Jalan Ade Irma Suryani, Sisi Timur Searah, Sisi Barat Dua Arah

Jalan Ade Irma Suryani (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Ade Irma Suryani (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Satu lagi jalan di Kota Malang yang memiliki keunikan pada arus lalu lintasnya yang berbeda di kedua sisinya. Ya, jika Anda ke Jalan Ade Irma Suryani, bisa dilihat arus lalu lintasnya searah pada sisi timurnya, sedangkan pada sisi baratnya dua arah.

Nama jalan ini diambil dari nama putri bungsu Jenderal Besar Dr. Abdul Harris Nasution yang terbunuh dalam usia lima tahun dalam peristiwa Gerakan 30 September/PKI. Ade Irma Suryani tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahnya ketika para penculik mendatangi kediaman sang jenderal.

Jalan Ade Irma Suryani membentang dari barat ke timur dan masuk dalam wilayah administratif Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Anda bisa masuk ke jalan ini melalui ujung barat yakni di perempatan lampu merah yang dikenal orang dengan sebutan Perempatan Kasin. Perempatan ini merupakan perpotongan jalan antara Jalan IR Rais di sisi barat, Jalan KH Hasyim Asyari di sisi utara, dan Jalan Arif Margono di sisi selatan.

Arus lalu lintas dua arah pada sisi barat jalan ini cuma sampai di Perempatan Tongan, sebuah perpotongan jalan antara Jalan Ade Irma Suryani dengan Jalan KH Wahid Hasyim di sisi utara, Jalan Syarif Al Qodri (Embong Arab) di sisi selatan. Pada perempatan ini, dari arah barat, Anda dilarang belok ke kanan (Jalan Syarif Al Qodri), sedangkan belok ke kiri (Jalan KH Wahid Hasyim) diperbolehkan. Jika Anda datang dari utara (Jalan KH Wahid Hasyim), atau dari selatan (Jalan Syarif Al Qodri), Anda bisa ke kanan atau ke kiri.

Masih dari arah barat, jika lurus ketika sampai di Perempatan Tongan, Anda memasuki Jalan Ade Irma Suryani bagian timur yang arus lalu lintasnya satu arah. Karenanya, pada jalan bagian timur ini Anda dilarang melintas dari arah timur. Pada ujung jalan ini di sebelah timur, Anda akan menemui sebuah perempatan. Anda bisa lurus ke arah Jalan Pasar Besar, atau belok kanan ke arah Jalan Sutan Syahrir. Namun, Anda dilarang belok ke kiri ke Jalan Sukarjo Wiryo Pranoto (karena jalan searah).

Sebagaimana jalan-jalan yang dekat dengan pusat kota, Alun-alun Kota Malang, Jalan Ade Irma Suryani juga didominasi oleh tempat-tempat usaha. Mulai dari sisi barat ada Toko Alat Pancing, BJE Store, Men’s Clothing Store Nod anda Doctrine, Granada Syariah, Guest House, Apotek Tongan, Ahass Bengkel Tongan, Kebab Pizza House, Warung Sate dan Gule Bang Saleh Tongan, Toko Aneka Warna, Toko Furnitur Bekas Melco Furniture, AXA Financial, dan lain-lain. Sementara di sisi timur ada Gereja Pantekosta, Toko Meubel Cairo, Melsa Furnitura, Pasar Buah Tongan, The Grand Palace Hotel, Warung Sumasy, ATM Bank Permata, Sate Padang Bang Roni 2, dan lain-lain.

Sementara untuk pemukiman penduduk ada di gang-gang kecil di sepanjang Jalan Ade Irma Suryani ini. Ada tiga gang di sisi barat, tiga gang pula di sisi timur. Kebanyakan, gang-gang di sini merupakan gang buntu, atau tidak terhubung dengan jalan lainnya.

Jalan Ade Irma Suryani juga dilewati oleh angkutan kota (angkot). Mulai dari jalur GM (Gadang-Mulyorejo), jalur GA (Gadang-Arjosari), jalur LDG (Landungsari-Dinoyo-Gadang), dan jalur MT (Mulyorejo-Tlogowaru).

Sensasi Menjelajah Predator Fun Park Batu dengan Croco Train

Croco Train di Predator Fun Park (C) JTP.ID
Croco Train di Predator Fun Park (C) JTP.ID

Croco Train merupakan salah satu wahana di Predator Fun Park Kota Batu. Kereta buaya itu akan membawa Anda menjelajahi area objek wisata tersebut dengan sensasi yang berbeda.

Sebagaimana kereta pada umumnya, Croco Train memiliki satu buah lokomotif dan gerbong di belakangnya yang berjumlah tiga buah. Sesuai dengan namanya, lokomotifnya berbentuk kepala buaya. Kedua mata buaya itu tampak melotot, dan memamerkan gigi-gigi runcingnya bagian atas. Sementara tiga gerbong di belakangnya berbentuk kotak dengan deretan kursi yang menghadap ke depan. Baik lokomotif maupun gerbongnya berwarna hijau.

Anda bisa menaiki Croco Train ini di Stasiun Kereta Buaya. Untuk menuju ke stasiun pemberangkatan dan penghentian kereta itu Anda bisa melewati alur yang sudah ditentukan, yakni setelah area Saung Angklung.

Croco Train akan berjalan melingkar, membawa Anda ke arah utara, lalu ke barat, selatan, kemudian ke timur dan kembali ke stasiun ke arah utara. Sepanjang perjalanan dengan kereta buaya ini, Anda bisa menikmati hamparan pemandangan di area Predator Fun Park. Anda akan dibawa melintasi sekelompok pasukan Batalyon Pasukan Khusus Buaya dan menjelajah Kota Buaya.

Bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun diperkenankan menaiki Croco Train. Anda bebas mendampingi anak-anak berkeliling menikmati wahana satu ini.

Tak hanya dapat melihat-lihat pemandangan, Anda pun bisa mendengar cerita edukatif dari pemandu melalui pengeras suara. Si pemandu juga akan memberi penjelasan mengenai kehidupan buaya sebagai sang predator.

Tiket masuk ke Predator Fun Park seharga 35 ribu rupiah pada weekday (Senin-Kamis) atau 50 ribu saat weekend (Jumat-Minggu). Untuk menaiki Croco Train ini Anda tak perlu mengeluarkan ongkos tambahan alias gratis.

Predator Fun Park terletak di Jalan Raya Tlekung No. 315, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Tempat rekreasi keluarga yang masih bagian dari Jawa Timur Park Group ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB.

Suka Siomay Porsi Jumbo, Ada di Siomay Jones

Siomay Jones (C) DUWILESTARI
Siomay Jones (C) DUWILESTARI

Datang saja ke Siomay Jones jika Anda pecinta kuliner asal Bandung tersebut. Di sini Anda akan disuguhi menu siomay khas Malang dengan porsi ukuran jumbo.

Ukuran siomay yang lebih besar dan mengenyangkan perut daripada di warung siomay lainnya ini menjadi daya tarik Siomay Jones. Selain siomay original, ada siomay keju, siomay pedas, siomay campur, dan siomay kuah. Ada pula dua menu spesial, yakni siomay bakar dan siomay crispy. Tersedia juga menu batagor di sini.

Siomay di sini paling enak jika disantap dalam keadaan hangat. Siomay basah dengan kuah hangat merupakan perpaduan yang pas. Muncul rasa kenyal dalam tekstur siomay goreng yang dibalut tepung panir goreng. Sungguh cita rasa yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jika bosan dengan porsi jumbo, Anda bisa memesan porsi biasa dengan ukuran siomay kecil.

Isian siomay yang bisa dipilih sesuai dengan selera itu akan lebih sempurna rasanya jika dipadukan dengan tiga pilihan sambal yang tersedia. Ada sambal kacang, mayo, dan juga sambal bawang.

Sebagai pelengkap, tersedia pula menu minuman. Mulai dari orange squash, lemon squash, taro blend, choco blend, green tea blend, coffee, coffee milk, teh, teh tarik, jeruk, hingga air mineral.

Satu porsi Siomay Jones dijual seharga 5000 hingga 18 ribu rupiah. Jumlah isian akan menentukan harga seporsi yang harus Anda bayarkan. Jika ingin tambah isian, per itemnya seharga 2000 rupiah saja. Untuk minuman dibandrol dengan harga 4000 hingga 10 ribu rupiah.

Siomay Jones terletak di Jalan MT Haryono Gang 19 No. 90A Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Setiap harinya buka mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Selain datang di tempat, Anda bisa juga memesannya melalui aplikasi ojek online.

Dewarna Hotel Sutoyo yang Strategis di Jalur Utama Kota Malang

Dewarna Hotel Sutoyo (C) DEWARNAHOTELSUTOYO
Dewarna Hotel Sutoyo (C) DEWARNAHOTELSUTOYO

Jalan Letjen Sutoyo merupakan salah satu jalan yang berada di jalur utama menuju ke pusat Kota Malang. Di kawasan itulah berdiri Dewarna Hotel Sutoyo, salah satu dari sekian banyak hotel bintang tiga yang ada di kota ini.

Hotel ini berlokasi tak jauh dari pusat kota dan pusat pemerintahan, perbankan, sentra bisnis maupun kuliner. Tentu saja, situasi ini dapat menunjang aktifitas bisnis maupun liburan Anda bersama keluarga. Cukup 27 menit saja dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. Dari Alun-alun Kota Malang cuma delapan menit, sedangkan ke Alun-alun Tugu butuh waktu hanya empat menit. Anda butuh waktu empat menit ke Stasiun Malang Kotabaru, 11 menit ke Terminal Arjosari, 16 menit ke Terminal Landungsari, dan 12 menit ke Terminal Hamid Rusdi.

Dewarna Sutoyo Malang menawarkan total 77 kamar yang dirancang dengan konsep minimalis. Meskipun banyak orang yang menyebut kamarnya terkesan sempit, namun konsep modern yang dipadu dengan sentuhan estetika yang serasi menghadirkan tempat bermalam yang nyaman bagi Anda.

Terdapat empat macam kamar yang ditawarkan Dewarna Hotel Sutoyo. Setiap kamar sudah ada fasilitas seperti tempat tidur King Koil, TV LED layar datar, saluran TV premium, kamar mandi yang dilengkapi dengan shower dan dinding kaca, air mineral gratis, kunci pintu kamar dengan kartu, telepon, balkon, pengering rambut, penyejuk ruangan, dan perabotan kamar dan kamar mandi lainnya.

Mulai dari kamar Standart dengan desain yang minimalis dipadu dengan corak warna ruang yang lembut dan perabotan yang benar-benar indah yang sangat mendukung kenyamanan masa tinggal Anda selama di hotel ini. Anda dapat menikmati fasilitas ekslusif yang akan menjadikan hari berlibur maupun aktivitas singkat bisnis Anda begitu berkesan. Kamar ini ditawarkan dengan harga mulai dari 250 ribu rupiah per malamnya.

Untuk kamar Superior, ruangannya didesain khusus bagi Anda yang menginginkan kenyamanan selama melakukan bisnis di Kota Malang. Dengan fasilitas yang menunjang segala keperluan bisnis Anda, maka Superior Room merupakan pilihan yang tepat bagi pelaku bisnis seperti Anda. Kamar jenis ini dibandrol mulai dari 300 ribu rupiah per malam.

Ada pula kamar Deluxe, yang didesain khusus untuk Anda yang memiliki tingkat aktifitas maupun bagi Anda yang sekedar menghabiskan liburan di Kota Malang, namun menginginkan layanan dan kenyamanan yang professional yang akan semakin menjadikan hari-hari Anda begitu berkesan. Anda bisa menginap di kamar jenis ini dengan harga per malamnya mulai 350 ribu rupiah.

Selain itu, terdapat kamar Deluxe Gold, yang merupakan persembahan terbaru dari hotel ini. Ruangannya lebih luas dari jenis kamar lainnya. Dilengkapi dengan ruang kerja yang fungsional untuk tamu bisnis. Kamar yang sempurna bagi Anda yang mencari tempat untuk bekerja maupun berlibur. Harga permalamnya dipatok mulai dari 450 ribu rupiah.

Selain fasilitas di kamar, terdapat fasilitas tambahan, seperti restoran, ruang untuk rapat, wi-fi internet berkecepatan tinggi gratis, parkir aman dan gratis, semua ruangan bebas rokok. Ada pula layanan cuci pakaian, dry cleaning, transportasi antar-jemput ke bandara, dan lain-lain.

Dewarna Hotel Sutoyo terletak di Jalan Letjen Sutoyo No. 22, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Untuk reservasi, Anda bisa melalui laman resmi hotel di dewarnahotels.com, aplikasi online, datang langsung, atau pun menghubungi nomor telepon (0341) 407407.

Perhatikan jam check in dan check outnya. Untuk check ini minimal pukul 14.00 WIB, sedangkan check out maksimal pukul 12.00 WIB. Jika ada keterlambatan check out akan dikenakan tambahan biaya. Selamat menginap!

Kesetiaan dan Cinta Sejati Kakek Arifin, Kayutangan Saksinya

Sosok Kakek Arifin (C) AANMANSYUR
Sosok Kakek Arifin (C) AANMANSYUR

Kisah kesetiaan dan cinta sejati yang dimiliki mendiang Kakek Arifin mungkin akan menjadi cerita abadi dari mulut ke mulut di Kota Malang. Kawasan bersejarah Kayutangan yang menjadi saksinya, di mana si kakek menjemput ajalnya.

Warga sekitar Kayutangan mungkin sudah tak asing lagi dengan sosoknya yang sudah lanjut usia itu. Namun, awal mula kisah menyentuh dari Kakek Arifin baru diketahui khalayak setelah diungkap ke publik melalui unggahan akun Instagram @aanmansyur pada Desember 2016 lalu. Pemilik akun tersebut mengunggah foto pria berusia senja itu dengan caption berisikan sedikit cerita tentang si kakek.

Dikisahkannya dalam caption foto tersebut, Kakek Arifin hampir setiap hari berada di tempat yang sama di kawasan Kayutangan. Dia duduk di emperan sebuah toko dengan maksud untuk menunggu kekasihnya tiba. Ada yang bilang, penantian panjang itu sudah dilakukannya mulai tahun 70-an, 80-an, dan 90-an, entah mana yang benar. Menurut cerita, si kakek terpisah dengan kekasihnya pada suatu hari ketika terjadi peristiwa politik di Kota Malang. Menariknya, pasangan ini saling berjanji akan bertemu lagi di tempat yang sama di mana si kakek menanti itu jika situasi kota sudah aman.

Kakek Arifin menepati janjinya untuk menunggu sang kekasih di tempat di mana mereka berjanji akan bertemu. Namun sayang, sang kekasih tak kunjung tiba untuk menepati janjinya. Tak diketahui apa alasan si kekasih. Bahkan keberadaannya pun si kakek tidak mengetahuinya, apakah masih hidup atau sudah meninggal. Namun, kesetiaan yang membawa langkah kakinya dari rumahnya di Ngantang menuju kawasan Kayutangan. Ia masih percaya suatu saat nanti kekasihnya akan tiba.

Awal tahun 2018 menjadi akhir dari penantian Kakek Arifin. Usai ditemukan terkulai lemas di trotoar dengan kelopak mata lebam karena terbentur sesuatu, ia dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar. Namun, kondisinya yang parah membuat nyawanya tak tertolong. Kabarnya, si kakek menjadi korban tabrak lari orang yang tak mau bertanggung jawab.

Kesetiaan Kakek Arifin akan selalu dikenang oleh orang-orang yang mengenalnya, baik yang pernah bertemu langsung dengannya maupun hanya sekadar trenyuh mendengarnya. Harapannya kisah itu tak hanya diketahui publik, melainkan juga menginspirasi semua orang, bahwa cinta sejati itu ada.

Sejarah Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) Malang

Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) Malang (C) ANNEKE SUSAN
Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) Malang (C) ANNEKE SUSAN

Sejarah Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) terbilang cukup panjang sejak berdirinya. Bahkan, salah satu kampus di Kota Malang ini sempat jatuh bangun di dunia pendidikan tanah air sejak berdirinya sesaat sebelum adanya Gerakan 30S/PKI pada tahun 1965.

Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan termaktub ke dalam Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah 7. Perguruan Tinggi ini didirikan pada 8 Juli 1965 dengan SK PT 248 tertanggal 8 Juli 1965.

Dulunya, perguruan tinggi swasta ini menempati gedung di Jalan Semeru No. 42, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kini, dalam perjalanan sejarah Universitas Kristen Cipta Wacana, kampus tersebut pindah ke Jalan Emas No. 29, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ada lima fakultas yang dimiliki kampus yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20541645 ini. Ada Fakultas Pertanian (dengan program studi Teknologi Hasil Pertanian), Fakultas Hukum (dengan program studi Ilmu Hukum), Fakultas Teknik (dengan program studi Teknik Sipil, dan Teknik Mesin), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (dengan program studi Pendidikan Biologi, Pendidikan PPKN, Sastra Inggris), dan Fakultas Ekonomi (dengan program studi manajemen).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) ini, Anda bisa menghubungi email rektoratukcw@plasa.com, atau telepon/faksimile ke (0341) 351456.

Jalan KH Wahid Hasyim, Teras Kawasan Embong Arab di Malang

Sudut Jalan KH Wahid Hasyim (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Sudut Jalan KH Wahid Hasyim (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Pernah ke kawasan Embong Arab yang ada di Jalan Syarif Al Qodri, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang? Salah satu terasnya adalah Jalan KH Wahid Hasyim. Sayang, kendaraan yang hendak ke selatan tidak bisa langsung lurus menuju ke Embong Arab tersebut.

Nama jalan yang ada di wilayah administratif Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini sendiri diambil dari nama seorang pahlawan nasional Indonesia. KH Wahid Hasyim merupakan putra salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari. Ia juga merupakan ayah dari presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid.

Jalan ini membentang dari utara ke selatan dari pertigaan Kauman (perpotongan dengan Jalan Kauman di sebelah utara), hingga perempatan jalan yang biasa dikenal dengan sebutan Perempatan Tongan. Untuk masuk ke Jalan KH Wahid Hasyim ini dari arah utara, Anda bisa melalui Jalan Kauman (searah hanya dari timur saja). Sampai di ujung selatan (Perempatan Tongan), Anda bisa belok kanan atau belok kiri ke arah Jalan Ade Irma Suryani, atau lurus ke Jalan Syarif Al Qodri (Embong Arab). Sedangkan arus lalu lintas dari ujung selatan jalan ini datang dari Jalan Syarif Al Qodri, dan Jalan Ade Irma Suryani (sebelah barat saja, karena jalan ini searah ke timur).

Secara penampakan fisik, Jalan KH Wahid Hasyim tidak terlalu panjang, yakni cuma sekitar 150 meter. Sepanjang jalan ini didominasi oleh tempat usaha perdagangan, seperti warung dan toko. Ada Bedjo Family Drink Alfa Kauman, Airy Syariah, Hotel Violet, Fiffa Syariah Hotel, Pratama Cell, Pratama Cell 2, Nasi Tim dan Bubur Bayi Hanif, Zahra Cell, Warung Gandekan, Lalapan Cak Nur, Sate Ayam Gandekan, Rumah Makan Surya Minang, RSAB Muhammadiyah, Ngalam Computer, One Four Systm Clothing, Putu Pojok, dan lain-lain. Selain itu, terdapat bangunan bersejarah yang kini difungsikan untuk Kantor Pusat Bank Mandiri Cabang Malang.

Ada tiga angkot (angkutan kota) yang melewati Jalan KH Wahid Hasyim. Muladi dari jalur AG (Arjosari-Gadang), jalur GA (Gadang-Arjosari), dan jalur LDG (Landungsari-Gadang lewat Dinoyo).

Sejarah SMK Negeri 4 Malang yang Lahir dari Tangan Keuskupan Malang

Sejarah SMK Negeri 4 Malang (C) SMK KOTA MALANG
Sejarah SMK Negeri 4 Malang (C) SMK KOTA MALANG
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Malang terkenal sebagai pencetak ahli grafis (percetakan) dari Malang. Tak banyak yang mengetahui ternyata sejarah SMK Negeri 4 Malang ini lahir dari tangan misi Gereja Katolik di bawah kendali Keuskupan Malang pada tahun 1937 silam.
Pada saat pertama kali didirikan, sekolah ini bernama Sekolah Teknik Pertama Percetakan (Grafisce School) dengan masa belajar dua tahun. Dulunya sekolah tersebut menempati gedung di Jalan Frateran No. 21 (sekarang Jalan Jaksa Agung Suprapto). MRG. Aliers O’Carm yang memimpin langsung pembentukan sekolah ini, sedangkan kepala sekolah pertama adalah FR. Cicilianus HCA Lommelaars.
Pada tahun 1953, sekolah tersebut berganti nama menjadi Sekolah Kerajinan Negeri (SKN) dengan masa belajar tiga tahun. Saat itu sekolah ini menerima siswa baru lulusan dari Sekolah Rakyat (SR). Tak lama kemudian, hanya selang setahun, sekolah tersebut kembali berubah nama menjadi Sekolah Teknik Menengah (STM) Bagian Percetakan, dengan masa belajar tetap tiga tahun. Keuskupan Malang menunjuk FR. Nolascus Waijers sebagai kepala sekolah. Lokasi sekolah ini juga berpindah ke gedung baru di Jalan Bengawan Solo No. 38 (sekarang Jalan R. Tumenggung Soerjo).
Perubahan nama terjadi lagi pada tahun 1957, di mana nama sekolah ini menjadi Sekolah Guru Pendidikan Teknik (SGPT) Percetakan. Dua tahun kemudian, namanya diganti lagi menjadi Sekolah Menengah Teknik (SMT) Grafika. M Sultany Arief ditunjuk sebagai kepala sekolah yang baru. Tahun 1959 kepala sekolah yang lama digantikan oleh Soedijono yang pensiun pada tahun 1993. Kemudian, Drs. Soeminto sebagai PLH kepala sekolah.
Ir. Drs. Barno Ardoto diangkat sebagai kepala sekolah pada tahun 1994. Selang setahun, kepala sekolah berganti Syaiful Rachman.
Nama SMT Grafika baru berubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Malang pada tahuh 1996. Dengan menyandang nama baru, sekolah ini pindah ke gedung baru pula di Jalan Tanimbar No. 22 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, hingga kini.
Drs. Ami Darmawan didapuk menggantikan kepala sekolah sebelumnya pada tahun 1999. Kemudian pada tahun 2002 sekolah ini membuka bidang keahlian baru, yakni Teknologi Informasi (TI). Pada tahun 2003, jabatan kepala sekolah berganti kepada Drs. L. Sordarsono yang kemudian digantikan lagi oleh Drs. H. Supandi, S.Pd. M.Si pada tahun 2004.
Bidang keahlian baru, Animasi, dibuka pada tahun 2006. Lalu, pada tahun 2008 SMK Negeri 4 Malang meraih ISO 9001: 2000 Sistem Manajemen Mutu.

Ikon Rumah Terbalik dengan Konsep Pertanian di Kusuma Agrowisata

Ikon Rumah Terbalik di Kusuma Agrowisata Kota Batu (C) BADAR/RADAR MALANG
Ikon Rumah Terbalik di Kusuma Agrowisata Kota Batu (C) BADAR/RADAR MALANG

Warung De Tjangkoel yang ada di dalam Kusuma Agrowisata Kota Batu memiliki ikon dengan bentuk dan konsep cukup unik. Ikon Rumah Terbalik itu mengusung konsep berbeda dari rumah terbalik yang ada di lokasi wisata lainnya.

Konsep rumah terbalik sebenarnya sudah ada lebih dahulu di tempat-tempat wisata lainnya. Di Malang, rumah unik itu sudah ada di wisata Coba Talun dan Eco Green Park. Namun ada yang membuat ikon rumah terbalik di Kusuma Agrowisata Kota Batu ini berbeda. Pihak pengelola tetap mempertahankan konsep pertanian (wisata agro) pada rumah terbalik itu sebagai ciri khas atau identitas mereka.

Wahana unik ini baru dilaunching pada 18 Desember 2018 lalu. Tujuan didirikannya ikon rumah terbalik itu selain untuk menarik minat wisatawan juga untuk menambah spot foto yang lebih menarik dan variatif. Pengunjung yang datang kebanyakan tertarik melakukan swa-foto dengan latar belakang rumah unik itu, baik di bagian luar maupun dalam.

Seperti halnya rumah terbalik lainnya, ikon rumah terbalik ini menampilkan penampakan rumah yang dari luar pun sudah terlihat terbalik, dengan posisi atap menjadi lantai, sedangkan lantai menjadi atap rumah. Tetap ada jendela, juga pintu masuk yang bisa dilewati pengunjung untuk menuju ke dalamnya. Di dalam pun seluruh perabotan rumah tampak berada di ‘lantai’ yang ada di atas kepala, sedangkan Anda menginjak ‘langit-langit’. Banyak juga pengunjung yang berswa-foto di dalam sini.

Jika Anda tertarik, bisa datang ke Kusuma Agrowisata di Jalan Abdul Gani Atas, Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Dari pusat Kota Malang, Anda bisa menempuh perjalanan melalui Jalan MT Hariyono, Jalan Raya Tlogomas, Jalan Raya Jetis, Jalan Raya Mulyo Agung, Jalan Raya Sengkaling, lalu ke Jalan Ir. Soekarno, Jalan Raya Dadaprejo, Jalan Pattimura, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sultan Agung, lalu sampai ke Jalan Abdul Gani Atas.

Desa Bandungrejo, Salah Satu Kampung Wisata Pantai di Bantur

Teluk Bidadari sebagai salah satu wisata andalan Desa Bandungrejo Bantur (C) TOPWISATA.INFO
Teluk Bidadari sebagai salah satu wisata andalan Desa Bandungrejo Bantur (C) TOPWISATA.INFO

Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang bisa dibilang surganya pantai karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di sebelah selatan. Sebagai salah satu desa paling ujung di kecamatan tersebut, Desa Bandungrejo memiliki deretan pantai eksotis yang membuatnya layak menjadi kampung wisata.

Memang, Kecamatan Bantur bukanlah satu-satunya kecamatan di Kabupaten Malang yang punya wilayah pantai. Masih ada Kecamatan Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, dan juga Gedangan. Namun, itu bukan alasan untuk menghentikan niat menjelajah wilayah kecamatan tersebut. Terlebih keberadaan kampung wisata Desa Bandungrejo yang menawarkan deretan pantai di pesisir selatan.

Desa Bandungrejo terletak di wilayah paling selatan Kecamatan Bantur. Tak heran jika kemudian desa ini memiliki objek wisata alam berupa pantai. Tercatat, setidaknya ada tiga pantai ternama yang ada di desa ini. Mulai dari Pantai Sugu, Pantai Rante Wulung, dan Pantai Mbehi.

Dari pusat Kota Malang, Desa Bandungrejo ini berjarak sekitar 45-60 kilometer. Anda butuh waktu dua hingga tiga jam untuk menempuh jarak tersebut. Akses jalannya cukup mudah, terutama setelah dibangunnya Jalur Lintas Selatan (JLS). Dari Kota Malang, arahkan kendaraan ke selatan menuju Kecamatan Bululawang, lalu ke Kecamatan Gondanglegi, kemudian masuk Kecamatan Bantur. Ikuti papan penunjuk arah menuju Pantai Kondang Merak. Dari JLS, masih ada jalur makadam berbatu sekitar empat kilometer lagi. Jalur ini cukup rawan ketika musim hujan, karena licin dan tidak adanya penerangan jalan.

Untuk menuju ke Pantai Sugu di Desa Bandungrejo, Anda harus melalui dulu jalan menuju ke Pantai Banyu Meneng. Jalur tersebut juga sama dengan jalur menuju ke Pantai Rante Wulung dan Pantai Mbehi.

Para pengunjung area wisata pantai di Desa Bandungrejo diharuskan menggunakan jasa tour guide (pemandu wisata) dari warga desa setempat yang tergabung dalam paguyuban LMDH Wonolestari. Anda dikenai tarif 100 ribu rupiah untuk 10 orang pengunjung. Tugas pemandu wisata itu bakal menjadi penunjuk jalan menuju ke pantai-pantai di desa tersebut, karena merekalah yang mengetahui kondisi medan, yang mayoritas melewati hutan dengan jarak tempuh 30-60 menit. Selain itu, merekalah yang mengetahui seberapa besar ombak laut pada saat itu, demi keselamatan para pengunjung.

Setelah melintasi hutan, Anda akan disambut oleh dua jalur pantai, yakni ke Pantai Kondang Merak, dan Pantai Banyu Meneng. Jika Anda menuju ke arah Pantai Banyu Meneng, Anda akan sampai ke Pantai Sugu, Pantai Rante Wulung dan Pantai Mbehi. Di balik Pantai Mbehi juga ada Teluk Bidadari yang sempat viral di media sosial.

Selain melihat keindahan pantainya, Desa Bandungrejo ini juga punya daya tarik pada rumah-rumah penduduk setempat. Coba saja lihat atap rumah-rumah mereka yang unik. Tentu saja, keunikan itu bisa dijadikan spot foto yang instagramable.

STAY CONNECTED

979FansSuka
196PengikutMengikuti
57PengikutMengikuti

POPULER