Pengobatan Alternatif Ramuan Cina Sumber Waras

Sumber Waras, salah satu pengobatan alternatif di Malang (C) GOOGLE
Sumber Waras, salah satu pengobatan alternatif di Malang (C) GOOGLE

Dalam upaya mengobati penyakit, kadang ada pula sebagian masyarakat yang tidak cocok dengan pengobatan secara medis oleh dokter di rumah sakit atau klinik. Hal itulah yang melatarbelakangi dibukanya pengobatan alternatif dengan ramuan obat-obatan Cina Sumber Waras.

Tak sedikit dari masyarakat Indonesia yang lebih percaya pengobatan alternatif ketimbang secara medis. Pengobatan alternatif ini pun terbagi menjadi berbagai metode. Khusus di Sumber Waras, Anda akan mendapatkan pengobatan dengan metode tusuk jarum alias akupuntur. Metode tusuk jarum ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit luar maupun penyakit dalam.

Selain itu, pengobatan alternatif Sumber Waras juga menyediakan bahan-bahan ramuan obat dari China. Obat ini diramu oleh tabib dari bahan-bahan herbal yang dijamin jauh dari bahan kimia. Tentu saja, obat ramuan ini bisa dibilang lebih alami.

Pengobatan alternatif Sumber Waras berada di Jalan Sutan Syahrir No. 9, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Jika Anda berkunjung untuk membeli obat, sedari pagi memang sudah buka. Hanya saja, jika Anda ingin berkunjung untuk menjalani terapi pengobatan alternatifnya, buka mulai sore hari, mulai pukul 15.00 hingga pukul 20.00 WIB. Pengobatan alternatif ini buka setiap hari, kecuali Minggu tutup. Sedangkan khusus di hari Sabtu, Sumber Waras juga buka pada pagi hari, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, lalu buka kembali seperti biasa pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

Faktanya, banyak orang yang sampai antri untuk mendapatkan pengobatan alternatif di Sumber Waras ini hingga tengah malam. Anda disarankan untuk konfirmasi dulu kedatangan melalui saluran telepon (0341) 325109.

Belajar di Peternakan Sapi Terintegrasi di Kecamatan Jabung

Kondisi kandang sapi di Peternakan Sapi Terintegrasi milik Erwin (C) KOMPASIANA
Kondisi kandang sapi di Peternakan Sapi Terintegrasi milik Erwin (C) KOMPASIANA

Sebagai daerah dataran tinggi, Kabupaten Malang sebelah utara dan timur memang cocok dijadikan sebagai lahan peternakan, tak terkecuali bagi sapi perah. Seperti di Kecamatan Jabung misalnya, terdapat peternakan sapi terintegrasi yang dikelola oleh pria bernama Erwin.

Banyak hal yang dapat dipelajari di peternakan yang terletak di Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini. Mulai dari usaha peternakan sapi perah, pembuatan biogas, dan pupuk organik.

Di peternakan terintegrasi ini terdapat 30-an sapi perah yang berjajar rapi di kandang. Tampak terdapat penanda khusus pada sapi-sapi perah tersebut yang bertuliskan P Indilakto 337 di telinga si sapi. Kandang sapi perah itu sendiri tampak bersih, sehingga membuat sapi-sapi perah itu merasa nyaman dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Nyaris tak ada bau yang tercium dari kandang tersebut. Kandang sapi perah ini dibuat dengan sistem terintegrasi satu siklus, sehingga kotoran sapinya langsung diolah tanpa menyisakan bau menyengat.

Kotoran sapi atau yang lazim disebut telethong oleh orang Jawa ini diolah menjadi biogas, diproses secara alami melalui bak penampungan. Ukuran bak penampungan yang terbuat dari beton yang tertanam dalam tanah itu sekitar 4 x 5,5 meter, sehingga mampu menampung banyak kotoran sapi. Dari kandang, kotorang sapi perah langsung ditampung dalam bak tersebut setelah air kencingnya dipisahkan. Bak-bak penampungan itu kemudian dihubungkan dengan pipa dengan sistem yang terbilang sederhana untuk mengalirkan kotoran sapi dari penampungan sementara di kandang. Setelah diproses secara alami, dan menghasilkan energi biogas siap pakai, hasilnya kembali dialirkan dari bak penampungan melalui pipa menuju dapur.

Sapi-sapi perah di peternakan terintegrasi ini diberi makan rumput yang tidak sembarangan. Erwin selaku pengelola menyediakan rumput terbaik, dan jenis unggul, sehingga kotorannya pun tak berbau menyengat. Rumput yang diberikan sebagai makanan tergolong jenis rumput mott (rumput gajah), atau biasa disebut rumput odot. Ada sebagian masyarakat yang menyebutnya rumput gajah kerdil atau rumput gajah kate.

Hasil biogas di peternakan terintegrasi ini dapat dimanfaatkan langsung oleh Erwin untuk keperluan dapurnya. Pipa-pipa biogas tadi langsung tersambung dengan kompor biogas miliknya. Kompor-kompor ini yang kemudian dipakai untuk mengolah hasil susu sapi menjadi produk-produk turunan, seperti susu coklat atau susu rasa-rasa lainnya.

Selain menjadi biogas, kotoran sapi miliknya ada pula yang diolah menjadi pupuk organik. Pupuk ini berbentuk seperti pasir kering, lembut dan tidak berbau. Untuk membuat pupuk ini, Erwin menggunakan media cacing untuk mempercepat prosesnya. Dalam waktu sehari semalam, satu ton cacing cukup untuk mengurai tumpukan kotoran sapi. Pupuk organik ini kemudian dikemas ke dalam beberapa karung/sak kecil yang dijualnya per sak. Erwin menjual pupuk organik ini seharga 5.000 rupiah per saknya. Umumnya, pelanggannya adalah para petani bunga.

Sumber: http://www.kompasiana.com/m_yunus/belajar-dari-peternakan-sapi-mas-erwin_56c40044b493736c1179045f

Spot Instagramable Baru Coban Talun Itu Bernama Rumah Bom

Coban Talun juga punya Rumah Bom (C) MALANGTIMES
Coban Talun juga punya Rumah Bom (C) MALANGTIMES

Spot-spot baru di Wanawisata Coban Talun sekarang ini semakin beragam. Selain Rumah Apache dan Pagupon Camp, satu lagi yang tak kalah instagramable-nya, yakni Rumah Bom.

Pertama kali mendengar namanya, mungkin Anda akan merasa ketakutan. Tapi tenang, rumah bom ini tak seperti yang Anda bayangkan. Tentunya tak semenakutkan seperti yang ada di pikiran Anda. Rumah Bom ini sendiri merupakan perwujudan dari bangunan lawas zaman penjajahan Belanda di mana mereka biasa menjadikannya sebagai tempat penyimpanan senjata.

Rumah yang memiliki bentuk atap khas segitiga ini berdiri tegak berjajar di antara taman-taman kecil, sama seperti ‘tetangganya’, Rumah Apache dan Pagupon Camp. Meski agak menyeramkan namanya, Rumah Bom kerap menjadi objek sasaran para pengunjung yang ingin berswa-foto. Foto dengan latar belakang rumah dan taman di sekelilingnya itu tentu layak diunggah kemudian di akun Instagram.

Meski berada di dalam kawasan wanawisata, deretan Rumah Bom ini juga dapat disewa sebagai tempat menginap, tak jauh beda dengan Rumah Apache dan Pagupon Camp. Anda tidak perlu khawatir, lantaran rumah ini dilengkapi fasilitas layaknya kamar hotel. Ruangan yang dapat menampung hingga empat orang itu memiliki spring bed, kamar mandi dalam dan saluran air panas yang dapat memuaskan penyewa.

Untuk masuk ke kawasan Coban Talun, Anda cukup membayar sebesar 15 ribu untuk tiket masuknya. Loketnya buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Terdapat biaya tambahan untuk retribusi parkir 2000 rupiah untuk kendaraan roda dua, dan 5000 rupiah untuk kendaraan roda empat. Sementara masuk ke kawasan Rumah Bom-nya sendiri Anda harus membayar lagi sebesar 10 ribu rupiah. Jika Anda ingin menginap, biayanya cuma 300-400 ribuan per malamnya.

Coban Talun sendiri merupakan wana wisata yang terletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Untuk menuju ke tempat ini, Anda akan menempuh perjalanan sejauh sekitar 15 km dari pusat Kota Malang. Arahkan saja kendaraan Anda menuju ke Cangar atau Selecta. Jika dari arah Mojokerto, Anda bisa mengambil jalur Trawas-Cangar. Anda bisa juga memanfaatkan kendaraan umum yang tersedia. Naik saja angkutan kota berwarna pink menuju Terminal Batu, kemudian oper angkot dengan warna yang sama jurusan Coban Talun, maka Anda akan diturunkan tepat di depan pintu masuk Coban Talun.

UB Sport Center, Tempat Fitnes Langganan Arema FC

Penggawa Arema FC berlatih di UB Sport Center (C) AKAIBARA
Penggawa Arema FC berlatih di UB Sport Center (C) AKAIBARA

Selain berlatih fisik di lapangan, para pemain Arema juga rajin melakoni sesi latihan fitnes. UB Sport Center merupakan pusat kebugaran yang biasa menjadi langganan tim kebanggaan Aremania dan warga Malang Raya itu untuk membentuk kondisi fisik mereka.

Universitas Brawijaya sebagai pengelola memiliki beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang olahraga, sehingga secara tidak langsung dapat diketahui seberapa banyak peminat olahraga di Universitas Brawijaya. Melihat peluang tersebut, pihak kampus yang terletak di Jalan Veteran tersebut mendirikan UB Sport Center pada tahun 2011 secara mandiri. Pusat kebugaran ini didirikan untuk memberikan fasilitas khusus di bidang olahraga bagi mahasiswa Universitas Brawijaya dan masyarakat umum.

Penggawa Arema berlatih di tempat yang merupakan salah satu dari beberapa unit bisnis yang ada di Universitas Brawijaya ini setidaknya tiga kali dalam satu minggunya. Jadwal tetapnya tiap hari Senin, Rabu dan Jumat pagi.

Fasilitas yang tersedia di UB Sport Center ini antara lain fitness center di lantai satu dan dua, aerobic di lantai dua, lapangan tenis dan badminton indoor di lantai satu dan lapangan futsal di lantai tiga. Para penggawa Arema biasanya memakai fitnes center di lantai dua untuk berlatih, dan ruang aerobik biasanya untuk pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah latihan.

Harga yang ditawarkan UB Sport Center ini terbilang murah, dan sebanding dengan kantong mahasiswa. Untuk fitness center dikenakan biaya 60 ribu rupiah per bulan, dengan biaya 75 ribu rupiah pada bulan pertama. Untuk para pecinta senam aerobic, Anda cukup membayar biaya 60 ribu rupiah per bulan untuk 12 kali pertemuan. Sementara lapangan tenis indoor harga sewanya dipatok 35 ribu rupiah per jam.

Dengan harga yang terjangkau, tak heran jika 70 persen pelanggan pusat kebugaran ini adalah para mahasiswa Universitas Brawijaya sendiri, sedangkan sisanya merupakan masyarakat umum, termasuk tim Arema.

UB Sport Center terletak di Jalan Terusan Cibogo No. 1, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tepatnya di ujung jalan kecil tepat di tanah sebelah bekas bangunan MX Mall atau jalan masuk ke Hotel Swiss-Belinn Malang. Pusat kebugaran ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Untuk informasi, Anda bisa menghubungi nomor telepon (0341) 579955.

Ludruk Jaman Now Ala Paguyuban Genaro Ngalam

Ludruk Jaman Now akan mengangkat kisat Misteri Istana Songgoriti
Ludruk Jaman Now akan mengangkat kisat Misteri Istana Songgoriti

Paguyuban Genaro Ngalam kerap mengadakan pertunjukan kesenian khas Jawa Timur, seperti ludruk misalnya. Dalam waktu dekat, perkumpulan perantau asal Malang di Jakarta itu akan menggelar ludruk jaman now pada 11 Maret 2018.

Ludruk berjaya di daerah Jawa Timur sejak masa kemerdekaan hingga sekitar tahun 1990-an. Sejalan dengan masa, seni ludruk dan berbagai kesenian budaya daerah bisa dibilang memudar. Paguyuban Genaro Ngalam selaku masyarakat Jawa Timur merasa bertanggung jawab untuk turut melestarikannya dengan mengadakan pementasan rutin.

Mengusung tema “Lucunya ludruk jaman now”, pentas kesenian tersebut akan digeber di Graha Bhakti Budaya, di kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat. Untuk lakonnya, panitia pelaksana mengambil cerita Misteri Istana Songgoriti. Pertunjukan ini dikemas dengan Bahasa Indonesia bercampur dengan Bahasa Jawa, sehingga dapat dinikmati oleh semua pihak, sebagai nostalgia bagi para senior, dan sebagai tontonan serta tuntunan bagi generasi yang lebih muda.

Paguyuban Genaro Ngalam sendiri sudah berdiri sejak tahun 1985 ini sendiri sebenarnya merupakan sebuah perkumpulan orang Malang yang ada di Jakarta, yang anggotanya adalah para mantan siswa yang pernah bersekolah di kota Malang dan saat ini tinggal di Jakarta. Selain mengadakan pertunjukan kesenian khas Jawa Timur, paguyuban ini juga punya program rutin satu tahun sekali mengadakan mudik gratis bagi para perantau asal Malang yang ada di Jakarta.

Sebelum pertunjukan ludruk digelar, lebih dulu diadakan jamuan makan siang pada pukul 12.00-13.00 WIB. Kemudian, gelaran ludruk jaman now bakal dimulai pukul 13.30-15.30 WIB.

Ide cerita, penyutradaraan dan para pemainnya dilakukan secara gotong-royong oleh para anggota dan pengurus paguyuban. Mereka pun menggandeng para pegiat seni profesional yang kompeten di bidangnya untuk menciptakan pertunjukan dan hiburan yang lebih berkesan. Tak heran jika pertunjukan ini turut diikuti sejumlah bintang tamu pelawak nasional seperti Kadir, Polo, Tessy, Agus Kuprit, dan Cak Tawar.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Liliek di nomor 0819 3215 8010, atau Deasy di nomor 0816 1187 560. Jika Anda berminat menyaksikannya bisa menghubungi contact person di atas.

Sudah Tahu Rasanya Menginap di Pagupon Camp?

Penampakan penginapan Pagupon Camp, sudah pernah coba? (C) DEKATOUR
Penampakan penginapan Pagupon Camp, sudah pernah coba? (C) DEKATOUR

Anda ingin merasakan sensasi yang berbeda dari sebuah penginapan yang tidak biasa. Coba saja datang ke Coban Talun di daerah Kota Batu, maka Anda akan menemukan sebuah penginapan yang bentuknya cukup unik bernama Pagupon Camp.

Kebanyakan orang datang ke Coban Talun untuk berkemah atau menjelajah alam ke bawah air terjuannya. Namun, Pagupon Camp ini dapat menjadi alternatif tempat menginap bagi Anda yang datang ke wana wisata ini. “Kandang burung dara” ini terletak di tengah-tengah hutan yang masuk dalam kawasan hutan lindung Coban Talun. Penginapan ini diresmikan sejak 27 Desember 2016.

Awalnya, Pagupon Camp ini sengaja dibangun untuk mereka yang berkunjung ke Coban Talun atau lokasi wisata lain di sekitarnya. Menginap di rumah unik ini, Anda akan merasakan sensasi tersendiri yang tak ada di penginapan lainnya. Tinggal di dalam pagupon ini Anda bisa merasakan bagaimana menyatu dengan alam. Tentunya ini adalah pengalaman yang mungkin belum Anda rasakan dari penginapan lainnya.

Pada dasarnya, secara harfiah, pagupon yang merupakan Bahasa Jawa, dapat diartikan sebagai rumah atau tempat tinggal burung dara. Sama persis dengan aslinya, begitu dilihat dari eksteriornya, penginapan ini benar-benar berbentuk pagupon. Jadi Anda bisa membayangkan menjadi seekor burung dara yang tinggal di dalam rumah pagupon. Namun, pagupon ini cuma bentuk luarnya saja, sedangkan dalamnya seperti kamar hotel pada umumnya. Ruangan kamarnya cukup besar, yakni berukuran panjangan empat meter, lebar tiga meter, dan tinggi 2,5 meter. Kamar ini dapat menampung sampai empat orang.

Selain menginap, Anda juga bisa berfoto-ria di depan atau dalam Pagupon Camp. Selain rumah burung dara itu, ada beberapa spot tempat berswa-foto lain yang terbilang instagramable. Terdapat pula rumah segitiga sebagai pilihan selain rumah pagupon.

Untuk masuk ke kawasan Coban Talun, Anda cukup membayar sebesar 15 ribu untuk tiket masuknya. Loketnya buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Terdapat biaya tambahan untuk retribusi parkir 2000 rupiah untuk kendaraan roda dua, dan 5000 rupiah untuk kendaraan roda empat. Sementara masuk ke kawasan Pagupon Camp-nya sendiri Anda harus membayar lagi sebesar 5000 rupiah. Jika Anda ingin menginap, biayanya cuma 300-400 ribuan per malamnya.

Coban Talun sendiri merupakan wana wisata yang terletak di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Untuk menuju ke tempat ini, Anda akan menempuh perjalanan sejauh sekitar 15 km dari pusat Kota Malang. Arahkan saja kendaraan Anda menuju ke Cangar atau Selecta. Jika dari arah Mojokerto, Anda bisa mengambil jalur Trawas-Cangar. Anda bisa juga memanfaatkan kendaraan umum yang tersedia. Naik saja angkutan kota berwarna pink menuju Terminal Batu, kemudian oper angkot dengan warna yang sama jurusan Coban Talun, maka Anda akan diturunkan tepat di depan pintu masuk Coban Talun.

Warung Tegal Ombo, Langganan Para Sopir Truk

Warung Tegal Ombo di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang (C) AKAIBARA
Warung Tegal Ombo di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang (C) AKAIBARA

Para sopir truk, terutama yang sering antar-jemput barang melalui jalur lintas selatan dari atau ke Kabupaten Malang pasti sudah asing lagi dengan nama Warung Tegal Ombo. Warung makan ini berada di Kecamatan Bululawang, salah satu pintu masuk menuju ke wilayah Malang selatan.

Warung Tegal Ombo memang menjadi jujugan bagi para sopir truk atau mobil box yang biasa melintas dari atau ke jalur lintas selatan Kabupaten Malang. Mereka kerap kali singgah di warung ini untuk ‘mengisi bensin’ ke dalam perut atau sekadar ngopi untuk melepas lelah dan rasa kantuk selama di perjalanan. Anda dapat dengan mudah melihat pemandangan beberapa truk atau mobil box di pelataran warung yang terletak di tepi jalan ini.

Warung ini menyediakan aneka lalapan, mulai ayam kampung, ayam potong, bebek goreng, lele, belut, burung dara, ikan laut, hingga tahu tempe. Seporsinya selain dapat bonus sayur lalap seperti kubis, ketimun dan kemangi, Anda juga mendapatkan semangkok kecil sambal uleg. Menariknya, Anda bebas mengambil nasi sebanyak yang diinginkan, karena seporsi nasi disuguhkan dalam satu wakul yang lumayan besar. Sementara, untuk menu minuman, warung ini menyediakan es teh, teh hangat, es jeruk, jeruk hangat, juga kopi hitam dan kopi susu.

Tempat makan di Warung Tegal Ombo ini cukup nyaman. Karena tempatnya yang memanjang dari sisi timur ke barat, meja dan kursi di warung ini disusun rapi memanjang pula, tak saling berhadapan. Satu deret meja-kursi menghadap ke tembok sebuah pabrik, sedangkan satu deret lagi menghadap ke arah jalan raya, di mana Anda bisa menikmati suasana jalanan sambil makan. Selain itu, tersedia spot untuk lesehan di bagian paling ujung timur. Spot ini biasanya ditempati oleh sebuah keluarga besar atau sekumpulan muda-mudi satu gank.

Harga setiap menu yang ditawarkan warung ini cukup terjangkau untuk ukuran ekonomi menengah ke bawah. Harga termahal, untuk seporsi ayam kampung ditambah minum es jeruk, Anda cuma membayar tak lebih dari 25 ribu.

Warung ini terletak di Jalan Raya Bakalan No. 90, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Mencarinya tidaklah sulit. Dari arah Kota Malang, warung ini ada di sebelah kanan jalan setelah SPBU Bakalan, sedangkan jika dari arah timur warung ini berada di sebelah kiri jalan sebelum SPBU Bakalan. Warung Tegal Ombo buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 01.00 WIB. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi nomor telepon 0856-4668-3708.

Perjuangan KRIS Malang Dalam Revolusi Kemerdekaan

KRIS Malang menjadi bagian dari revolusi kemerdekaan RI (C) TAWANGSARI KAMPOENG SEDJARAH
KRIS Malang menjadi bagian dari revolusi kemerdekaan RI (C) TAWANGSARI KAMPOENG SEDJARAH

Sejak awal tahun 1946 semua kelompok suku Manado di Surabaya, kecuali yang terdapat dalam BPRI, telah bergabung dengan TKR Laut yang kemudian disebut Divisi VI Tentara Laut yang bermarkas di Lawang. Susunan staf komando terdiri dari Komandan Letnan kolonel J. Tamboto, Kepala Staf Letnan Kolonel JF Warouw, para staf Kapten Dolf Runturambi, Hein Wurangian dan dr. Supit serta sekretaris divisi Lengkong. Sedangkan pasukan ditempatkan di garis pertahanan Sidoarjo untuk melakukan infiltrasi dan perlawanan bersenjata tentara Sekutu dan NICA.

Untuk meningkatkan kemampuan daya tempur dan disiplin keprajuritan, Divisi VI Tentara Laut Lawang yang banyak merupakan anggota KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi), mendirikan depot latihan di Probolinggo dan Pasirputih. Di samping itu juga Divisi VI ini tidak melupakan tanggung jawab moralnya terhadap keluarga-keluarga yang mengikuti mereka mundur dari Surabaya. Untuk mengurus para keluarga tersebut, pimpinan TKR Laut mendirikan sebuah badan sosial yang disebut Badan Sosial KRIS. Hal itu mereka lakukan karena sejak di Surabaya mereka sudah menganggap dirinya anggota KRIS.

TRI Laut di Lawang secara resmi tidak pernah menyebut diri TKR Laut KRIS, namun di kalangan para pejuang Surabaya dan Lawang umumnya menganggap bahwa mereka sebagai bagian dari KRIS karena semua anggotanya memakai lencana KRIS. Oleh sebab itu di kalangan badan-badan perjuangan, mereka lebih dikenal dengan sebutan tentara laut KRIS. Demikian juga sebutan yang tersiar di kalangan pemerintah Jawa Timur. Hal itu karena orang-orang Lawang tersebutlah yang mendirikan cabang-cabang KRIS di Probolinggo, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi. Kemudian J. Tamboto sendirilah yang menjadi ketua KRIS pertama di Lawang yang disebut juga KRIS Surabaya dan secara de facto J. Tamboto yang menjadi ketua wilayah KRIS di bagian timur Jawa Timur.

Di samping tugas mempertahankan daerah perbatasan Sidoarjo-Probolinggo, pimpinan Divisi VI TRI Laut Lawang sebagai orang KRIS membentuk pasukan infiltrasi ke Sulawesi. Untuk itu mereka membentuk kelompok-kelompok tempur sukarela yang digerakkan setiap saat, yang ditempatkan di sejumlah pelabuhan pantai utara Jawa Timur, Probolinggo, dan Pasirputih. Pada mulanya seluruh usaha dan perencanaan latihan hanya diarahkan ke Sulawesi saja, tetapi sejak Belanda menduduki Madura pada 1947, usaha infiltrasi juga ditujukan ke sana.

Divisi VI TKR Laut Lawang cukup banyak memberikan bantuan yang berarti kepada pasukan-pasukan KRIS yang berjuang di front Jawa Barat, Jakarta, dan Bandung khususnya pada awal tahun 1946. Sewaktu para pejuang dipaksa meninggalkan Surabaya, Divisi VI memang meninggalkan seluruh harta benda mereka tetapi senjata-senjata rampasan perang dibawa seluruhnya. Perlengkapan perang itu diberikan juga kepada kesatuan lain yang membutuhkan. Mereka memberikan beberapa pucuk senjata pada Fred Kodongan yang merupakan komandan Batalyon II KRIS Bandung dan kepada Rapar, Palar dan Makaminang yang juga pemimpin-pemimpin KRIS Krawang dan Subang. Divisi VI juga banyak memberi senjata kepada Kahar Muzakkar yang bertempur di bagian utara Surabaya dan kepada kelompok-kelompok yang dipersiapkan untuk infiltrasi yang kemudian disebut Armada 40.

Pada akhir tahun 1945, terjadilah gerakan-gerakan anti suku Ambon dan Manado di Kota Malang. Pengaruh berita yang simpang siur dari Jakarta serta berkecamuknya pertempuran di Surabaya karena RAPWI tanpa mengindahkan tuntutan para pemimpin-pemimpin rakyat, mengikutsertakan orang-orang Belanda dalam tim pekerja badan ini sehingga makin memperkeruh suasana kota pegunungan ini. Kejadian itu sangat mempengaruhi pemikiran rakyat Malang, sehingga mereka marah.

Sama halnya dengan di Jakarta, RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Internees) di Malang menyelundupkan serdadu-serdadu NICA yang terdiri dari orang-orang Ambon dan Manado dalam tim kerjanya. Bekas tentara KNIL di Malang dibujuk untuk kembali bergabung dengan KNIL dengan iming-iming pangkat dan gaji besar. Di Malang terdapat banyak keluarga tentara KNIL ditinggalkan para suami dan pergi bersama Belanda. Penduduk setempat mencurigai jika serdadu NICA dan RAPWI menyerbu Malang mereka akan membantu menghancurkan Republik dan mengembalikan kekuasaan Belanda. Namun badan-badan perjuangan tidak terpengaruh oleh hasutan-hasutan tersebut sehingga kericuhan yang mulai terjadi di beberapa bagian kota tidak sempat meluas.

Pemuda-pemuda Manado yang tinggal di Manado dapat memahami kemarahan yang dialami masyarakat. Oleh karena itu mereka berusaha menjernihkan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Para pemuda tersebut antara lain Alo Gerung Waworuntu, John Andrie, Jopie Pesik dan lain-lain yang sudah bergabung dalam TKR di Malang. Merekalah yang memberi pengertian kepada pemuka-pemuka masyarakat sehingga tidak terjadi insiden yang lebih luas. Setelah itu terjalin pengertian dan kerjasama yang baik antara orang Ambon-Manado dengan penduduk Kota Malang selama masa revolusi.

Ketika keadaan sudah mereda, utusan puncak pimpinan KRIS datang di Malang untuk menganjurkan supaya mereka mendirikan KRIS. Para pemuda menyetujui gagasan pendirian KRIS, tetapi hanya sebagai wadah sosial. Untuk menjadikan KRIS sebagai badan pertahanan bersenjata, karena sebagian telah bergabung dengan TKR, khususnya detasemen polisi militer TKR. Dengan demikian KRIS cabang Malang hanya bersifat sosial dan sebagai ketua yang pertama dijabat oleh Jan Tilaar. Dalam perkembangan selanjutnya, sebagai tempat pelarian keluarga-keluarga bekas daerah pendudukan Surabaya-Mojokerto, fungsi dan tugas sosial KRIS Malang menjadi sangat penting dan berat.

Pada saat itu jumlah keluarga Manado yang perlu mendapat perawatan, termasuk para pengungsi dari daerah-daerah pendudukan, tidak kurang dari 5.000 orang. Umumnya mereka adalah anak-anak dan para istri serdadu-serdadu KNIL yang pada waktu Jepang memasuki Indonesia oleh Belanda diungsikan ke Australia. Selama masa pendudukan Jepang, khususnya pada tahun 1945, para keluarga tersebut sangat bergantung pada bantuan dan pimpinan perkumpulan-perkumpulan Manado setempat. Sehingga wajar kemudian mereka mengikuti orang-orang itu mengungsi setelah tempat tinggalnya diduduki Belanda. Pemerintah RI yang diwakili Menteri Sosial Maria Ulfah SH, sudah berusaha membantu dengan memberi sejumlah uang tetapi tidak mampu mengurus mereka. Sedangkan bekas pimpinan perkumpulan sosial Manado setempat, yang kini berkedudukan sebagai pengungsi, juga tidak dapat berbuat banyak kecuali menghubungi keluarga Manado di tempat baru tersebut. Mereka akhirnya dibawa kepada pengurus KRIS Malang.

Semua keluarga Manado terbuka untuk menampung keluarga-keluarga eks KNIL di rumahnya masing-masing, namun pada umumnya mereka tidak mampu memberi makan. Seperti yang terjadi di rumah keluarga Kosiyungan yang menampung 20 orang, padahal keluarga Kosiyungan yang memiliki empat orang anak berkehidupan pas-pasan. Namun demikian, selama keadaan memungkinkan mereka tetap mengusahakan untuk memberi tempat dan makan sekedarnya pada para pengungsi.

Untungnya para pengungsi yang jauh melebihi jumlah orang Manado di Malang dapat ditampung dan dirawat dengan disediakan makanan dan pakaian yang layak. Dalam hal ini dapat disebutkan jasa Alo Gerung Waworuntu, yang secara sukarela memikul tanggung jawab mencari dan mengumpulkan bantuan untuk para pengungsi. Ia mencari bantuan sampai Jakarta dan memperoleh bantuan berupa dana dan pakaian dari berbagai perkumpulan dan perorangan kawanua termasuk dari Menteri Keuangan Mr. AA Maramis.

Pada akhir tahun 1946 dan awal 1947 beberapa keluarga eks KNIL meninggalkan Malang, setelah mendapat kabar bahwa suami mereka sudah kembali di Indonesia. Untuk keluarga kawanua ini mereka dapat dengan mudah melintasi garis demarkasi di daerah yang dijaga pasukan KRIS dengan surat PMI. Dan di daerah seberang sebagai keluarga KNIL, mereka tentu akan mendapat pelayanan yang baik. Saat itu sikap KRIS tersebut sering dipertanyakan dan dikecam oleh badan-badan perjuangan lainnya. Tetapi KRIS berpendapat bahwa justru dengan membantu dan melindungi keluarga-keluarga itulah dapat ditanam bibit kesadaran dalam benak anggota KNIL bahwa mereka terlibat dalam perjuangan bangsa di tanah air. Sebaliknya jika mempersulit mereka maka akan menimbulkan dendam dan kebencian para suami yang bertugas di KNIL dan menjadikan mereka lebih kejam dalam bertindak.

Hal itu pernah dialami Lembong, anggota Divisi VI TRI Laut di Lawang. Ia semula sebagai anggota pasukan Heiho bentukan Jepang tetapi melakukan desersi dan bergabung dengan pasukan Sekutu yang memerangi Jepang di Philipina. Setelah kemerdekaan Indonesia ia berniat mengabdikan diri pada perjuangan dan bergabung dengan tentara Indonesia. Dari keluarga-keluarga KNIL yang baru tiba di pedalaman, Lembong mengetahui bahwa di daerah perbatasan Surabaya seluruhnya dikuasai orang-orang Sulawesi. Oleh karena itu ia pergi ke Surabaya dan berpedoman pada keterangan yang didapat, ia tiba di Lawang. Setelah melalui berbagai proses pemeriksaan, Lembong selanjutnya ditampung dan diikutsertakan dalam badan perjuangan. Selanjutnya ia diserahi pimpinan atas sebuah kesatuan dalam Divisi VI Tentara Laut Lawang dan kemudian dalam kesatuan KRU X dan Brigade XVI.

Pada masa itu Malang merupakan kota yang paling aman dan nyaman serta kota yang paling tertib di daerah kekuasaan Republik Indonesia. Sampai tahun 1947 Malang merupakan kota peristirahatan untuk anggota pemerintah, tentara dan badan-badan perjuangan. Di kota ini para anggota KRIS, baik dari seksi pertahanan maupun seksi lainnya, selalu mendapat sambutan yang baik.

Di samping usaha-usaha sosialnya, KRIS Malang sering harus berperan sebagai penengah dalam pertikaian demi terpeliharanya wadah kesatuan KRIS. Dalam pertikaian antara sesama pasukan KRIS, orang-orang KRIS Malang khususnya pemuda-pemuda yang terdapat dalam polisi militer selalu berusaha menyadarkan mereka akan kewajiban sebagai pejuang bangsa.

Seperti dalam kasus pertikanan antara Batalyon II Sukapura yang dikenal sebagai Batalyon KRIS Bandung dengan pasukan KRIS Karawang. Insiden tersebut karena penolakan KRIS Bandung menjadi kesatuan pasukan KRIS dalam konferensi seksi pertahanan KRIS pada Juli 1946 di Solo. Kala itu rombongan KRIS Bandung hanya terdiri dari komandannya, F. Kodongan dan empat anggotanya. Mereka dikepung serta senjata dan kendaraan mereka dilucuti pasukan KRIS Krawang. Pemuda KRIS Malang bertindak dan berusaha menyadarkan pejuang-pejuang Krawang atas kekeliruan tindakan mereka, tetapi KRIS Krawang tidak mau tahu dan malah menentang orang-orang dari KRIS Malang tersebut.

Persoalan menjadi berlarut-larut sehingga KRIS Malang meminta bantuan dari orang-orang KRIS Lawang. Setelah Joop Warouw dari Divisi VI Tentara Laut Lawang mendamaikannya. Akhirnya persoalan dapat diselesaikan. Senjata-senjata KRIS Bandung dikembalikan, tetapi mobil Packard loreng yang oleh KRIS Bandung direbut dari Inggris di Bandung dan dibawa masuk ke daerah pedalaman, sudah dilarikan ke Krawang sehingga tidak dapat dikembalikan lagi. Insiden yang terjadi di Malang telah semakin memperlebar kesenjangan antara KRIS Bandung dengan KRIS Krawang. Hal itu kemudian sangat merugikan kedudukan pasukan KRIS dalam organisasi ketentaraan. Orang-orang KRIS Lawang yang mempunyai pendirian yang sama dengan KRIS Bandung, sudah jelas tidak dapat membenarkan tindakan KRIS Krawang yang sewenang-wenang. Dengan demikian, sekalipun secara resmi hanya seksi sosial KRIS yang terdapat di Lawang, namun pada hakikatnya gerakan KRIS secara utuh berfungsi di Surabaya dan Lawang.

Sumber: KRIS 45 Berjuang Membela Negara

Cari Oleh-oleh Khas Malang, Datang Saja ke PKK Corner

PKK Corner di Gedung Kartini dekat Stadion Gajayana Malang (C) HUMAS KOTA MALANG
PKK Corner di Gedung Kartini dekat Stadion Gajayana Malang (C) HUMAS KOTA MALANG

Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Kota Malang memiliki tempat istimewa bernama PKK Corner yang berada di Gedung Kartini, di Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Mereka mengonsep tempat ini sebagai pusat penjualan oleh-oleh khas Malang sejak 2014 lalu.

Tak mau kalah dengan tempat oleh-oleh di Malang lainnya, PKK Corner menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas Bumi Arema. Soal mutu dan kualitas, tak perlu diragukan lagi, karena produk yang dijual di tempat ini telah lulus standarisasi dari pengelola. Yang terpenting, harganya terjangkau semua kalangan wisatawan yang sedang membutuhkan oleh-oleh khas Malang.

Ada banyak macam oleh-oleh yang dijual di PKK Corner. Mulai dari aneka makanan ringan, seperti keripik tempe beragam rasa, keripik buah, hingga sirup dan minuman khas Malang. Anda juga bisa menemui aneka produk tekstil khas Malang, seperti batik, bordir, rajut, lukis, serta beragam produk kerajinan tangan, kerajinan perhiasan, dan aneka produk keramik di tempat ini.

Berbagai macam produk yang dijual di PKK Corner ini mayoritas berasal dari beberapa UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ada di Kota Malang. UKM tersebut merupakan binaan PKK, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan berbagai SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dari kecamatan-kecamatan di Kota Malang.

Dengan keberadaan PKK Corner ini memang diharapkan dapat membuat eksistensi para penggiat UKM di Kota Malang dalam semakin maju dan berkembang. Sebab, UKM yang belum mendapatkan jalan untuk memasarkan produk mereka, akan sangat terbantu dengan adanya tempat ini. Para penggiat UKM pun bisa dengan mudah memasukkan produk mereka ke sini. Syaratnya, mereka tinggal datang saja langsung dan menitipkan produk ke petugas pelayanan di PKK Corner.

Setiap harinya, PKK Corner biasanya buka mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Tentu saja, tempat ini menambah destinasi wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara yang kebetulan datang ke Kota Malang dan hendak membawa pulang oleh-oleh khas setempat.

Daftar Toko Perlengkapan Outdoor di Malang

Reo Adventure Store, salah satu toko perlegkapan outdoor di Malang (C) REI
Reo Adventure Store, salah satu toko perlegkapan outdoor di Malang (C) REI

Jika Anda suka petualangan di alam terbuka, semacam outbond atau olahraga adventure lainnya, tentu membutuhkan peralatan dan perlengkapannya. Jangan bingung mencari tempat membelinya, karena di Malang ada banyak pilihan toko perlengkapan outdoor.

Seperti diketahui, perlengkapan outdoor antara lain tenda (dome), hammock, carrier, sleeping bag, matras, ponco, trekking pole, water bladder, cover bag, gaiters, tali karmantel, dan lain-lain. Kalau butuhnya cuma sesekali saja, mungkin Anda bisa menyewanya di rental-rental perlengkapan outdoor yang ada. Namun, jika ingin memakainya dengan intensitas yang cukup sering, Anda disarankan untuk membeli saja.

Berikut ini daftar toko perlengkapan outdoor di Malang.

Jawa Timur Outdoor
Perumahan Graha Tirta Asri, Blok A No. 4, Desa Klandungan, Kecamatan Dau, Malang
Buka pukul: 09.00-21.00 WIB
Telp. 0857-3343-3440

Rei Out Gear
Jalan MT. Haryono No. 9, Ruko Ditas, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Buka pukul: 09.00-21.00 WIB

Rei Adventure Store Malang 2
Jalan MT. Haryono No. 109, RT.5/RW.3, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Buka pukul: 09.00-21.00 WIB
Telp. (0341) 566545

Nebula Outdoor
Jalan Hamid Rusdi Kav. 14, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang
Buka pukul: 11.00-21.00 WIB
Telp. 0858-9566-5558

Shelter Outdoor
Jalan S. Supriadi 6/2338 RT.07/RW.06 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang
Buka 24 jam
Telp. 0812-3655-5525

Aurora Outdoor Equipment
Jalan Raya Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Buka pukul: 07.00-21.00 WIB

Tentang Outdoor
Jalan Candi Panggung Permai No. 11, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Telp. 0896-7855-0257

Cartenz Adventure Store Malang
Jalan Gajayana No. 29A, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Buka pukul: 09.00-21.00 WIB
Telp. 0888-0331-3019

Ojeb Adventures
Jalan Ahmad Yani No. 46, Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen
Buka 24 jam
Telp. 0856-4646-4046

High Adventure Store
Perum Puri No. 24C, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
Telp. 0812-3438-3797

Deadriver Outdoor
Jalan Kedungkandang Gang VII, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang

Pondok Gunung
Jalan MT. Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Buka pukul: 08.30-22.00 WIB
Telp. (0341) 2995542

Distro 86 Clothing Sport
Jalan Tapaksiring No. 15, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Buka pukul: 08.00-21.00 WIB
Telp. 0857-4394-1986

STAY CONNECTED

936FansSuka
190PengikutMengikuti
50PengikutMengikuti

POPULER