yang tampak di salah satu sisi dinding yang pastinya menambah kesan lebih menyegarkan.

    Meskipun menu yang disajikan adalah makanan tradisional khas Jawa, namun Javanine menyajikannya dengan sangat cantik dan fancy. Menu andalan di sini adalah Nasi Bebek Crispy yang penyajiannya dilengkapi tiga jenis sambal (bawang, ijo, dan terasi). Anda harus menyicipi pula Nasi Buk Madura dan Semur Lidah Sapi yang sama-sama direkomendasikan. Untuk minumannya, di sini tersedia Es Teler Durian yang menjadi ikon.

    Setiap menu di sini dibandrol dengan harga berkisar antara 20 ribu rupiah hingga 80 ribu rupiah. Dengan citarasa dan suasana mewah nan elegan yang ditawarkan, rasanya harga segitu cukup sebanding.

    Javanine terletak di Jalan Pahlawan Trip A5, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Anda bisa datang ke sini setiap hari, buka mulai pukul 11.00 hingga pukul 22.00 WIB. Untuk reservasi tempat, Anda bisa menghubungi nomor telepon (0341) 557 989.

    Beredar Peta Crazy Rich Malang di Media Sosial

      Peta Crazy Rich Malang yang beredar di Media Sosial (C) MIRZA FANNY ABDILLAH
      Peta Crazy Rich Malang yang beredar di Media Sosial (C) MIRZA FANNY ABDILLAH

      Baru-baru ini muncul film Crazy Rich Asians yang diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Kevin Kwan yang cukup menhebohkan dunia. Bahkan, kemudian demam film bergenre drama komedi romantis itu menjalar ke Indonesia dengan memunculkan istilah-istilah Crazy Rich sesuai dengan nama daerah masing-masing, tak terkecuali Crazy Rich Malang, di media sosial.

      Setelah muncul istilah Crazy Rich Kalimantan, Crazy Rich Jakartan, Crazy Rich Surabayan, dan lain-lain, giliran mencuatnya Crazy Rich Malang. Istilah itu diunggah di media sosial dalam bentuk peta Kota Malang. Dalam gambar yang diunggah itu, Kota Malang terbagi menjadi 14 daerah, di mana ada tiga daerah yang dinyatakan sebagai tempat tinggal Crazy Rich Malang.

      Ke-14 daerah dalam peta Crazy Rich Malang itu disebutkan dengan bahasa yang unik-unik (ada campuran Bahasa Inggris, Indonesia, Jawa, dan Malangan). Sebut saja Sanan Soy Bean (sebagai penghasil tempe di Kota Malang), Sawojajar Labirin Republik (siapa yang tidak pernah tersesat di sini, hebat!), Nahelop City Hardcore (sebutan untuk Polehan), Military Basis (sebutan untuk Rampal), Suhat Ruko City (sebutan untuk Jalan Soekarno-Hatta yang penuh oleh ruko), Republik Rakyat Brawijaya (sebutan untuk daerah seputar kampus UB), Nukus Kingdom (sebutan untuk wilayah Sukun), AS Roma (sebutan untuk daerah Rombengan Malam yang ada di timur Pasar Besar Kota Malang), Macet ndek ndi-ndi (macet di mana-mana) (sebutan untuk wilayah pusat kota, Alun-alun Malang dan sekitarnya), Kulakan Sayur, Yu? (sebutan untuk Pasar Induk Gadang), dan Sawah Adalah Kuntji (sebutan daerah timur ke selatan Kota Malang yang masih hijau penuh oleh sawah).

      Sementara itu, daerah khusus hunian bagi para Crazy Rich Malang ada di tiga wilayah, yakni Crazy Rich Araya (Perum Kota Araya) di Kota Malang bagian timur, Crazy Rich Permata Jingga (Perum Permata Jingga) di Kota Malang bagian utara, dan Crazy Rich Villa Puncak Tidar (Perum Villa Puncak Tidar) di Kota Malang bagian barat.

      Selain itu, yang tak kalah uniknya, dalam peta Crazy Rich Malang itu terdapat pula istilah Mabes Tayo yang tersebar di tiga titik. Tayo adalah serial kartun anak-anak yang tayang di RTV, di mana tokoh utamanya bernama Tayo merupakan sebuah bus kecil. Sudah bisa ditebak, daerah dalam peta yang disebut Mabes Tayo itu sejatinya adalah terminal. Ya, Mabes Tayo #1 adalah Terminal Arjosari yang ada di Kota Malang bagian utara, Mabes Tayo #2 adalah Terminal Landungsari yang ada di Kota Malang bagian barat, dan terakhir Mabes Tayo #3 adalah Terminal Hamid Rusdi yang ada di Kota Malang bagian selatan.

      Kenangan Pos Lantas Karanglo yang Tergusur Proyek Jalan Tol Malang-Pandaan

      Pos Lantas Karanglo yang penuh 'kenangan pahit' dari pengendara yang tidak taat lalu lintas (C) AYIK AJA
      Pos Lantas Karanglo yang penuh 'kenangan pahit' dari pengendara yang tidak taat lalu lintas (C) AYIK AJA

      Proyek pembangunan jalan tol Malang-Pandaan (Mapan) ternyata ‘memakan korban’ satu Pos Lantas Karanglo yang terpaksa harus dibongkar, Kamis (27/9/2018) lalu. Pos polisi lalu lintas yang tepat berada di pertigaan Karanglo itu ternyata menyimpan banyak ‘kenangan pahit’ bagi sebagian warga Malang Raya yang pernah melintas di jalan tersebut.

      Pos Lantas Karanglo yang dulunya berdiri gagah di sebelah lampu lalu lintas dari arah utara itu kini telah dirobohkan. Beberapa bagian dinding dijebol, bahkan kabarnya akan diratakan dengan tanah lantaran lahannya masuk dalam area terdampak proyek jalan tol Malang-Pandaan.

      Untuk sementara, kegiatan para polisi anggota Satlantas yang harus stand by dalam mengatur lalu lintas di daerah tersebut ‘diungsikan’ ke pos lantas sementara. Pos baru yang terletak tak jauh dari pos lama yang dirobohkan itu terbuat dari container besi. Tampak ada dua buah container besi yang bentuknya sengaja dibuat menyerupai pos. Di dalamnya sudah terpasang AC agar sirkulasi udara lebih lancar. Apalagi di bagian atas container besi ini juga sudah diberi pelapis plastik. Segala inventaris di pos lama juga sudah dipindahkan ke pos sementara ini demi tidak menghambat kinerja anggota Satlantas yang bertugas di sini.

      Pembongkaran Pos Lantas Karanglo ini juga sempat diunggah ke grub Facebook Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang) oleh akun bernama Ayik Aja. Postingan itu pun memancing ratusan komentar dari warganet. Kebanyakan justru berkomentar bernada curhat mengenai ‘kenangan pahit’ mereka saat melintas di depan pos lama yang dibongkar itu.

      “Semangat to polisi Karanglo, akhirnya dapat giliran juga dibongkar jalan toll, penuh dengan kenangan… Perlunya disiplin,” tulis akun Ayik Aja.

      Ya, dari beberapa komentar menyebutkan jika di depan Pos Lantas Karanglo yang dirobohkan itu kerap diadakan razia kendaraan bermotor oleh Satlantas yang bertugas. Banyak sudah warga Malang Raya yang menjadi ‘korban’ tilang lantaran tidak disiplin dalam berkendara, baik dalam melengkapi surat-suratnya dalam berkendara maupun melanggar aturan atau rambu lalu lintas lainnya.

      “Aku kenek peng 5 ndek kunu (Saya kena tilang lima kali di situ),” tulis akun bernama Nanang Kurniawan.

      “Aq ditahan wingi ane luur gra” seminggu ktilang 3x… Alhmdulillah saiki dibongkar (Saya ditahan beberapa hari lalu, gara-gara dalam seminggu kena tilang tiga kali, Alhamdulillah sekarang sudah dibongkar,” tambah akun bernama Toni.

      Nantinya, rencananya akan dibangun Pos Lantas Karanglo yang baru di lokasi yang masih belum ditentukan. Yang jelas letaknya tidak jauh dari lokasi pos lantas yang lama, dan berdiri di atas lahan PT Jasa Marga selaku penanggung jawab proyek jalan tol Malang-Pandaan.

      STAY CONNECTED

      967FansSuka
      196PengikutMengikuti
      57PengikutMengikuti

      POPULER