Dua SPBU Shell Indonesia di Malang Raya

Dua SPBU Shell Indonesia di Malang Raya
SPBU Shell Indonesia di Kota Malang (C) AKAIBARA

Shel Indonesia saat ini sudah memiliki lebih dari 100 Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di seluruh Indonesia. Ternyata, ada dua SPBU Shell yang beroperasi di Malang Raya.

Sejak 15 Maret 2019, Shell melakukan ekspansi ke Jawa Timur, dengan menggandeng PT Petrolux Arya Mandala. Menariknya, mereka langsung meresmikan dua pom bensin sekaligus di Kota Malang dan Kabupaten Malang. Dua pom bensin tersebut tercatat sebagai SPBU ke-97 dan ke-98 milik Shell.

Dilansir dari Tempo.co, Direktur Retail Shell Indonesia Wahyu Indrawanto, mengatakan bahwa kerja sama Shell dengan Petrolux itu melalui skema Dealer Owned Dealer Operated (DODO). Hal ini untuk membantu percepatan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Jawa Timur akan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas.

“Seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang terus mengalami peningkatan setiap tahun di Jawa Timur, pertumbuhan kebutuhan BBM di provinsi ini merupakan kesempatan bagi Shell untuk memperluas jaringan bisnis SPBU kami,” kata Wahyu.

SPBU Shell yang ada di Kota Malang terletak di Jalan Kawi No. 27F, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Pom bensin tersebut menempati bekas SPBU milik Pertamina yang sudah tutup. Lokasinya cukup strategis, karena berada tepat di sebelah timur pusat perbelanjaan ternama Mall Olympic Garden (MOG). SPBU ini juga berada tak jauh dari Alun-alun Kota Malang, tepatnya di sebelah baratnya.

Sementara, satu SPBU lainnya berada di Jalan DR. Wahidin, Dusun Krajan, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Lokasinya juga strategis, karena tak jauh dari Gerbang Tol Lawang-Malang. Dari arah Kota Malang, pom bensin ini terletak di kanan jalan, sedangkan dari arah utara, pom bensin ini ada di kiri jalan.

Setiap hari Anda bisa mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dua SPBU tersebut, karena sama-sama buka setiap hari, termasuk pada hari libur. Setiap harinya, pom bensin ini buka mulai pukul 05:00 WIB hingga pukul 23:30 WIB.

Misteri Kamar Nomor 114 Penginapan di Jalan Kahuripan

Misteri Kamar Nomor 114 Penginapan di Jalan Kahuripan

Kawasan Alun-alun Tugu dan sekitarnya memang diyakini sebagai salah satu daerah angker di Kota Malang, tak terkecuali di Jalan Kahuripan yang berada di sebelah baratnya. Di jalan ini terdapat sebuah penginapan dengan kamar nomor 114 yang penuh misteri.

Penginapan tersebut terletak di Jalan Kahuripan yang menghubungkan Jalan Tugu dengan kawasan Kayutangan di sebelah baratnya. Sebagaimana kawasan Alun-alun Tugu, jalan ini pun dikenal angker. Yang menarik, penginapan ini memiliki satu kamar unik yang penomorannya berbeda dari kamar lainnya.

Karena letaknya di lantai 1, maka seluruh kamar di lantai ini penomorannya diawali dengan angka 1. Misal 101, 102, 103, dan seterusnya. Namun, ada yang aneh, karena setelah kamar nomor 112, di sebelahnya langsung kamar nomor 114. Kenapa tak ada kamar nomor 113? Bisa jadi, penginapan ini menganut paham penginapan-penginapan lainnya, di mana mereka tidak menyematkan angka sial 13 dalam penomoran kamar yang ada.

Maka, tak heran setelah kamar nomor 112, langsung kamar bernomor 114. Sialnya, konon kesialan tetap bakal menimpa tamu yang nekad menginap di kamar spesial ini. Hal-hal mistis bakal menimpa panghuni kamar.

Menurut kesaksian salah seorang yang pernah menginap di kamar sebelah, bernomor 115 dalam sebuah laman cerita mistis, banyak kejadian mistis yang dialaminya dalam semalam. Ia pernah diganggu suara-suara aneh dari kamat sebelah (114) seolah-olah sedang ada tukang yang sedang bekerja di situ. Misalnya, ada suara seperti orang yang sedang memukul-mukul paku menggunakan palu, asah parang, atau merobek kertas, dan lain sebagainya. Faktanya, kamar sebelah itu dalam keadaan kosong.

Dua Versi Penemuan Sejarah Desa Wadung Pakisaji

Dua Versi Penemuan Sejarah Desa Wadung Pakisaji

Desa Wadung merupakan salah satu desa di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Ternyata ada dua versi sejarah penemuan desa tersebut.

Pada zaman dahulu, Desa Wadung merupakan hutan balantara dan terkenal angker. Hutan tersebut terletak di atas tanah yang termasuk daerah dataran tinggi, tepatnya di kaki Gunung Katu. Desa ini dinamakan Wadung lantaran banyak ditemukan tanaman bernama Pohon Wadung. Saat ini, tanaman tersebut sudah tak bisa lagi dijumpai di desa tersebut. Menurut cerita dari sesepuh desa, tanaman tersebut memiliki buah yang rasanya sangat pahit, sehingga tak bisa dikonsumsi oleh manusia.

Mbah Saridho diyakini sebagai nama seseorang yang melakukan bedah kerawang (babat alas) Desa Wadung. Nama itu diketahui setelah terjadi peristiwa besar yang mengejutkan di desa tersebut. Pada suatu hari, tak ada hujan tak ada angin, pohon beringin yang berukuran sangat besar dan berumur ratusan tahun yang tumbuh di tengah-tengah tanah makam umum Desa Wadung terbelah menjadi dua bagian. Dari pohon yang terbelah itu muncul dua batu nisan yang berupa dua bongkah batu yang tersusun persis makam seseorang.

Kemunculan makam misterius tersebut menggemparkan para sesepuh desa. Mereka pun segera mengadakan musyawarah dan mencari tahu makam siapakah yang muncul tiba-tiba itu. Akhirnya, warga sepakat untuk minta pertolongan pada sesepuh yang dianggap memiliki ilmu kebatinan. Mereka pun menggelar tirakatan untuk memohon pada Tuhan agar diberikan petunjuk mengenai makam tersebut. Setelah 40 hari berlalu, petunjuk itu pun datang. Menurut petunjuk yang diterima para sesepuh, makam misterius yang ditemukan warga adalah makam Mbah Saridho yang diyakini sebagai orang yang babat alas kampung tersebut.

Konon, ketika ada sesuatu yang akan terjadi di wilayah Desa Wadung, bakal muncul pertanda dari Makam Mbah Saridho. Menurut cerita warga setempat, biasanya muncul sosok harimau puitih yang mereka yakini sebagai jelmaan bayangan dari Mbah Saridho.

Ternyata ada versi lain dari sejarah Desa Wadung yang juga diyakini sebagai pembabat alas desa tersebut. Pada waktu itu, sekitar tahun 1830-an, ada dua orang pelarian dari Mataram, bernama Mbah Mochammad Sholeh dan Mbah H Abdul Syukur. Keduanya merupakan santri Pangeran Diponegoro yang melarikan diri ke timut setelah sang guru meninggal dunia dibunuh oleh Belanda. Mereka hijrah ke timur Pulau Jawa juga untuk menyebarkan ajaran agama Islam hingga memutuskan menetap di desa yang kemudian dinamakan Desa Wadung.

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 11 Malang

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 11 Malang
SMP Negeri 11 Malang (C) SEKOLAHKITA

SMP Negeri 11 Malang terletak di Jalan Ikan Piranha Atas No. 185, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1980.

Keberadaaannya diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan Nomor 0206/O/1980. SK Pendiriannya tertanggal 1 Juli 1980. SMP Negeri 11 Malang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20533783, dan Nomor Statistik Sekolah (NSS) 201056104057.

Sekolah Menengah Pertama ini merupakan salah satu SMP favorit yang terletak di utara pusat Kota Malang. Lokasinya berada di kawasan permukiman penduduk yang tak jauh dari jalan utama menuju ke pusat kota. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan di sekolah ini bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.

SMP Negeri 11 Malang menyediakan banyak fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa. Selain kelas yang berjumlah 25 ruangan, ada pula tiga ruang laboratorium, satu perpustakaan, dan dua sanitasi siswa. Ada pula fasilitas kantin dan tempat ibadah.

Jalan Kahuripan, Koridor Utama ke Barat Kota Malang

Jalan Kahuripan, Koridor Utama ke Barat Kota Malang
Jalan Kahuripan (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Kahuripan merupakan salah satu jalan yang membentang dari pusat Kota Malang. Jalan ini merupakan koridor utama yang menghubungkan Alun-alun Tugu dan Jalan Tugu dengan daerah barat Kota Malang.

Pada masa penjajahan Belanda, jalan ini bernama Jalan Van Riebeekstraat (Abraham van Riebeeck). Ia merupakan Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke-18. Barulah pada masa kemerdekaan nama jalan ini berganti menjadi Jalan Kahuripan. Nama ini diambil dari nama sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Airlangga pada tahun 1009, sebagai kelanjutan Kerajaan Medang yang runtuh tahun 1006.

Jalan Kahuripan membentang dari timur ke barat di wilayah administratif Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Jalan ini tergolong jalan yang rutenya tidak terlalu panjang. Lebar jalan pun tidak terlalu lebar, hanya terdiri dari dua lajur kendaraan dengan arus lalu lintas dua arah.

Ujung timur jalan ini dimulai dari sebuah pertigaan yang menjadi salah satu dari lima poros di Jalan Tugu. Anda bisa masuk ke Jalan Kahuripan melalui Jalan Tugu. Namun, dari arah Jalan Kahuripan, Anda harus belok ke kiri jika masuk ke Jalan Tugu, karena arus lalu lintasnya searah.

Dari pertigaan tersebut, ke barat, Anda akan menemui sebuah perempatan, yang berpotongan dengan Jalan Belakang RSU di sebelah utara (kanan), dan Jalan Brawijaya di sebelah selatan (kiri). Terus ke barat, Anda akan menemui sebuah jembatan yang biasa disebut Jembatan Kahuripan di mana terdapat aliran Sungai Brantas di bawahnya. Jembatan ini kerap disebut jembatan kembar dengan Jembatan Majapahit di sisi selatannya (Jalan Majapahit).

Jalan Kahuripan berakhir di ujung barat, tepatnya di perempatan yang biasa disebut Kayutangan atau Rajabali, yang ditandai dengan adanya lampu lalu lintas. Jika lurus ke barat, Anda akan masuk ke Jalan Semeru. Mengikuti tanda lampu lalu lintas, Anda bisa belok kiri (selatan), ke Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan), yang mengarah ke Alun-alun Kota Malang. Dari Jalan Kahuripan, Anda tidak diperbolehkan belok kanan (utara) ke arah Celaket. Solusinya, Anda harus ke selatan dulu (ke Jalan Basuki Rahmat), lalu putar balik ke utara.

Lanscape Brakseng, Menikmati Keindahan Kota Batu dari Ketinggian

Lanscape Brakseng, Menikmati Keindahan Kota Batu dari Ketinggian
Lanscape Brakseng (C) OKEPHOTOWORK

Jika Anda bertanya di manakah tempat yang bisa dipakai untuk menikmati keindahan Kota Batu dari ketinggian, tentu jawabnya ada di Lanscape Brakseng. Anda bisa menemukannya di sisi utara Kota Batu, tepatnya di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.

Desa Sumber Brantas memang berada di ketinggian 1700 meter di atas permukaan laut. Di sini juga merupakan kawasan pertanian paling tinggi di Kota Batu. Desa tersebut berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto yang dikelilingi lembah, jurang, dan gugusan perbukitan yang indah dipandang mata. Dari lokasi ini pula dapat dilihat aktivitas Gunung Arjuno dan Welirang.

Selain menyajikan pemandangan inda khas pegunungan, Lanscape Brakseng juga menawarkan suasana hijau yang tergambar dari hamparan luas kebun sayuran yang ditanam warga setempat. Aktivitas bertani dan berkebun memang cukup dominan di desa ini. Sebelum sampai di Brakseng, Anda akan melewati perkampungan yang sarat aroma tanaman hijau di kanan-kiri jalan. Anda bisa dengan mudah menemukan warga yang memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya dengan menanami bawang prei dan bunga kol.

Untuk menuju ke Lanscape Brakseng, Anda harus melewati jalur naik-turun di antara perkebunan milik warga. Sepanjang perjalanan, Gunung Arjuno dan Welirang bakal mengawasi Anda. Spot-spot unik tersebar di sejumlah lokasi untuk dinikmati. Jalur ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan jeep, motor trail maupun sepeda.

Hotel Santosa, Penginapan Murah di Pusat Kota Malang

Hotel Santosa, Penginapan Murah di Pusat Kota Malang
Hotel Santosa (C) PENGINAPAN.NET

Tak semua hotel di pusat Kota Malang menawarkan harga sewa kamar per malam yang mahal. Buktinya, ada Hotel Santosa yang menawarkan harga sewa kamar yang terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah.

Hotel ini terletak di kawasan pertokoan di timur Alun-alun Kota Malang. Tepatnya berada di sebelah barat Mall Malang Plaza. Lokasi yang strategis ini membuat Hotel Santosa memiliki akses yang mudah bagi para tamu yang ingin mengunjungi spot-spot populer di Kota Malang dan sekitarnya.

Dari Bandara Abdulrachman Saleh, hotel ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Sementara, dari Stasiun Malang Kotabaru, jaraknya hanya sekitar lima menit saja.

Destinasi wisata terdekat dari Hotel Sentosa adalah Kampung Warna-warni Jodipan yang hanya perlu berjalan kaki selama 15 menit. Sementara, ke Alun-alun Kota Malang cuma lima menit saja. Selain itu, jika ingin berbelanja ke Mall Olympic Garden atau Sarinah Plaza, dengan berkendara kurang dari lima menit, Anda sudah sampai ke tujuan.

Hotel Santosa menawarkan fasilitas yang cukup memadai untuk kebutuhan menginap para tamu. Di sini, para tamu bisa menemukan fasilitas seperti teras, taman, area tempat duduk, meja kerja di ruang tamu, dan lain-lain. Ada pula layanan penyewaan mobil, binatu atau laundry, dan meja resepsionis 24 jam. Terdapat pula area parkir gratis, akses Wi-Fi di seluruh area penginapan, hingga layanan antar-jemput bandara dengan dikenakan biaya tambahan.

Pengelola Hotel Sentosa menyediakan enam tipe kamar, yaitu Standard Twin Room, Standard Triple Room, Deluxe Twin Room, Deluxe Triple Room, Deluxe Quad Room, dan Superior Quad Room. Semua kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti TV, kipas angin/AC, dan kamar mandi pribadi.

Tipe kamar Standard Twin Room dengan double/twin bed, private bathroom with hot & cold shower, fan, mineral water, meja kerja, dan lemari harganya 150 ribu rupiah, sedangkan Standard Triple Room dengan triple bed, private bathroom with hot & cold shower, fan, mineral water, meja kerja, dan lemari harganya 230 ribu rupiah. Tipe Deluxe Twin Room dengan double/twin bed, private bathroom with hot & cold shower, AC, mineral water, meja kerja, dan lemari harganya 280 ribu rupiah, sedangkan Deluxe Triple Room dengan triple bed, private bathroom with hot & cold shower, AC, mineral water, meja kerja, dan lemari harganya 425 ribu rupiah. Deluxe Quad Room dengan Quad bed, private bathroom with hot & cold shower, AC, mineral water, meja kerja, dan lemari harganya 550 ribu rupiah, sedangkan Superior Quad Room dengan Quad bed, private bathroom with hot & cold shower, AC, mineral water, meja kerja, dan lemari harganya 600 ribu rupiah.

Aturan check-in di hotal ini mulai pukul 13.00 WIB, sedangkan check-outnya hingga pukul 12.00 WIB. Selain itu, untuk anak-anak di bawah 12 tahun yang dibawa diperbolehkan menginap tanpa biaya tambahan, dan bisa menggunakan tempat tidur yang tersedia di kamar yang disewa.

Jika berminat menginap di Hotel Santosa, Anda bisa datang langsung ke Jalan KH. Agus Salim No. 24, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Anda bisa melakukan reservasi kamar terlebih dahulu melalui nomor telepon (0341) 366889, atau melalui aplikasi penyedia layanan akomodasi.

Perjalanan Kereta Api dari Malang Dibatasi karena Covid-19

Perjalanan Kereta Api dari Malang Dibatasi karena Covid-19
Kereta Api dari Malang (C) PEGIPEGI

Perjalanan Kereta Api dari Malang resmi dibatasi karena pandemi covid-19 (virus corona). Keputusan itu diambil oleh PT Kerata Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 8 Surabaya terhitung mulai 26 Maret sampai 31 Maret 2020.

“Korban” pertama adalah Kereta Api Songgoriti yang biasanya melaju dari Stasiun Malang Kotabaru ke Stasiun Surabaya Gubeng. KA tersebut dihentikan pengoperasiannya sementara waktu lantaran Malang dan Surabaya sudah ditetapkan sebagai zona merah pandemi covid-19.

Selain kereta api tersebut, dua kereta api lainnya juga turut dihentikan pengoperasiannya untuk sementara waktu. Kedua KA itu adalah Kereta Api Sembrani relasi Stasiun Pasar Turi Surabaya – Stasiun Gambir Jakarta, dan Kereta Api Gumarang relasi Stasiun Pasar Turi Surabaya – Stasiun Pasar Senen Jakarta.

Tak hanya menghentikan pengoperasian tiga kereta api tersebut di atas, PT KAI Daop 8 Surabaya juga memperpendek relasi perjalanan kereta api lainnya. Artinya, kereta api yang sebelumnya dari Malang ke Jakarta lewat Surabaya dan Bandung hanya diputus antara Surabaya – Bandung saja.

Mulai dari Kereta Api Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Jakarta Gambir, menjadi hanya Surabaya Gubeng – Bandung. Lalu, ada Kereta Api Mutiara Selatan relasi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Jakarta Gambir, menjadi hanya Malang – Surabaya Gubeng – Bandung.

Ada pula Kereta Api Turangga relasi Surabaya Gubeng – Bandung – Jakarta Gambir, menjadi hanya Surabaya Gubeng – Bandung. Begitu pula Kereta Api Malabar relasi Malang – Bandung – Jakarta Pasar Senen, menjadi hanya Malang – Bandung.

Kebijakan PT KAI Daop 8 Surabaya ini bertujuan untuk menurunkan daya angkut penumpang kereta api. Tujuan utamanya tentu sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Pulau Jawa. Kapasitas kereta api lokal yang sebelumnya berkapasitas 150 persen (100 persen tiket utama, dan 50 persen tiket berdiri) menjadi hanya 75 persen.

Kereta api yang dihentikan sementara pengoperasiannya dan yang dipangkas relasinya setiap hari melayani 46 perjalanan kereta api lokal dengan kapasitas 25.564 tempat duduk (ditambah tiket berdiri 50 persen). Dengan kebijakan pemangkasan kapasitas menjadi 75 persen, maka kapasitas angkut kereta api lokal tinggal 19.182 penumpang perhari.

SPBU Embong Brantas Malang (54-651-21)

SPBU Embong Brantas Malang (54-651-21)
SPBU Embong Brantas Malang (54-651-21) (C) AKAIBARA

SPBU Embong Brantas (54-651-21) merupakan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum yang berada di kawasan Kecamatan Klojen, Kota Malang. Anda bisa mengisi bahan bakar di SPBU ini kapan pun, karena bukanya 24 jam non-stop.

Pom bensin ini termasuk pom kecil, karena hanya ada tiga pos tangki pengisian bahan bakar yang masing-masing menyediakan bahan bakar berbeda. Tangki pertama di sisi paling timur, terdapat tangki pengisian untuk bahan bakar Pertalite dan Bio Solar. Tangki pengisian kedua (di tengah) berisi bahan bakar Pertalite, dan Pertamax 92. Tangki pengisian ketiga (barat) berisi Solar non-subsidi.

Karena termasuk pom kecil, SPBU Embong Brantas ini tak dilengkapi oleh fasilitas lain, seperti mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), toilet umum, atau mushola untuk sholat. Hanya ada tempat pengisian air radiator dan angin.

Seperti namanya, SPBU ini terletak di Jalan Embong Brantas, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasi SPBU ini berada tak jauh dari Jembatan Brantas dekat Kampung Warna-warni, Kampung Tridi, dan Kampung Biru Arema. Tak jauh dari lokasi pom bensin ini juga ada Stasiun Malang Kotabaru.

Kisah Pesawat Hercules A-1333, Penjemput Alkes Penanganan Virus Corona

    Kisah Pesawat Hercules A-1333, Penjemput Alkes Penanganan Virus Corona
    Pesawat Hercules A-1333 (C) ISTIMEWA

    Pesawat Hercules A-1333 dikirim Pemerintah Republik Indonesia ke Shanghai, Cina untuk menjemput alat-alat kesehatan (alkes) penanganan virus corona (Covid-19) di negeri ini. Pesawat pengangkut barang dengan tipe C130 milik TNI Angkatan Udara ini lepas landas dari Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (21/3/2020) pagi.

    Pesawat tersebut berisi 18 orang yang dipimpin Komandan Skadron Udara 32 Letnan Kolonel Penerbang Suryo Anggoro. Tim tersebut gabungan dari anggota TNI AU Skuadron Udara 32 Lanud Abdul Rachman Saleh, Mabes TNI AU dan dua dokter Kementerian Pertahanan.

    Pengiriman pesawat ini sesuai dengan surat perintah dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (18/3/2020). Pesawat TNI AU tersebut mengambil sejumlah alat kesehatan untuk menangani virus corona di Tanah Air yang sudah dibeli pemerintah RI kepada pemerintah Cina, seperti yang diutarakan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

    Pesawat Hercules C130 itu diberangkatkan langsung oleh Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh Kabupaten Malang, Marsekal Pertama Hesly Paat. Pesawat itu lepas landas pada pukul 06.55 WIB.

    Keberangkatan mereka juga dilepas oleh istri dan keluarga masing-masing yang mengantar hingga ke landasan pacu. Mereka pun berfoto bersama sambil membentangkan spanduk bertuliskan kalimat “You fight by staying at home and we fight through passing the sky to bring the bright for Indonesia”. Artinya, “Kalian berjuang dengan tetap di rumah, dan kami berjuang terbang melintasi langit untuk membawa kecerahan bagi Indonesia”.

    Bahkan, momen perpisahan demi misi kemanusiaan itu diabadikan dan diunggah di akun Twitter resmi TNI AU, @_TNIAU. “Mohon doa restu agar tugas ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat,” cuit akun @_TNIAU, Sabtu (21/3/2020), pukul 14.02 WIB.

    Sebelum sampai di Shanghai, Cina, Pesawat Hercules A-1333 terlebih dahulu transit di dua tempat. Pesawat tersebut ‘mampir’ di Pangkalan Udara Raden Sadjad, Natuna, dan Sanya di Pulau Heinan, Cina sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan utama.

    Selain mengisi bahan bakar, begitu sampai di Lanud Raden Sadjad, kru pesawat juga berganti pakaian khusus dan alat pelindung diri (APD) sebelum melanjutkan penerbangan ke Cina. Pakaian pelindung itu harus mereka kenakan agar tak terpapar virus corona di Cina, sebagai negara pertama tempat ditemukannya kasus pendemi tersebut.

    Pesawat Hercules tersebut tiba di Bandar Udara Internasional Pudong, Shanghai, Cina, Sabtu (21/3/2020) malam. Mereka pun bertolak kembali ke Indonesia setelah mengangkut sekitar sembilan ton alat-alat kesehatan untuk penanggulangan virus corona.

    Pesawat Hercules A-1333 itu sempat transit di Lanud Raden Sadjad, Natuna lagi, Minggu (22/3/2020) pukul 09.26 WIB. Di sini, semua kru, seluruh badan pesawat bagian luar, kokpit, termasuk alat-alat kesehatan di kabin yang dibawa dari Cina langsung disemprot disinfektan. Langkah tersebut dilakukan sesuai prosedur berdasarkan protokol kesehatan dari WHO.

    Pesawat Hercules A-1333 yang membawa misi kemanusiaan mengambil alat-alat kesehatan di Shanghai, Cina akhirnya tiba di Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020) pukul 10.15 WIB.

    Mereka membawa logistis berupa alat-alat kesehatan yang dibeli pemerintah RI kepada pemerintah Cina. Alat-alat kesehatan itu berupa disposable masks (masker sekali pakai), N95 masks (masker N95), protective clothing (pakaian pelindung), goggles (kacamata pelindung), gloves (sarung tangan), shoe covers (penutup sepatu), infrared thermometer (termometer inframerah), dan surgical caps (topi bedah).

    Alat-alat itu akan digunakan oleh Tim Medis Kementerian Pertahanan dan TNI guna pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Surat ditembuskan ke beberapa pihak, di antaranya Kepala KSP dan Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Sejumlah kru yang keluar dari pesawat langsung disemprot dengan cairan disinfektan. Tak lama kemudian, sejumlah truk besar mendatangi pesawat Hecules tersebut. Truk itu yang digunakan untuk mengangkut alat-alat kesehatan dari dalam pesawat.

    Pesawat Hercules itu langsung bertolak kembali ke hanggar Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Senin (23/3/2020) siang. Seluruh kru Skuadron Udara 32 yang bertugas langsung diisolasi untuk diperiksa kondisi kesehatannya, kendati sudah menjalani sejumlah prosedur untuk mencegah terjangkit virus corona.

    STAY CONNECTED

    977FansSuka
    196PengikutMengikuti
    57PengikutMengikuti

    POPULER