Hotel Tugu Malang Masuk 20 Hotel Terbaik Asia

Hotel Tugu Malang Masuk 20 Hotel Terbaik Asia (C) PEGIPEGI
Hotel Tugu Malang Masuk 20 Hotel Terbaik Asia (C) PEGIPEGI

Hotel Tugu Malang yang terletak di jantung kota dinobatkan masuk 20 hotel terbaik Asia versi Conde Nast Traveler Readers ‘Choice Awards 2019. Ajang bergengsi tersebut memasuki gelaran yang ke-32 di tahun 2019 ini.

Untuk gelaran tahun ini, penghargaan tersebut mencatat angka lebih besar dari gelaran sebelumnya. Tercatat, ada 10 ribu hotel, resort dan spa se-Asia yang menjadi nominasi. Mereka dipilih oleh total 600 ribu pemilih terdaftar.

Dilansir dari Radar Malang, Managing Director dari grup Tugu Hotels & Restaurants, Lucienne Anhar merasa terhormat dan terharu menanggapi terpilihnya Hotel Tugu Malang ke dalam 20 hotel terbaik Asia ini.

“Kami merasa terhormat dan terharu para pembaca telah memilih Hotel Tugu Malang. Misi kami adalah menyuarakan ke dunia, mengenai sejarah yang luar biasa dan keanekaragaman budaya Indonesia melalui desain dan pengalaman yang hanya dapat ditemukan di sini,” kata Lucienne.

Menurutnya, prestasi ini diraih karena Hotel Tugu Malang telatenan memperkuat esensi keramahtamahan khas Indonesia yang dibalut layanan serta fasilitas standar hotel bintang 5. Selain itu, hotel yang berada dekat dengan pusat pemerintahan Balaikota Malang ini mengedepankan estetika ke-Indonesiaan, dengan ratusan koleksi barang antik dari keluarga pemilik. Barang-barang itu bernilai tinggi lantaran dipengaruhi oleh Babah Peranakan Jawa (budaya campuran berusia ratusan tahun antara imigran Cina di Jawa dan penduduk asli Jawa).

Hotel Tugu Malang juga kerap menjadi tuan rumah tempat menginapnya para presiden Indonesia, tokoh dunia dalam politik dan hiburan yang kebetulan berkunjung ke Kota Malang.

Hotel ini memang kerap mendapatkan predikat sebagai salah satu hotel terbaik dan paling unik di dunia. Terbukti, penghargaan ‘Certificate of Excellence’ selama delapan tahun berturut-turut yang didapat Hotel Tugu Malang.

Berlokasi di Jalan Tugu No. 3, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Hotel Tugu Malang menghadap ke arah Monumen Tugu dan taman kolam teratai yang indah. Menawarkan 49 kamar, empat restoran, serta lima ruang serbaguna, Anda bakal mendapatkan perpaduan romatisme budaya dengan kecanggihan fasilitas masa kini di hotel tersebut.

“Hotel Tugu Malang bukan sekadar hotel namun merupakan destinasi tersendiri yang paling esensial dalam mengalami kekayaan keindahan sejarah Jawa,” pungkasnya.

Wisata Desa Kaki Langit Sumberbrantas Batu

Wisata Desa Kaki Langit Sumberbrantas Batu (C) MALANGVOICE
Wisata Desa Kaki Langit Sumberbrantas Batu (C) MALANGVOICE

Wisata Desa Kaki Langit Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang diresmikan November 2018 menjadi tujuan baru bagi wisatawan. Kampung wisata ini mengedepankan ciri khas sebagai desa penghasil kentang terbaik se-Jawa Timur.

Desa Sumberbrantas, Kota Batu ini terletak di ketinggian mencapai 1200-1500 Mdpl (meter di atas permukaan laut). Suhunya sehari-hari berkisar antara 9-20 derajat selsius.

Dari Wisata Desa Kaki Langit Sumberbrantas ini, Anda bisa melihat pemandangan alam berupa pegunungan yang indah. Apalagi ketika menjelang maghrib, kabut tebal yang menyelimuti desa yang dipenuhi hamparan perkebunan sayur, tentu menambah menarik suasana.

Di Wisata Desa Kaki Langit Sumberbrantas ini Anda bisa merasakan kehidupan menjadi warga kampung seutuhnya. Anda akan mendapatkan pembelajaran mengenai kehidupan bercocok tanam di kebun kentang granola. Anda pun dapat menikmati kentang bakar bersama warga dalam tradisi nunu (membakar) kentang.

Perjalan paket wisata di Desa Sumberbrantas ini dimulai dengan kunjungan di tempat pembibitan kentang khas Sumberbrantas. Lalu, perjalanan dilanjutkan dengan menikmati pesona kebun bunga pancawarna atau bunga bokor yang dikenal dengan hortensia milik warga. Kemudian, pengunjung diajak menengok Omah Lawas milik warga lokal yang menyajikan sensasi tersendiri, masih dengan suguhan kentang bakar.

Anda tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menikmati paket wisata di Desa Kaki Langit Sumberbrantas tersebut. Cukup membayar 190 ribu rupiah saja, maka semuanya sudah bisa Anda dapatkan.

Kecamatan Singosari Ditetapkan Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

Kecamatan Singosari Ditetapkan Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (C) TRAVELDETIK
Kecamatan Singosari Ditetapkan Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (C) TRAVELDETIK

Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ketetapan itu diambil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penetapan Kecamatan Singosari sebagai kawasan ekonomi khusus itu sendiri tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019, tentang Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari. Peraturan Pemerintah itu ditangdatangani pada 27 September 2019 lalu oleh Presiden Jokowi.

Dalam peraturan tersebut, diterangkan luas KEK Kecamatan Singosari mencapai 120,3 hektare. Jika dijabarkan lebih lanjut, kawasan ekonomi khusus tersebut terdiri dari dua zona, pariwisata dan pengembangan teknologi.

Presiden Jokowi menyatakan dalam peraturan pemerintah itu penetapan dilakukan dalam rangka mempercepat pembangunan perekonomian kawasan Kabupaten Malang. Selain itu, penetapan ini juga untuk menunjang percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional.

Presiden Jokowi menetapkan Kecamatan Singosari sebagai kawasan ekonomi khusus bukannya tanpa alasan. Disebutkan, alasan utamanya karena daerah tersebut memiliki banyak keunggulan geoekonomi. Dilihat dari sisi lokasi, Singosari cukup strategis, lantaran letaknya dekat dengan Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak serta terkoneksi dengan ruas Tol Pandaan-Malang.

Selain itu, populasi Malang Raya yang besar dan mempunyai keunggulan indeks pembangunan manusia di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur juga menjadi alasan lain penetapan Kecamatan Singosari sebagai kawasan ekonomi khusus. Hal ini tentunya akan menjadi modal pengembangan sumber daya manusia yang sangat potensial, khususnya pengembangan ekosistem digital dan ekonomi kreatif.

Selamat untuk warga Singosari.

Joko Unthuk, Putra Bungsu Roro Anteng dan Joko Seger (2)

Joko Unthuk, Putra Bungsu Roro Anteng dan Joko Seger (C) BERITAGAR
Joko Unthuk, Putra Bungsu Roro Anteng dan Joko Seger (C) BERITAGAR

Joko Unthuk atau nama aslinya Dewa Kusuma, dikorbankan oleh kedua orang tuanya Roro Anteng dan Joko Seger. Ia diceburkan ke Kawah Bromo untuk menebus janji yang diucapkan keduanya kepada Dewa ketika berdoa meminta keturunan.

Ketika dicebutkan ke kawah, sebelum tubuh Dewa Kusuma menyentuh permukaan kawah, ia pingsan. Saat tercebur di kawah, tubuhnya mengapung di atas air kawah Bromo. Ajaibnya, ia tidak hangus oleh panasnya kawah Gunung Bromo. Ternyata di dalam kawah Bromo tersebut ada terowongan yang ujungnya berada di daerah Winongan, Pasuruan. Tubuh Dewa Kusuma yang sedang pingsan, terbawa arus air, masuk terowongan dan akhirnya muncul di sebuah sumber air di Winongan. Kebetulan saat itu ada seorang empu bernama Empu Sakti datang ke tempat itu bersama seorang pembantunya bernama Ki Macan Loreng. Tubuh Dewa Kusuma yang sedang pingsan langsung diambil dan dibawa pulang.

Sesampai di rumah, Dewa Kusuma berhasil dibangunkan oleh Empu Sakti. Setelah siuman, ia ditanya oleh Empu Sakti. “Anak tampan, siapakah namamu dan dari mana asalmu?”

Dewa Kusuma menjawab, “Nama saya Dewa Kusuma atau Dewata Kusuma. Ibu saya bernama Roro Anteng dan ayah saya bernama Joko Seger. Mereka tinggal di Bromo.”

“Mengapa sampai engkau pingsan di sumber air?” Empu Sakti mencoba bertanya. Dewa Kusuma segera bercerita tentang riwayat hidupnya hingga ia yang menjadi persembahan di Gunung Bromo. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia sampai di Winongan.

Empu Sakti ternyata sangat sayang kepada Dewa Kusuma dan menyarankan agar ia tinggal bersamanya. Dewa Kusuma dengan senang hati menerimanya. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, ia juga tidak mau pulang kembali ke Gunung Bromo.

“Nak, ketika saya menemukan dirimu, badanmu dalam keadaan pingsan dan bercampur dengan riak air (Bahasa Jawa: unthuk). Karena itu, kamu saya beri nama Joko Unthuk.”

“Terima kasih, Bapak,” jawabnya dengan sopan.

Empu Sakti adalah seorang pembuat keris. Saat bekerja, ia dibantu oleh Ki Macan Loreng. Suatu hari Empu Sakti akan pergi.

“Ki Macan Loreng, saya akan pergi. Tolong awasi Joko Unthuk,” pesan Empu Sakti.

Setelah Empu Sakti pergi, Ki Macan Loreng melanjutkan pekerjaannya, yaitu membuat keris. Melihat Ki Macan Loreng bekerja membentuk keris dengan peralatan palu, Joko Unthuk merasa kasihan.

“Ki, bolehkah saya membantu?” tanya Joko Unthuk.

“Jangan! Ini panas, nanti kamu bisa terkena api dan terluka!” larang Ki Macan Loreng.

“Tidak, Ki! Saya kasihan melihat Ki Macan Loreng bekerja begitu berat.”

“Ya, kalau begitu silakan. Hati-hati ya!” jawab Ki Macan Loreng.

Joko Unthuk kemudian membantu pembuatan keris. Ki Macan Loreng sangat terkejut melihat Joko Unthuk bekerja. Untuk membentuk keris, Joko Unthuk tidak menggunakan palu, tetapi cukup menggunakan tangan. Besi panas yang menyala langsung dipijit-pijit dengan tangannya. Dalam waktu singkat ia sudah bisa membentuknya menjadi keris seperti yang dikehendakinya. Keris buatannya cukup sakti dan sangat ampuh.

“Ini bukan anak sembarangan. Boleh jadi ini keturunan Dewa,” kata Ki Macan Loreng dalam hati.

Setelah Empu Sakti pulang, hal ini diceritakan oleh Ki Macan Loreng kepada Empu Sakti. Sejak itu, semua keris buatan Empu Sakti menjadi sangat terkenal dan semakin laris di pasaran. Hanya saja, ada satu pantangan untuk memperdagangkan keris buatan Empu Sakti. Pedagang tidak boleh mengambil untung berlebihan. Kalau hal ini dilanggar, keampuhan keris akan sirna, dan cara pembuatannya pun juga akan kembali seperti semula yaitu menggunakan peralatan.

Pada suatu hari, ternyata ada seorang pedagang keris yang melanggar. Ia menjual dengan mengambil untung berlebihan. Saat itu juga keampuhan keris buatan Empu Sakti sirna.

Waktu pun berjalan, Empu sakti dan Ki Macan Loreng terlihat semakin tua. Menyadari badannya yang semakin tua, Empu Sakti berpesan kepada Joko Unthuk.

“Hai Joko Unthuk, anakku. Ketahuilah, sekarang Bapak sudah tua. Sudah waktunya menyerahkan semua pekerjaan ini kepadamu. Melihat kesaktianmu dalam membuat pusaka, saya menamakan dirimu dengan sebutan Empu Supa.”

Tidak berapa lama setelah itu, Empu Sakti wafat dan dimakamkan di belakang rumah. Beberapa tahun kemudian, Ki Macan Loreng juga meninggal dunia dan dimakamkan di dekat makam Empu Sakti. Sejak itu, banyak sekali orang yang berziarah ke makam tersebut.

Sumber: Cerita Rakyat dari Malang – Wahyudi Siswanto & Sisbar Noersya

Hair Treatment di Tiara Salon & Spa

Hair Treatment di Tiara Salon & Spa (C) TIARA SALON
Hair Treatment di Tiara Salon & Spa (C) TIARA SALON

Banyak wanita yang mengalami masalah pada rambutnya, tak terkecuali di Kota Malang. Tiara Salon & Spa milik Ely Susanti siap membantu dengan menyediakan solusi berupa hair treatment terbaik.

Tiara Salon & Spa dapat mengatasi rambut rusak dengan menjalani hair treatment yang tersedia. Mulai dari creambath, hair spa, hair masker, hair nutri food, theraphy ozon, dan theraphy micromist bisa Anda coba.

Selain hair treatment, Tiara Salon & Spa juga melayani potong rambut. Anda bisa memilih aneka gaya rambut sesuai keinginan atau tren yang sedang hits. Salon ini menyediakan pula layanan pasang sanggul, ion/smoothing/rebonding, keriting, coloring, dan extension rambut.

Tak ketinggalan, Tiara Salon & Spa juga melayani pedicure, manicure, Ratus V hingga Spa V untuk menjaga daerah kewanitaan agar tetap bersih dan sehat, mengurangi keputihan dan membunuh kuman di daerah intim wanita.

Menariknya, harga yang ditawarkan Tiara Salon & Spa snagat terjangkau, bahkan bagi kalangan mahasiswa di Kota Malang. Tersedia paket perawatan rambut dan tubuh dengan harga lebih terjangkau. Misalnya, Paket 1 hanya dengan 235 ribu rupiah sudah termasuk body spa, facial, dan cuci blow. Ada Paket 2, di mana Anda akan mendapatkan body spa, hair spa dan catok, hanya dengan harga 250 ribu rupiah. Sementara, Paket 3 terdiri dari lulur, facial, hair mask/hair spa hanya 300 ribu rupiah.

Selain paket-paket di atas, Tiara Salon & Spa menawarkan fasilitas lengkap. Ruang salon ini terbilang luas, modern, dan yang terpenting menjamin kenyamanan pelanggan. Meski berjam-jam mendapatkan perawatan di salon ini, pelanggan tidak akan merasa bosan. Menariknya, salon ini juga menyediakan ruangan khusus untuk wanita berhijab, juga untuk pasangan suami-istri demi menjaga privasi pelanggan.

Tiara Salon & Spa terletak di Jalan Mayor Jenderal M. Wiyono No. 9, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Salon ini buka setiap hari, kecuali Senin libur, mulai pukul 09.00 sampai 18.00 WIB. Anda bisa melakukan reservasi melalui nomor telepon (0341) 350479.

Putra Tumenggung Mataram dan Sejarah Desa Kluwut Wonosari

Putra Tumenggung Mataram dan Sejarah Desa Kluwut Wonosari
Putra Tumenggung Mataram dan Sejarah Desa Kluwut Wonosari

Desa Kluwut merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Ternyata desa ini didirikan oleh salah seorang putra Tumenggung Mataram bernama Mbah Joko Kulawut, seperti yang dikisahkan turun-temurun oleh warga desa setempat.

Dari cerita tersebut, diketahui bahwa sebelum tahun 1830, Desa Kluwut masih merupakan hutan belantara. Lalu, datanglah beberapa orang pelarian dari Desa Ngrancahrejo, wilayah Kerajaan Mataram. Mereka dipimpin oleh Mbah Joko Kulawut, yang akhirnya melakukan babat alas Dusun Kluwut dan Dusun Nggandrung.

Ada pula sosok Mbah Dhowolo, Mbah Sabar Salim, dan Mbah Kasan Mukibat yang melakukan babat alas di wilayah Dusun Ngrejo. Sementara, Mbah Raden Eko Leksono yang juga termasuk rombongan Mbah Joko Kulawut, melakukan babat alas di wilayah Dusun Mulyosari (Centhong).

Mbah Joko Kulawut sebagai pendiri desa ini disebut-sebut sebagai salah satu putra Tumenggung Mataram yang meninggalkan kerajaan karena tidak setuju ketika dijodohkan dengan salah seorang putri abdi dalem dari daerah Sleman. Ia pergi ke arah timur dengan tujuan lereng Gunung Kawi. Setelah menemukan tempat yang dirasa cocok, Mbah Joko Kulawut pun menanam dan memelihara tanaman canthel atau jewawut.

Tak lama setelahnya, datanglah teman-teman Mbah Joko Kulawut, seperti Mbah Bardhan (seorang Aris Pangeran Sentot Prawiro Dirjo), Mbah Ngadi, Mbah Wongso, Mbah Raji, dan lain-lain. Mereka kemudian mengadakan sarasehan untuk membahas nama daerah baru yang mereka tempati. Hasilnya, disepakati bahwa daerah yang mereka tinggali itu diberi nama Desa Kluwut. Nama ini diambil dari kata Kulawut, nama orang yang pertama kali babat alas.

Dalam sarasehan itu pula, Mbah Joko Kulawut akhirnya terpilih sebagai pemimpin desa pertama kali. Setelah menjabat sebagai kepala desa, ia pun menerima gelar anyar sebagai Raden Prono Widakdo atau disebut juga Raden Prono Jiwo.

SPBU Panji Suroso Malang (54-651-04)

SPBU Panji Suroso Malang (54-651-04)
SPBU Panji Suroso Malang (54-651-04)

SPBU Panji Suroso (54-651-04) merupakan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum yang berada di kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Anda bisa mengisi bahan bakar di SPBU ini kapan pun, karena buka sepanjang 24 jam non-stop.

Pom bensin ini memiliki lima tangki pengisian bahan bakar yang masing-masing menyediakan bahan bakar berbeda. Mulai dari sisi paling barat, terdapat tangki pengisian untuk bahan bakar Pertamax 92 dan Pertamax Dex. Tangki pengisian kedua bersisi bahan bakar bio solar, sebelah timurnya ada Pertalite. Tangki pengisian paling timur khusus untuk bahan bakar Pertamax Turbo dan Pertalite. Sementara di sebelah selatan, terdapat satu tangki khusus untuk mengisi bahan bakar Premium.

Selain bisa mengisi bahan bakar, di SPBU Panji Suroso ini, Anda juga bisa mengisi angin untuk ban (Nitrogen) di sudut sebelah utara dekat pintu keluar. Ada pula fasilitas lain, seperti mushalla dan toilet umum.

SPBU Panji Suroso terletak di Jalan Raden Panji Suroso, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lokasi SPBU ini tak jauh dari pintu gerbang Perumahan Kota Araya dan Perumahan Blimbing Indah (PBI), tepatnya di sebelah baratnya. Lokasinya juga tak jauh dari Terminal Arjosari, Plaza Araya, flyover Arjosari, dan Hawai Waterpark.

Jalan Irian Jaya, Gerbang Masuk Pasar Comboran

Jalan Irian Jaya, Gerbang Masuk Pasar Comboran (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Irian Jaya, Gerbang Masuk Pasar Comboran (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Irian Jaya merupakan salah satu jalan yang sibuk di Kota Malang. Jalan ini terkenal sebagai gerbang masuk ke Pasar Comboran dari arah barat.

Pada masa penjajahan Belanda, jalan ini bernama August Jansenstraat (Jalan August Jansen). Sekarang, jalan ini masuk ke dalam wilayah administratir Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jalan Irian Jaya membentang dari barat ke timur. Jalan ini tergolong jalan yang tak terlalu panjang dan tak terlalu lebar. Untuk masuk ke jalan ini melalui barat, Anda bisa masuk melalui Jalan Tanimbar (barat), atau Jalan Halmahera (utara atau selatan).

Dari barat, Jalan Irian Jaya tak berpotongan dengan perempatan atau pertigaan jalan, sebelum akhirnya berakhir di ujung timur di sebuah pertigaan. Ujung timur jalan ini berpotongan dengan Jalan Prof. Moch Yamin, yang melintang dari utara ke selatan. Anda juga bisa masuk ke Jalan Irian Jaya melalui ujung timur. Tepatnya melalui Jalan Prof. Moch. Yamin, bisa dari sisi utara atau pun sisi selatan.

Banyak lapak usaha yang berdiri di sisi utara dan selatan Jalan Irian Jaya. Lapak-lapak ini kebanyakan menjual onderdil atau sparepart kendaraan bermotor bekas. Dari sisi barat, Anda bisa menemui lapak bikin kunci Pojok, Samudra Motor, Lapak Batu Akik Comboran, Warung Orem-orem H. Abdul Manan, Agen Sparepart Motor, Warung Barokah, Berkah Spion, Servis Zippo Pak Edi, Dapur Comboran Sehat Tentrem, Warung Pak Pit, Tirta Sari, Toko Semoga Lancar, Toko Sumber Lancar, Warung Makan Tulung Agung, Nest Toys, Bakso Bakar Sulung, Kedai Horreg, Babebo, Minimarket Comboran Motor, Kedai Urwah, V3 Style, Es Degan Cak Nor, Warung Tahu Telor Comboran, Toko Heni, dan lain-lain.

Joko Unthuk, Putra Bungsu Roro Anteng dan Joko Seger

Joko Unthuk, Putra Bungsu Roro Anteng dan Joko Seger (C) BERITAGAR
Joko Unthuk, Putra Bungsu Roro Anteng dan Joko Seger (C) BERITAGAR

Joko Unthuk atau nama aslinya Dewa Kusuma, merupakan putra bungsu dari Roro Anteng dan Joko Seger. Mereka tinggal di daerah Gunung Bromo yang sekarang dinamakan Tengger, yang merupakan gabungan nama kedua orang tuanya.

Setelah sekian lama menikah, Roro Anteng dan Joko Seger belum juga dikaruniai anak. Mereka mencoba bertapa untuk berdoa kepada Dewa. Saat bertapa, mereka mendengar suara gaib yang hendak mengabulkan keinginan mereka untuk memiliki anak. Namun, ada syaratnya, yaitu salah satu anak mereka kelak setelah dewasa harus dipersembahkan kepada Dewa di kawah Gunung Bromo.

Mereka sebenarnya ragu-ragu untuk menerima tawaran itu. Namun, keinginan kuat mereka untuk memiliki anak membuat pasangan suami-istri itu akhirnya setuju. Tak butuh waktu lama, Roro Anteng melahirkan anak. Bahkan, hampir setiap tahun ia melahirkan, hingga anaknya mencapai 25 orang, barulah ia berhenti mengandung.

Setelah menginjak dewasa, anak-anak Roro Anteng dan Joko Seger pergi meninggalkan rumah untuk mengembara mencari ilmu. Setelah sukses, mereka memilih menetap di suatu daerah tertentu. Sayangnya, dalam perjalanan mengembara, anak bungsu pasangan Roro Anteng dan Joko Seger yang bernama Dewa Kusuma tertinggal. Karenanya, ia memilih kembali pulang ke Gunung Bromo sendirian.

Sesampai di rumah, Dewa Kusuma tidak langsung masuk ke rumah. Ia sempat mendengar percakapan kedua orang tuanya yang diselingi dengan tangisan melalui sela pintu rumahnya. Dari pembicaraan yang didengarnya itu, Dewa Kusuma mengetahui rahasia yang selama ini disimpan oleh kedua orang tuanya.

“Bagaimana ini, Pak?” tanya Roro Anteng sambil menagis sesenggukan.

“Itulah yang aku pikirkan,” jawab Joko Seger.

“Anak kita yang terakhir ikut mengembara. Saya tidak tega untuk melarangnya. Tapi kalau sudah begini bagaimana?” ujar Roro Anteng sedikit keras.

Mendengar namanya disebut-sebut, hati Dewa Kusuma berdebar-debar. Jantungnya berdegup kencang.

“Padahal tahun ini juga kita harus memenuhi janji kepada Dewa untuk mempersembahkan anak kita yang terakhir kepadanya. Jika tidak, semua akan menjadi korban kemurkaan Dewa. Kita akan binasa semua,” kata Joko Seger datar.

“Iya, Pak. Lihatlah suara gemuruh Gunung Bromo semakin keras. Pertanda ia minta persembahan dari kita,” sahut Roro Anteng tampak bingung.

Mengetahui bahwa dirinya akan menjadi persembahan bagi Dewa, Dewa Kusuma langsung masuk ke rumah menemui orang tuanya.

“Ayah dan Ibu, saya siap menjadi korban untuk memenuhi janji itu. Mengapa Ayah dan Ibu harus bersedih?” kata Dewa Kusuma.

Mendengar perkataan anaknya, Roro Anteng dan Joko Seger menjadi sangat terharu. Mereka bertiga berangkulan dan bertangis-tangisan.

Semula, Roro Anteng dan Joko Seger ingin mempertahankan anak mereka. Dewa Kusuma mengingatkan bahwa mereka justru akan binasa jika dia tidak dikorbankan. Mendengar itu, tidak ada pilihan lain bagi mereka selain mengorbankan Dewa Kusuma.

Dengan diantar oleh linangan air mata kedua orang tuanya, Dewa Kusuma diceburkan ke kawah Gunung Bromo. Seketika itu, kawah Gunung Bromo yang tadinya meledak-ledak langsung diam. Suasana seketika sunyi senyap.

Roro Anteng dan Joko Seger masih menangis dan merenungi nasib anaknya. Mereka sangat terharu melihat kesediaan Dewa Kusuma menjadi penyelamat saudara-saudaranya. Kalau tidak, tentu seluruh keluarganya akan habis, termasuk Dewa Kusuma sendiri. Keduanya tak menyadari bahwa ini merupakan awal dari munculnya julukan Joko Unthuk untuk Dewa Kusuma.

Bersambung..

Sumber: Cerita Rakyat dari Malang – Wahyudi Siswanto & Sisbar Noersya

Mall Malang City Point (MCP), Pendobrak Kawasan Mati di Malang

Mall Malang City Point (MCP), Pendobrak Kawasan Mati di Malang - NROSSANA
Mall Malang City Point (MCP), Pendobrak Kawasan Mati di Malang - NROSSANA

Mall Malang City Point (MCP) merupakan pusat perbelanjaan yang tergolong masih baru di Kota Malang. Menariknya, mall ini diyakini sebagai pendobrak kawasan mati di kota tersebut.

MCP terletak di kawasan Malang sebelah barat, daerah pinggiran yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Selama ini, daerah tersebut terkenal sepi. Terbukti, Dieng Plaza yang letaknya bersebelahan degan MCP sampai gulung tikar lantaran kekurangan pengunjung. Plaza itu sendiri kini buka lagi dengan nama Cyber Mall, dengan barang jualan yang lebih spesifik, yakni elektronika.

Gedung Mall Malang City Point terdiri dari tiga lantai yang merupakan bagian dari Central Business District (CBD). Kawasan ini merupakan pusat perbelanjaan yang sengaja dibuat terinteregasi dengan hotel dan condotel. Bayangkan saja, Anda bakal memiliki gaya hidup tinggal di sebuah apartmen elegan yang punya akses langsung ke berbagai shophouse, seperti butik, bank, kafe, restoran, kantor, apotek, minimarket, dan lain-lain.

Mall ini memang tidak terlalu luas, namun dengan didukung layoutnya yang melebar dan atriumnya yang melingkar mampu memberikan kesan lega. Aneka tenant terkenal dapat Anda temui di lantai bawah sampai atas MCP. Anda bisa bersantai di Starbucks Coffee, J.CO Donuts & Coffee, Wendy’s, Ta Wan, Baskin Robbins, Rice Bowl, Rot Bar Ples Ples, dan Cupacoffee. Anda pun bisa mencari aneka kebutuhan rumah tangga di ACE Hardware dan LOKA Supermarket. Ada pula toko kesehatan dan kecantikan Guardian. Alat-alat olahraga ada di Sport Station.

Malang City Point terletak di Jalan Terusan Dieng No. 31, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Lokasinya berada di antara Cyber Mall dan Universitas Merdeka Malang. Dari pusat Kota Malang, Anda bisa ke arah barat menuju ke kawasan Dieng untuk menuju ke pusat perbelanjaan ini.

STAY CONNECTED

972FansSuka
196PengikutMengikuti
57PengikutMengikuti

POPULER