Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 9 Malang

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 9 Malang
SMP Negeri 9 Malang (C) SEKOLAH KITA

SMP Negeri 9 Malang terletak di Jalan Prof. Moch. Yamin Gang 6 No. 26, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1979.

Keberadaaannya diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia, dengan Nomor 030/U/1979. SK Pendiriannya tertanggal 17 Februari 1979. SMP Negeri 9 Malang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20533771.

Sekolah Menengah Pertama ini merupakan salah satu SMP favorit yang terletak di daerah pusat perekonomian Kota Malang. Lokasinya tak jauh dari Pasar Besar Kota Malang, tepatnya di sebelah selatannya. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan di sekolah ini bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.

SMP Negeri 9 Malang menyediakan banyak fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa. Selain kelas yang berjumlah 24 ruangan, ada pula ruang perpustakaan, laboratorium Biologi, laboratorium Fisika, laboratorium Komputer, sanitasi siswa, dan lain-lain.

Sebagai sekolah negeri milik Pemerintah Daerah, SMP Negeri 9 Malang juga mempunyai visi dan misi. Visinya terwujudnya insan yang bertaqwa, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, misinya memiliki akhlak mulia sesuai norma agama, sifat tanggung jawab, dan gotong royong; menciptakan lingkungan sekolah yang Clean, Green dan Health; mengembangkan bidang akademik dan non akademik serta melestarikan budaya daerah; mewujudkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan berdasar konsep Manajemen Berbasis Sekolah; dan mengembangkan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui empat pilar pendidikan (learning to know, learning to be, learning to do, dan learning to live together).

Jalan Gajah Mada, Jalur Alternatif Saat Depan Stasiun Malang Macet

Jalan Gajah Mada (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Gajah Mada (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Gajah Mada menghubungkan Jalan Embong Brantas dengan Jalan Tugu, tanpa harus melewati Jalan Trunojoyo dan Jalan Kertanegara di depan Stasiun Malang Kotabaru. Tak heran jika jalan ini kerap menjadi jalur alternatif jika jalan di depan stasiun itu macet.

Nama jalan ini diambil dari nama seorang Patih Kerajaan Majapahit. Ia merupakan seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh. Saat diangkat sebagai Amangkubhumi (Perdana Menteri) Gajah Mada mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Ia terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Kitab Pararaton. Gajah Mada berjanji tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara.

Jalan Gajah Mada sendiri terbentang dari timur ke utara di wilayah Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Meski tepat berada di sebelah pusat pemerintahan Balai Kota Malang, namun jalan ini bukanlah jalan besar. Hanya terdiri dari dua ruas jalan yang cukup dilalui oleh dua kendaraan besar.

Bagian timur Jalan Gajah Mada dimulai dari sebuah pertigaan yang berpotongan dengan Jalan Embong Brantas, dan Jalan Trunojoyo. Pertigaan ini ditandai dengan keberadaan sebuah rumah makan bernama Ocean Garden dan deretan lapak helm di sisi timur.

Dari pertigaan ini, jika terus ke barat, Anda akan bertemu dengan sebuah pertigaan lagi. Pertigaan ini merupakan perpotongan antara Jalan Gajah Mada dengan Jalan Sultan Agung (di sisi utara). Anda bebas masuk ke Jalan Gajah Mada melalui Jalan Sultan Agung, atau sebaliknya, karena arus lalu lintasnya dua arah. Namun, dari arah timur, Anda hanya bisa menuju ke Jalan Sultan Agung saja (utara). Di pertigaan ini Anda tidak diperbolehkan menuju ke arah barat (lanjutan Jalan Gajahmada), karena arus lalu lintasnya dibuat satu arah.

Dari pertigaan tersebut, sebenarnya ujung Jalan Gajah Mada akan sampai di bundaran Jalan Tugu. Ujung jalan ini berada tepat di antara gedung Balai Kota Malang di sisi barat, dan gedung DPRD Kota Malang di sebelah timur. Namun, Anda hanya diperkenankan menuju ke Jalan Gajah Mada dari arah bundaran Alun-alun Tugu saja.

Di sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat (dari pertigaan Jalan Sultan Agung ke Jalan Tugu) ini kerap dijumpai deretan kendaraan roda empat yang parkir. Di sisi kiri dari arah timur pun berjajar warung kopi yang biasa menjadi langganan para PNS Balai Kota.

YNO Castle, Penginapan Megah di Kepanjen

YNO Castle, Penginapan Megah di Kepanjen
YNO Castle (C) PEGIPEGI

Kecamatan Kepanjen yang terus berkembang sebagai pusat perekonomian di Kabupaten Malang terus bermunculan lokasi-lokasi bisnis menjanjikan, salah satunya bisnis perhotelan. Pengelola YNO Castle yang tak mau ketinggalan, membangun penginapan yang megah bintang dua di kawasan tersebut.

YNO Castle cukup populer di kalangan pebisnis yang sengaja datang ke wilayah Kepanjen dengan misi-misi tertentu. Selain itu, wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai-pantai di pesisir Malang Selatan menjadi pangsa pasar penginapan tersebut.

Lokasi YNO Castle juga sangat strategis, karena terletak di jantung Kepanjen. Hotel ini berlokasi tepat di tepi jalan utama dari pusat kota menuju ke arah timur, di mana terdapat Stadion Kepanjen. Jalan tersebut juga merupakan jalan alternatif menuju ke pantai Malang Selatan.

Tak hanya dekat dengan lokasi Masjid Agung Baiturrahman yang berada 200 meter di sebelah timurnya, YNO Castle juga berada tak jaduh dari beberapa kantor dinas, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PU dan SDA, dan Pengadilan Negeri Kepanjen. Cuma butuh waktu 10 menit dengan berkendara dari hotel menuju ke kantor-kantor tersebut.

YNO Castle menawarkan fasilitas lumayan bagus. Terdapat lounge area yang diperuntukkan untuk umum. Ada pula lobby 24 jam, lahan parkir yang luas, restoran, taman, dan akses Wi-Fi gratis. Selain itu, hotel ini juga menyediakan ruang pertemuan yang dilengkapi dengan fasilitas rapat.

Untuk kamar, YNO Castle menawarkan tiga tipe, mulai dari Superior Room, Deluxe Room, hingga Suite Room. Tiap kamar di hotel ini sudah dilengkapi fasilitas seperti AC, LED TV 32 inch, kamar mandi dalam, water heater, safe deposit box, dan free mineral water.

Harga sewa per kamar di YNO Castle cukup variatif. Kamar tipe Superior Room disewakan dengan harga 400 ribu rupiah per malam. Untuk kamar tipe Deluxe Room, harganya 475 ribu rupiah per malam. Sementara, kamar tipe Suite Room disewakan seharga 550 ribu rupiah per malam.

Jika berniat bepergian ke arah Malang Selatan, tepatnya ke Kecamatan Kepanjen dan sekitarnya, Anda bisa langsung datang ke Jalan Sultan Agung No. 11, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Anda bisa melakukan reservasi melalui telepon di nomor (0341) 399770, atau melalui aplikasi penyedia jasa akomodasi yang ada.

Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2020 Dijual 14 Februari

Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2020 Dijual 14 Februari
Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2020 Dijual 14 Februari

PT Kereta Api Indonesia bersiap menjual tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2020 (1441 H). Tiket tersebut bisa dipesan oleh calon penumpang mulai 14 Februari 2020. Anda yang mau mudik ke Malang, bersiaplah!

Tiket kereta api itu bisa dipesan calon pemudik melalui laman resmi KAI, aplikasi KAI Access, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya. Pembelian atau pemesanan tiket ini sudah bisa dilakukan mulai pukul 00.00 WIB.

Langkah menjual tiket mudik lebih awal ini merupakan salah satu upaya KAI mengantisipasi efek lonjakan penumpang pada masa lebaran nanti. Biasanya, ketika ada lonjalan penumpang kereta api akan terjadi antrean panjang pembelian tiket di stasiun. Makanya, KAI mengoptimalkan sistem penjualan tiket secara online. Kapasitas server dan bandwidth pun ditambah sebanyak dua kali lipat dari biasanya agar proses pemesanan tiket di seluruh channel dapat berjalan dengan lancar.

Calon pemesan tiket mudik juga diimbau agar melakukan pembelian di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI. Tentu, tujuannya untuk menghindari penipuan, gangguan sistem, atau adanya biaya tambahan yang di luar batas wajar. Ketika melakukan transaksi pemesanan, pastikan koneksi internet stabil. Selain itu, siapkan rute atau tanggal alternatif perjalanan, dan cek ketersediaan tiket secara berkala. Ketika melakukan penginputan data identitas pun usahakan seteliti mungkin.

Berikut ini rincian lengkap penjualan tiket kereta api untuk mudik lebaran 2020.

Mulai penjualan: 14 Februari 2020, Keberangkatan: 14 Mei 2020.
Mulai penjualan: 15 Februari 2020, Keberangkatan: 15 Mei 2020.
Mulai penjualan: 16 Februari 2020, Keberangkatan: 16 Mei 2020.
Mulai penjualan: 17 Februari 2020, Keberangkatan: 17 Mei 2020.
Mulai penjualan: 18 Februari 2020, Keberangkatan: 18 Mei 2020.
Mulai penjualan: 19 Februari 2020, Keberangkatan: 19 Mei 2020.
Mulai penjualan: 20 Februari 2020, Keberangkatan: 20 Mei 2020.
Mulai penjualan: 21 Februari 2020, Keberangkatan: 21 Mei 2020.
Mulai penjualan: 22 Februari 2020, Keberangkatan: 22 Mei 2020.
Mulai penjualan: 23 Februari 2020, Keberangkatan: 23 Mei 2020.
Mulai penjualan: 24 Februari 2020, Keberangkatan: 24 Mei 2020.
Mulai penjualan: 25 Februari 2020, Keberangkatan: 25 Mei 2020.
Mulai penjualan: 26 Februari 2020, Keberangkatan: 26 Mei 2020.
Mulai penjualan: 27 Februari 2020, Keberangkatan: 27 Mei 2020.
Mulai penjualan: 28 Februari 2020, Keberangkatan: 28 Mei 2020.
Mulai penjualan: 29 Februari 2020, Keberangkatan: 29 Mei 2020.
Mulai penjualan: 1 Maret 2020, Keberangkatan: 30 Mei 2020.
Mulai penjualan: 2 Maret 2020, Keberangkatan: 31 Mei 2020.
Mulai penjualan: 3 Maret 2020, Keberangkatan: 1 Juni 2020.
Mulai penjualan: 4 Maret 2020, Keberangkatan: 2 Juni 2020.
Mulai penjualan: 5 Maret 2020, Keberangkatan: 3 Juni 2020.
Mulai penjualan: 6 Maret 2020, Keberangkatan: 4 Juni 2020.

Sejarah SMP Negeri 8 Malang yang Dulunya SMEP

SMP Negeri 8 Malang (C) XPRES999
SMP Negeri 8 Malang (C) XPRES999

SMP Negeri 8 Malang yang terletak di Jalan Arjuno No. 19, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang berdiri sejak tahun 1979. Tak banyak yang tahu jika sekolah ini dulunya adalah SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama).

SMEP beroperasi pada kurun waktu tahun 1950 hingga 1955. Sekolah ini didirikan pada tahun 1950, tepatnya 1 Juli 1950, berdasarkan SK Nomor: 5161/B. Pada awal berdirinya, SMEP bertempat di Jalan Suropati Malang (sekarang jadi komplek SKODAM V Brawijaya). Sekolah ini didirikan sebagai sekolah kejuruan tingkat pertama yang tujuannya mencetak tenaga terampil di tingkat pertama. Kemudian, pada tahun 1952, SMEP pindah ke Jalan Arjuno No. 19 (alamat SMP Negeri 8 Malang hingga sekarang).

Rupanya, hadirnya SMEP di Malang mendapatkan perhatian dari masyarakat luas di wilayah Kota Malang. Banyaknya minat masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini ternyata tak diimbangi dengan daya tampug siswa yang sepadan. Karenanya, pada tahun 1966 SMEP Negeri Malang dipecah menjadi 2, yaitu SMEP Negeri 1 di Jalan Arjuno No. 19 dan SMEP Negeri 2 di Jalan Prof. Yamin (yang sekarang menjadi SMP Negeri 9 Malang).

Adanya perubahan format sekolah dari kejuruan menjadi sekolah umum, yakni SMP, memaksa SMEP Negeri 1 sejak tahun 1977 tidak menerima siswa baru. Pada masa itu, hanya sisa siswa SMEP kelas II dan kelas III yang menyelesaikan pendidikannya.

Di sisi lain, sejak tahun ajaran 1978-1979, sekolah ini menerima siswa baru untuk format sekolah SMP Negeri 8 Malang. Sejak 17 Pebruari 1979, SMEP Negeri 1 Malang secara resmi berintegrasi menjadi SMP Negeri 8 Malang berdasarkan SK No: 030/u/1979.

Cerita Bambu dan Sejarah Desa Benjor Tumpang

Cerita Bambu dan Sejarah Desa Benjor Tumpang
Peta Desa Benjor

Desa Benjor merupakan salah satu desa yang secara administratif berada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ternyata ada cerita mengenai lonjoran bambu yang mewarnai sejarah asal usul desa ini.

Memang, tidak ada sumber otentik mengenai sejarah penamaan desa ini. Namun, dari penuturan turun-temurun dari sesepuh Desa Benjor, desa ini penamaannya berasal dari kata Bambu Selonjor. Nama ini konon diambil dari kebiasaan lama penduduk desa setempat.

Sejak zaman dahulu kala, warga Desa Benjor punya kebiasaan suka minum air sumber, yang berasal dari Coban Cinde. Air itu mereka alirkan melalui lonjoran bambu untuk kebutuhan pengairan sawah. Warga desa setempat memang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani.

Ketika haus, saat atau seusai bekerja, para petani di Desa Benjor kerap memanfaatkan aliran air melalui lonjoran bambu yang fungsi utamanya untuk pengairan sawah itu. Mereka meminum air tersebut langsung, karena percaya air itu berasal dari sumber yang bersih dan jernih. Mereka biasa menelangkupkan kedua telapak tangan menadah air dari lonjoran bambu sebagi pengganti gelas.

Sumber: http://kotatumpang.blogspot.com/2010/06/coban-cinde-desa-benjor-tumpang.html

Jalan Tugu, Satu-satunya Jalan Melingkar di Malang

Jalan Tugu, Satu-satunya Jalan Melingkar di Malang
Alun-alun Tugu (C) MACIGO MALANG

Kalau Anda mencari jalan melingkar di Kota Malang, hanya ada satu, yakni Jalan Tugu. Jalan ini melingkar di sekeliling Alun-alun Tugu di pusat kota.

Pada masa penjajahan Belanda, Jalan Tugu bernama Jan Pieter Coen Plein. Jan Pieterzoon Coen sendiri adalah Gubernur Jenderal wilayah kongsi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang keempat dan keenam yang berkuasa di Indonesia.

Jika dilihat dari udara, jalan ini tampak memiliki lima poros jalan mirip segi lima. Di sisi utara ada Jalan Suropati, di sisi barat ada Jalan Kahuripan, di sisi timur ada Jalan Kertanegara, di sisi selatan ada Jalan Majapahit dan Jalan Gajahmada. Anda bisa masuk ke Jalan Tugu melalui poros jalan tersebut, kecuali Jalan Gajahmada yang arus lalu-lintasnya searah.

Terdapat dua lajur jalan di jalan ini, namun arus lalu lintasnya dibuat searah. Para pengendara kendaraan hanya bisa melintas sesuai arah jarum jam (ke kanan) dan dilarang berjalan sebaliknya. Sesekali ketika di depan gedung Balai Kota Malang atau gedung DPRD ada acara atau demonstrasi, maka separuh Jalan Tugu ditutup. Biasanya penutupan mulai dari perpotongan dengan Jalan Kertanegara bagian selatan hingga depan Jalan Majapahit. Sementara, arus lalu lintas diubah dua arah dalam dua lajur jalan yang tidak ditutup.

Selain ada gedung Balai Kota Malang dan gedung DPRD sebagai simbol pusat pemerintahan, di sekitar Jalan Tugu terdapat Skodam V Brawijaya, Hotel Tugu, dan kompleks SMA Tugu (SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 Malang).

Kereta Api Malioboro Ekspres, dari Malang ke Jogja

Kereta Api Malioboro Ekspres (C) WIKIPEDIA
Kereta Api Malioboro Ekspres (C) WIKIPEDIA

Kereta Api Malioboro Ekspres (Moleks) merupakan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi AC plus yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta. Kereta api ini melayani penumpang dari Malang ke Jogja (Yogyakarta) PP.

Namanya diambil dari Jalan Malioboro, nama sebuah jalan yang sudah menjadi ikon di Kota Yogyakarta. KA Malioboro Ekspres pertama diresmikan pada 21 September 2012 oleh Executive Vice President (EVP) Daop VI Yogyakarta, Sinung T.N., di Stasiun Tugu dan EVP Daerah Operasi VIII Surabaya, Bambang Eko Martono, di Stasiun Malang Kotabaru.

Awalnya, kereta api ini hanya beroperasi sekali dalam sehari. Karena tiketnya laris karena menjadi idola para pengguna kereta api, maka mulai 23 Januari 2015, KA Malioboro Ekspres ditambah menjadi dua kali perjalanan per hari. Kereta api ini melayani rute perjalanan dari Stasiun Malang Kotabaru ke Stasiun Yogyakarta. Jarak tempuhnya sekali perjalanan mencapai 393 kilometer.

Susunan rangkaiannya terdiri dari empat kereta ekonomi plus (K3 YK), ditambah satu kereta makan dan pembangkit (KMP2/MP1/MP3), serta lima kereta eksekutif (K1 YK). Susunan rangkaian kereta api ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Kereta Api Malioboro Ekspres (KA 171) berangkat dari Stasiun Malang Kotabaru pada pukul 08.20 WIB. Kereta api ini akan melewati stasiun-stasiun di kota besar, seperti Blitar, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Solo Balapan, Klaten, sebelum sampai di Yogyakarta pada pukul 15.40 WIB. Sementara, KA Malioboro Ekspres (KA 173) berangkat dari Stasiun Malang Kotabaru pada pukul 20.05 WIB dan tiba di Stasiun Yogyakarta pada pukul 03.14 WIB.

Kereta Api Malioboro Ekspres (KA 172) berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 07.40 WIB dan tiba di Stasiun Malang Kotabaru pada pukul 15.41 WIB. Sementara KA Malioboro Ekspres (KA 174) berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 20.35 WIB dan tiba di Stasiun Malang Kotabaru pada pukul 03.37 WIB.

Hotel Putri Bulan, Hotel Murah Bergaya Eropa di Kota Batu

Hotel Putri Bulan (C) YOUTUBE
Hotel Putri Bulan (C) YOUTUBE

Jika Anda mencari penginapan murah di Kota Batu, mungkin Hotel Putri Bulan bisa menjadi pilihannya. Hotel ini menawarkan kenyamanan bagi seluruh pengunjung dengan gaya bangunan khas Eropa-nya.

Pertama menginjakkan kaki di hotel ini, Anda mungkin akan melihat gaya arsitektur Eropa klasik. Menginap di hotel ini, Anda serasa tinggal di istana bergaya Eropa kuno. Semua itu tergambar dari interior maupun eksteriornya. Suasananya nyaman untuk pengunjung. Meski dekat dari pusat Kota Batu, hotel ini cukup terhindar dari hiruk-pikuk kota tersebut.

Hotel Putri Bulan menyediakan fasilitas yang cukup lengkap. Dalam setiap kamar sudah ada televisi berwarna, air panas/dingin, spring bed, telepon jaringan lokal, peralatan mandi, brankas, kulkas, hairdryer, dan layanan room service. Di hotel ini juga tersedia restoran, arena bermain untuk anak, dan lahan parkir. Pelayanannya pun ditunjang keberadaan staff yang profesional, ramah dan sangat membantu tamu.

Tersedia total 10 kamar di Hotel Putri Bulan ini, dan dua cottage (per cottage terdiri dari dua kamar). Anda bisa memilih Kamar Standar yang terdiri dari lima kamar, Kamar VIP (9 dan 12), dan Kamar VIP Plus (6, 10, dan 11). Selain itu, ada juga dua cottage untuk keluarga, yakni Cottage Dewi Supraba, dan Cottage Dewi Ratih.

Jika Anda berminat menginap di Hotel Putri Bulan, silakan datang saja ke Jalan Bukit Berbunga, No. 10 dan 12, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Anda juga bisa melakukan reservasi kamar melalui aplikasi penyedia layanan akomodasi di internet, atau melalui nomor telepon (0341) 592 361 dan 596 460. Untuk reservasi online, Anda harus menyetor uang muka minimal 50 persen dari total pemesanan.

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih Versi Malangan (2)

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih Versi Malangan (C) CERITA RAKYAT MALANG
Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih Versi Malangan (C) CERITA RAKYAT MALANG

Di Malang juga ada cerita legenda Bawang Merah dan Bawang Putih. Kisah tersebut ditulis di dalam buku berjudul Cerita Rakyat Dari Malang (Jawa Timur), karya Wahyudi Siswanto dan Sisbar Noersya.

Sebelumnya, dikisahkan Bawang Putih disuruh ibu tirinya mencari pakaian dan gayung yang hanyut ke sungai. Namun, setiap orang yang ditemuinya di sepanjang sungai mengaku tidak melihatnya. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang mencuci beras di pinggir sungai di suatu tempat yang rimbun. Dengan tertatih-tatih Bawang Putih pun mendekat.

“Apakah Nenek melihat pakaian dan gayung yang hanyut?” tanya Bawang Merah.

Nenek itu menoleh, kemudian menjawab, “Ada, Nak. Barangnya sudah saya bawa pulang. Bagaimana kalau kita ambil?”

Betapa gembira hati Bawang Putih. Ia mengangguk dan bisa tersenyum. Bawang Putih kemudian mengikuti si nenek menuju rumahnya yang tidak jauh dari sungai. Dalam perjalanan, Bawang Putih banyak bercerita tentang dirinya kepada si nenek itu.

Ternyata nenek itu adalah istri seorang raksasa yang suka makan daging manusia. Melihat si nenek pulang bersama Bawang Putih, si raksasa yang bernama Glugutbumi itu sangat gembira. Ia berpikir akan menikmati santapan lezat.

Si nenek kemudian menjelaskan kisah hidup Bawang Putih, sampai ia datang ke tempat tersebut. Mendengar kisah yang memilukan itu, raksasa berubah menjadi kasihan kepada Bawang Putih. Oleh karena itu, ketika Bawang Putih berpamitan pulang, raksasa memberikan hadiah buah labu.

“Jangan dipecah sebelum engkau sampai di rumah,” kata raksasa itu dengan suaranya yang besar dan keras. Bawang Putih mengangguk.

“Terima kasih. Saya tidak akan melupakan jasa baik Kakek dan Nenek,” kata Bawang Putih dengan nada tulus.

Setelah tiba di rumah, buah labu itu langsung dipecah di hadapan ibu dan saudara tirinya. Betapa terkejutnya mereka. Begitu buah itu dipecah, tersembullah berbagai perhiasan emas, intan, dan berlian. Perhiasan itu langsung diminta oleh ibu tirinya dan diberikan kepada si Bawang Merah.

“Dari mana kamu mencuri perhiasan itu?” tuduh ibu tirinya. Bawang Putih tidak bisa berbohong. Ia bercerita tentang asal labu itu.

Keesokan harinya, Bawang Merah disuruh ibunya untuk melakukan seperti apa yang telah dialami oleh Bawang Putih. Bawang Merah diminta menghanyutkan pakaiannya dan pura-pura mencarinya. Ia minta tolong kepada nenek tua. Benar juga, Bawang Merah juga dilayani seperti halnya Bawang Putih. Ketika berpamitan pulang, ia juga diberi buah labu.

Betapa senangnya Bawang Merah dan ibunya. Ketika buah itu dipecah, bukannya perhiasan yang ada, melainkan binatang melata, seperti ular, kalajengking dan kelabang. Binatang-binatang itu langsung menyerang Bawang Merah dan ibunya hingga tewas seketika.

Bawang Putih pun menceritakan semua perbuatan ibu tirinya dan Bawang Merah kepada sang ayah. Sang ayah yang merasa bersalah kepada Bawang Putih pun meminta maaf. Sejak itu, kehidupan Bawang Putih dan ayahnya kembali berbahagia.

Sumber: Cerita Rakyat Dari Malang (Jawa Timur) – Wahyudi Siswanto dan Sisbar Noersya

STAY CONNECTED

976FansSuka
196PengikutMengikuti
57PengikutMengikuti

POPULER