Kereta Api Malabar yang Layani Rute Malang-Jakarta Via Bandung

Kereta Api Malabar (C) WIKIPEDIA
Kereta Api Malabar (C) WIKIPEDIA

Kereta Api Malabar merupakan kereta api penumpang dengan kelas campuran. Kereta api ini dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya yang melayani rute Malang-Jakarta via Bandung.

Nama Malabar yang disematkan pada kereta api ini diambil dari salah satu nama gunung berapi di Jawa Barat, yaitu Gunung Malabar. Gunung dengan titik tertinggi 2.343 meter di atas permukaan air laut tersebut terletak di bagian selatan Kabupaten Bandung.

KA Malabar disebut-sebut sebagai satu satunya kereta api yang yang memiliki semua layanan kelas dalam satu rangkaiannya. Rangkaian kereta api ini terdiri dari tiga kelas, mulai dari kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi AC.

Awalnya, KA ini cuma melayani rute Malang-Bandung saja. Namun, mulai Desember 2019, kereta api ini melayani rute dari Stasiun Malang Kotabaru hingga Stasiun Pasar Senen Jakarta. KA tersebut akan melalui kota-kota seperti Blitar, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Sragen, Solo, Klaten, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Kroya, Tasikmalaya, Bandung, Cimahi, Bekasi, dan sampai di Jakarta. Selain itu, kereta api ini mengalami perpindahan operasional dari Daerah Operasi II Bandung menjadi Daerah Operasi VIII Surabaya. Rangkaiannya pun dimutasi ke Dipo Kereta Malang (ML).

Kereta Api Malabar pertama kali dioperasikan pada 30 April 2010. Saat itu, kereta api ini menjadi kereta api pertama yang melayani penumpang dari Malang ke Bandung. Sebelumnya memang belum ada kereta api yang melayani rute tersebut.

KA Malabar (KA 107) dengan kode lokomotif CC206 berangkat dari Stasiun Malang Kotabaru pada pukul 16.00 WIB. Kereta api ini sampai di Bandung pada pukul 08.16 WIB, kemudian berangkat lagi pada pukul 08.30 WIB. Anda akan sampai di Stasiun Pasar Senen Jakarta pada pukul 11.53 WIB. Sementara itu KA Malabar (KA 108) berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta pada pukul 16.10 WIB. Kereta api ini tiba di Bandung pada pukul 19.34 WIB, lalu berangkat lagi pada pukul 19.50 WIB.

Tersedia 540 tempat duduk di Kereta Api Malabar ini. Rangkaian keretanya terdiri dari empat kereta kelas eksekutif (K1 ML) dan satu kereta makan, pembangkit (KMP2 ML), ditambah dua kereta kelas bisnis (K2 ML), ditambah dua kereta kelas ekonomi (K3 ML), ditambah satu kereta bagasi (B).

Sejarah SMP Negeri 6 Malang yang Pernah Jadi Asrama TRIP

SMP Negeri 6 Malang (C) SEKOLAH KITA
SMP Negeri 6 Malang (C) SEKOLAH KITA

SMP Negeri 6 Malang berdiri pada tahun 1960-an. Tak banyak yang mengetahui jika dalam sejarah sekolah ini dulunya pernah menjadi asrama TRIP (Tentara Rakyat Indonesia Pelajar).

Awal kisah, pada masa perjuangan, antara tahun 1945 hingga 1950, gedung SMP Negeri 6 di Jalan Kawi No. 15A, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang merupakan lokasi strategis. Di gedung tersebut, pasukan TRIP tinggal. Gedung itu menjadi asrama, sekaligus markas bagi mereka. Di situ pula mereka mengumpulkan kekuatan dari para pelajar pribumi yang mau ikut berjuang ke medan tempur melawan penjajah Belanda.

Setelah masa penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Indonesia, gedung tersebut mangkrak. Sempat menjadi gudang kopi, pada tahun 1960, pemerintah mengalihfungsikan gedung itu sebagai sekolah. Sekitar tahun 1950-an, gedung itu dipakai untuk Sekolah Guru Bawah (SGB) atau sekolah setingkat guru SMP.

Barulah pada tahun 1960, SGB dihapuskan. Gedung sekolahnya kemudian dipakai untuk sekolah baru, yakni SMP Negeri 6 Malang yang berdiri berdasarkan SK Menteri P&K No I/SK/B III.15-01-1961. Tanggal 15 Januari 1960 dijadikan hari jadi sekolah tersebut.

Jika melihat bangunan depannya, masih terlihat bangunan lawas yang terawat dengan baik. Gedung bagian depan yang masih menggunakan alas kayu sebagai lantainya itu sudah menjadi cagar budaya. Siapa saja pihak yang mau mengubah bentuk atau membangun kembali, harus lebih dulu izin dari Badan Perlindungan Cagar Budaya.

Jalan Urip Sumoharjo, Kerindangan yang Masih Tersisa di Malang

Jalan Urip Sumoharjo (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Urip Sumoharjo (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Urip Sumoharjo merupakan salah satu jalan di Kota Malang. Jalan yang membentang di sebelah selatan Lapangan Rampal itu menjadi salah satu bukti kerindangan yang masih tersisa di kota tersebut.

Nama jalan ini diambil dari nama Pahlawan Nasional Indonesia bernama Oerip Soemohardjo. Ia lahir di Purworejo, 22 Februari 1893, dan meninggal 17 November 1948 pada usia 55 tahun. Pangkat terakhirnya adalah Letnan Jenderal TNI dan merupakan kepala staf umum TNI pertama pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Jalan Urip Sumoharjo membentang dari barat ke timur di wilayah administrasi Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Jalan ini tak terlalu panjang dan lebar. Terdapat dua lajur dengan arus lalu lintas dua arah, dari timur ke barat, maupun sebaliknya.

Ujung barat jalan ini dimulai dari Perempatan Rampal, yang berpotongan dengan Jalan Panglima Sudirman (melintang dari utara ke selatan) dan Jalan Patimura di sisi barat. Anda bisa masuk ke Jalan Urip Sumoharjo dari arah Jalan Panglima Sudirman (utara), dan Jalan Patimura (barat), sedangkan dari arah Jalan Panglima Sudirman (selatan) dilarang berbelok ke timur.

Jika ke arah timur, Anda akan bertemu dengan pertigaan Jalan Pemandian (selatan). Ke timur lagi, Anda akan bertemu dengan pertigaan Jalan Ronggo Lawe (utara), yang merupakan pojok timur Lapangan Rampal. Terus ke timur, ada lagi pertigaan Jalan Naratama Barat (selatan).

Ujung timur jalan ini berakhir di perempatan yang biasa disebut Perempatan Kesatrian. Perempatan ini berpotongan dengan Jalan Kesatrian yang membentang dari utara ke selatan, serta Jalan Mayjen M Wiyono di sebelah timur. Anda bisa masuk ke Jalan Urip Sumoharjo dari ketiga penjuru arah tersebut, atau pun sebaliknya.

Karena terletak di area militer, Jalan Urip Sumoharjo didominasi oleh rumah dinas TNI. Namun, ada pula lapak-lapak usaha, utamanya di sisi timur Lapangan Rampal. Di seberang lapangan tersebut terdapat Warung Pring, Tambal Ban Rampal, Aira Shop, Warung Bubur Ayam dan Lontong, Warkop Bu Har, Tin’s Garden, Bakso Jawa Pak Man Rampal, Bakso Kikil Srengat Indah, Bubur Ayam Wilujeng 3, Bon bon Drink Cabang Rampal, Si Boci Geulis Bakso Aci Cabang Ke-5, Guest House Vicadha, PAN’s Cafe, Tahwa Ronde Bu Yaya, Bubur Ayam Abah Odil, Warung Sundanese Pak Dji, Sate Ayam Ponorogo, Kripik Buah, dan lain-lain.

Petik Buah Jambu di Wisata Agro Selo Tumpeng Wonosari

Wisata Agro Selo Tumpeng Wonosari (C) DAKATOUR
Wisata Agro Selo Tumpeng Wonosari (C) DAKATOUR

Di area Perkebunan atau Hutan Wonosari, Kabupaten Malang terdapat agrowisata menarik. Anda bisa menikmati suasana khas pegunungan sambil melakoni aktivitas petik jambu di Wisata Agro Selo Tumpeng.

Sebelum menjadi agrowisata, dulunya tempat ini merupakan objek wisata religi. Karena kurang menarik pengunjung, pengelola kemudian mengubahnya menjadi Wisata Agro Selo Tumpeng. Mereka punya target mendatangkan pengunjung yang lebih banyak dari sebelumnya.

Di tempat ini, Anda bisa menikmati pemandangan alam yang indah. Karena berada di lereng gunung, maka udara dingin dan sejuk bakal bisa Anda rasakan. Suasana alamnya yang masih tergolong asri melengkapi surga dunia yang ada di tempat ini.

Wisata Agro Selo Tumpeng Wonosari menawarkan kebun jambu yang berbuah sepanjang musim. Anda dapat dengan bebas melakukan petik jambu di area ini tanpa dikenakan biaya tambahan. Dengan catatan, Anda harus menghabiskannya di tempat. Kalau ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh, Anda harus membayarnya sesuai dengan harga yang ditentukan per kilogramnya.

Lokasi perkebunan jambunya memang cukup jauh dari lahan parkir. Karenanya, pengelola sudah menyiapkan beberapa tempat duduk di sepanjang jalan dari lahan parkir menuju lokasi petik jambu. Jika lelah berjalan kaki, Anda bisa memanfaatkan tempat duduk itu untuk beristirahat sejenak.

Menariknya, Wisata Agro Selo Tumpeng ini menyediakan area spot foto kekinian. Terdapat beberapa gardu pandang terbuat dari kayu dan rangkaian tanaman bunga, dengan konsep yang keren dan layak dijadikan latar belakang berswa foto. Ada yang berbentuk perahu yang dilengkapi dengan tian bendera merah putih, ada pula yang berbentuk hati terbuat dari rangkaian tanaman bunga.

Area gardu pandang tersebut dijamin bakal memanjakan wisatawan milenial yang kerap memburu latar belakang Instagenic. Anda bisa berselfi dan mengunggahnya ke media sosial masing-masing. Dijamin, Anda bakal mendapatkan kepuasan tersendiri.

Selain itu, terdapat fasilitas tempat makan. Anda bisa membeli makanan berat untuk mengatasi kelaparan, maupun makanan ringan untuk sekadar mengganjal perut. Minuman dengan berbagai pilihan pun tersedia. Karenanya, Anda tak perlu khawatir untuk urusan perut di lokasi wisata ini.

Wisata Agro Selo Tumpeng hampir setiap hari selalu ramai pengunjung. Agrowisata ini bukan setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga tutup pada pukul 17.00 WIB. Tiket masuknya dijual seharga 10 ribu rupiah per orang, sedangkan ongkos parkirnya 5000 rupiah per kendaraan roda dua.

Agrowisata ini terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang, Anda pergi ke selatan, ke arah Gunung Kawi, melalui Kecamatan Pakisaji, Kecamatan Kepanjen, lalu ke Kecamatan Wonosari di sebelah barat. Perjalanannya sekitar satu hingga satu setengah jam dengan sepeda motor.

SPBU Soekarno-Hatta (54-651-06)

SPBU Soekarno-Hatta (54-651-06)
SPBU Soekarno-Hatta (54-651-06)

SPBU Soekarno-Hatta (54-651-06) merupakan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum yang berada di kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Anda bisa mengisi bahan bakar di SPBU ini kapan pun, karena buka sepanjang 24 jam non-stop.

Pom bensin ini cuma memiliki tiga tangki pengisian bahan bakar yang masing-masing menyediakan bahan bakar berbeda. Mulai dari sisi paling utara, terdapat tangki pengisian untuk bahan bakar Pertamax 92 (warna biru). Tangki pengisian kedua di sebelah selatannya bersisi bahan bakar Pertalite (putih) dan Dexlite (hijau). Sementara di sebelah timur, terdapat satu tangki khusus terpisah untuk mengisi bahan bakar Pertalite (putih) dan Pertamax 92 (biru).

Selain bisa mengisi bahan bakar, di SPBU Soekarno-Hatta ini, Anda juga bisa mengisi angin untuk ban (Nitrogen) di sudut sebelah barat dekat pintu keluar. Ada pula fasilitas lain, seperti mushalla dan toilet umum pria dan wanita.

Pom bensin ini juga menyediakan fasilitas mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) yang berjajar di sebelah timur. Terdapat ATM Maybank, BNI, dan Bank Mandiri. Di bagian pojok barat dekat tangki ketiga yang terpisah terdapat konter penjualan pelumas dan tabung LPG.

SPBU Soekarno-Hatta terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasi SPBU ini tak jauh dari Monumen Pesawat di perempatan Soekarno-Hatta. Lokasi tepatnya berada di sebelah timut monumen tersebut. Kalau Anda dari arah timur, SPBU ini ada di sebelah kiri jalan. Jika Anda dari arah barat, maka Anda harus ambil putar balik di sisi timur lantaran jalan terpisah oleh separator.

Campur Tangan Orang Cina dalam Sejarah Puskesmas Sumberpucung

Puskesmas Sumberpucung (C) SUMBERPUCUNG 17
Puskesmas Sumberpucung (C) SUMBERPUCUNG 17

Puskesmas Sumberpucung, Kabupaten Malang didirikan pada tahun 1970 silam. Dalam sejarahnya, Pusat Kesehatan Masyarakat ini ternyata ada campur tangan dari orang Cina yang merupakan pendatang baru di daerah tersebut.

Saat itu, Kecamatan Sumberpucung merupakan sebuah kecamatan yang sangat luas. Terbukti memiliki jumlah penduduk sekitar 50 ribu jiwa yang tersebar di 12 desa. Pada waktu itu, Kecamatan Kromengan masih merupakan sebuah desa yang tergabung dalam kecamatan tersebut.

Suatu ketika di tahun 1970, ada seorang Mantri Kesehatan bernama Rinto ‘menyulap’ rumah pribadinya menjadi sebuah Poliklinik. Lokasi rumah itu ada di seberang Kantor Pos Sumberpucung. Cukup lama Poliklinik itu dikelola Rinto, hingga akhirnya pensiun.

Sebagai pengganti Mantri Kesehatan, diangkatlah Imam. Karena Poliklinik Sumberpucung sejak awal menggunakan rumah pribadi milik Mantri Rinto, maka kemudian ia menyewa sebuah rumah yang terletak di Rekesan. Lokasi rumah itu berjarak tiga rumah di sebelah timur jalan menuju lokasi Puskesmas saat ini.

Menyadari sarana Poliklinik Sumberpucung yang cukup memprihatinkan, Muspika Kecamatan Sumberpucung pun merespon. Camat Sumberpucung kala itu, Budi Prayitno, bersama Syo’ir Danramil Sumberpucung, dan Sudjadi mengajak Kepala Desa Sumberpucung, Moelyo Ardjo untuk berembug. Mereka membicarakan nasib Poliklinik Sumberpucung yang hendak dipindahkan ke lahan anyar.

Akhirnya, dari musyawarah itu, Muspika setempat akan membangun sebuah Puskesmas di tanah kas Desa Sumberpucung seluas kurang lebih satu Hektar. Selainjutnya, pada saat yang bersamaan, ada seorang pendatang di Desa Semberpucung bernama Go Ka Tyap. Saudagar Cina itu mengaku siap menyediakan dana pembangunan Puskesmas sampai selesai, asal pemerintah desa memberinya izin mendirikan usaha perdagangan hasil bumi. Tokonya berada di depan Masjid Baiturrohman Sumberpucung, tepat di pertigaan Pakel.

Begitu pembangunannya selesai, bangunan itu pun langsung difungsikan. Dengan demikian, Puskesmas Sumberpucung menempati lahan dan bangunan milik sendiri yang dikelola oleh pemerintah desa.

Sudah banyak Mantri Kesehatan yang mengabdi di Puskesmas ini, mulai dari Imam, Prayim, Tri Darmodjo, dan Udiyono. Sementara itu, bidan-bidannya adalah Prayim, Kartinah, dan Musfah.

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 6 Malang

SMP Negeri 6 Malang (C) SEKOLAH KITA
SMP Negeri 6 Malang (C) SEKOLAH KITA

SMP Negeri 6 Malang terletak di Jalan Kawi No. 15A, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1960.

Keberadaaannya diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan nomor I/SK/B/III. SMP Negeri 6 Malang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20533768, dan Nomor Statistik Sekolah (NSS) 201056101005. SK Izin Operasionalnya tertanggal 15 Januari 1961.

Sekolah Menengah Pertama ini merupakan salah satu SMP favorit yang terletak di daerah pusat Kota Malang. Lokasinya tak jauh dari pusat kota, Alun-alun Kota Malang, yakni ke arah barat. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan di sekolah ini bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.

SMP Negeri 6 Malang menyediakan banyak fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa. Selain kelas yang berjumlah 26 buah, ada pula tiga ruang laboratorium, satu ruang perpustakaan, dan 18 ruang sanitasi siswa.

Sebagai sekolah negeri milik Pemerintah Daerah, SMP Negeri 6 Malang juga mempunyai visi dan misi. Visinya terwujudnya insan yang cerdas, mandiri, berbudaya lingkungan hidup, dan berjiwa nasionalis berdasarkan Iman dan Takwa, serta mampu bersaing di era Global.

Sementara itu, misinya mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas, terampil, beriman, bertakwa, dan memiliki keunggulan kompetitif; mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan; mempertahankan dan mengembangkan keluhuran nilai-nilai etika moral dan budaya; mewujudkan pendidik yang kompeten dan profesional; mewujudkan kepribadian warga sekolah yang konsisten dalam pencegahan pencemaran lingkungan; menanamkan kepedulian warga sekolah dalam mengurangi kerusakan lingkungan; dan meningkatkan kepedulian warga sekolah dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

Kereta Api Mutiara Selatan yang Melayani Kelas Campuran

Kereta Api Mutiara Selatan - WIKIPEDIA
Kereta Api Mutiara Selatan - WIKIPEDIA

Kereta api Mutiara Selatan merupakan kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Jakarta. Kereta api kelas campuran Eksekutif dan Ekonomi AC Premium ini melayani rute Stasiun Gambir-Surabaya Gubeng-Malang lewat Bandung-Tasikmalaya-Cilacap dan sebaliknya.

Saat pertama kali dioperasikan, 17 Agustus 1972, KA Mutiara Selatan dijalankan dengan rangkaian campuran kelas eksekutif dan bisnis. sama seperti KA Turangga. Namun, pada 11 Oktober 1999, seluruh rangkaian KA Mutiara Selatan diganti dengan kelas bisnis, sedangkan KA Turangga menjadi kereta api kelas eksekutif.

Lalu, pada 28 September 2016, KA Mutiara Selatan kembali diganti seluruh rangkaiannya dengan kereta ekonomi new image buatan tahun 2016. Susunan rangkaian kereta ini terdiri atas enam-tujuh kereta ekonomi (K3), satu kereta makan dan pembangkit (MP3), dan dua kereta barang hantaran paket (B). Mulai 3 Oktober 2016, rute KA Mutiara Selatan yang semula hanya sampai Surabaya, diperpanjang sampai Malang.

Karena adanya keluhan kenyamanan dari penumpang, tak berselang lama setelah itu, KA Mutiara Selatan kembali menggunakan rangkaian lamanya (kelas bisnis). Susunan rangkaiannya terdiri dari tujuh kereta bisnis (K2), satu kereta makan, satu kereta pembangkit (MP2 atau KMP2), dan kereta bagasi (B).

Menariknya, sejak 13 Maret 2017, rangkaian KA ini kembali berubah menjadi campuran kelas eksekutif dan bisnis, seperti pada saat awal beroperasinya (tahun 1972) silam. Kemudian, sejak 1 April 2019, kereta api ini menggunakan kereta eksekutif dan ekonomi AC premium terbaru yang berbodi stainless steel buatan PT INKA Madiun. Rangkaiannya pun dilengkapi dengan kereta makan dan kereta pembangkitnya yang baru.

Sejak 1 Desember 2019, rangkaian KA Mutiara Selatan dimutasi Ke Jakarta Kota (JAKK) dan diperpanjang sampai ke Stasiun Gambir. Kereta api ini menggunakan rangkaian lokomotif Lok CC206, satu kereta pembangkit (P JAKK), empat kereta Eksekutif (K1 2018/2019 JAKK), satu kereta restorasi (KM1/M1 JAKK), dan empat kereta Premium (K3 2019 JAKK). Setelah diperpanjang dari Stasiun Malang ke Stasiun Gambir Jakarta, kereta api ini menjadi kereta api penumpang dengan perjalanan terlama, yaitu kurang lebih 20 jam, mengalahkan perjalanan KA Wijayakusuma.

Dari Stasiun Malang Kotabaru, KA Mutiara Selatan (106/103) berangkat pada pukul 17.00 WIB, dan sampai di Stasiun Gambir Jakarta pada pukul 13.16 WIB. Sementara itu, dari Stasiun Gambir Jakarta, kereta api ini (104/105) berangkat pada pukul 17.10 WIB, dan sampai di Stasiun Malang Kotabaru pada pukul 13.30 WIB.

Untuk kelasnya, tarif Kereta Api Mutiara Selatan bisa dibilang terjangkau. Harga tiketnya berkisar antara 220 ribu rupiah hingga 650 ribu rupiah untuk kelas eksekutif, sedangkan untuk kelas ekonomi premium seharga 100 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah, tergantung jarak tempuhnya, subkelas/posisi tempat duduk, dan hari-hari tertentu seperti akhir pekan atau hari libur nasional.

Tol Singosari-Pakis Mudahkan Pengunjung Pantai Malang Selatan

Tol Singosari-Pakis Mudahkan Pengunjung Pantai Malang Selatan (C) GRIDOTO
Tol Singosari-Pakis Mudahkan Pengunjung Pantai Malang Selatan (C) GRIDOTO

Pengunjung pantai Malang Selatan (Kabupaten Malang) bakal semakin dimanjakan saat liburan tiba. Hal itu tak lepas dengan dibukanya jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan) Seksi IV atau yang dikenal dengan nama Tol Singosari-Pakis.

Jalan tol ini sudah resmi dibuka mulai 1 November 2019 lalu. Seminggu pertama, pengguna jalan tol tersebut digratiskan, alias tak dipungut biaya, bagi pengguna kendaraan roda empat yang ingin mencoba. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tarif resmi mulai diberlakukan pada 7 November 2019. Untuk kendaraan Golongan I, jalur dari Singosari-Pakis tarifnya sebesar 4.500 rupiah, Lawang-Pakis 10.500 rupiah, Purwodadi-Pakis 18 ribu rupiah, dan Pandaan-Pakis 33.500 rupiah. Tarif tersebut sesuai dengan Kepmen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No 1027/KPTS/M/2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Pandaan-Malang.

Jalan Tol Pandaan-Malang seksi IV ini dioperasikan PT Jasamarga Pandaan-Malang sebagai lanjutan dari tiga seksi sebelumnya (Pandaan-Singosari) yang lebih dulu diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 Mei 2019 lalu. Pengoperasiannya berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 1026/KPTS/M/2019, tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi IV (Singosari-Pakis).

Anda yang ingin ke pantai Malang Selatan kini tak perlu lagi bersusah payah menembus simpul-simpul kemacetan yang lazimnya ada di pintu masuk Kota Malang dari arah utara. Sebab, jalan tol ini melingkar melalui sisi timur Kota Malang. Pintu keluarnya ada di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Waktu tempuh dari sini ke arah pantai tinggal sekitar satu jam setengah atau dua jam lagi. Terlebih jika Seksi V sudah bisa dioperasikan, maka jarak tempuhnya akan semakin dipangkas. Apalagi jika rencana melanjutkan ruas jalan tol itu hingga Kepanjen, Kabupaten Malang benar-benar terlaksana.

Ruas Tol Singosari-Pakis yang rampung dibangun pada 16 Oktober 2019 itu mencapai 4,75 km. Jalan tol ini sebelumnya sempat digunakan sebagai jalan fungsional untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik selama libur Lebaran tahun 2019 itu.

Dengan demikian, Tol Mapan yang sudah difungsikan panjangnya 35,375 km dari total panjang keseluruhan 38,488 km. Masih tersisa Seksi V (Pakis-Malang) yang panjangnya 3,113 km, yang masih dalam tahap peyelesaian akhir konstruksi.

Depot Kanton Sajikan Masakan Cina Porsi Besar

Depot Kanton (C) KREPEKTEMPE
Depot Kanton (C) KREPEKTEMPE

Anda penyuka makanan Cina atau Chinese food? Anda penyuka makanan dengan porsi besar? Rasanya Depot Kanton sangat cocok dan direkomendasikan untuk Anda kunjungi.

Pemilik Depot Kanton terinsipirasi dari deretan tempat makan di daerah Kanton, Cina Selatan. Di sana banyak tempat makan yang menyajikan makanan dengan porsi besar, harganya murah, rasanya enak, dan pelayanannya sangat cepat. Karena dinilai cocok dengan selera dan kebiasaan masyarakat Indonesia, maka didirikanlah Depot Kanton ini.

Seperti yang sudah dijelaskan, menu andalan di Depot Kanton ini adalah masakan Cina. Anda bisa memilih menu nasi goreng, cap jay, bakmi goreng, kwetiau, fuyunghai, koloke, dan lain-lain. Ada pula menu perpaduan masakan Cina dengan menu lokal, seperti gurami bakar, dan ayam goreng kulit renyah. Semua menu tersebut dijamin 100 persen halal.

Depot ini memang paling cocok dikunjungi beramai-ramai, bersama keluarga atau teman-teman, mengingat menu porsi besar yang disajikan. Sebagai contoh, satu porsi nasi gorengnya saja bisa dinikmati oleh tiga-empat orang bersama.

Depot Kanton terletak di Jalan Retawu No. 6A, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Suasana tempo dulu akan terlihat begitu Anda masuk ke dalam ruangannya. Terdapat koleksi sepeda motor dan mobil antik di sudut ruangan yang akan menemani Anda bersantap. Anda bisa memanfaatkannya untuk berswa foto. Di dindingnya pun terdapat beberapa foto Malang tempo dulu.

Ruangannya pun sangat longgar, dengan penataan meja dan kursi yang memiliki jarak cukup. Meski tak ada AC, udara di lantai satu ini mengalir dengan enak. Tersedia pula ruangan di lantai dua yang bisa jadi alternatif.

Menu di Depot Kanton ini dijual dengan harga yang terjangkau. Tiap porsi kisaran harganya antara 10 ribu rupiah hingga 70 ribu rupiah. Tentu saja, sekali makan di sini, tak akan menguras kantong.

Depot ini buka setiap hari, termasuk di hari libur. Anda bisa berkunjung mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi nomor telepon (0341) 5083219.

Selain di Jalan Retawu, Depot Kanton juga memiliki banyak cabang di Kota Malang. Anda juga bisa mengunjunginya di Jalan Buring No. 25, Jalan Bukit Dieng No. E7, dan Jalan Guntur No. 31, Kota Malang.

STAY CONNECTED

972FansSuka
196PengikutMengikuti
57PengikutMengikuti

POPULER