Suasana Tempo Dulu di Kedai Kopi Legi Pait Malang

Kedai Kopi Legi Pait Malang (C) RANSELPERI
Kedai Kopi Legi Pait Malang (C) RANSELPERI

Kedai Kopi Legi Pait bukan sekadar kedai yang menjadikan kopi sebagai menu andalannya. Kedai kopi ini juga menawarkan suasana tempo dulu bagi siapa saja yang ingin bernostalgia dengan Kota Malang.

Lokasi Kedai Kopi Legi Pait memang cukup strategis, terletak di Jalan Pattimura No. 24 Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Mencari lokasinya pun tak sulit, karena berada di pojokan Perempatan Pasar Klojen (Perempatan Pattimura), di sudut selatan seberang Hotel Helios.

Pengelola Kedai Kopi Legi Pait menyulap sebuah rumah tua menjadi sebuah kedai kopi tempat nongkrong yang mulai resmi dibuka pada tahun 2011 lalu. Rumah tua yang dipakai kedai kopi ini dipenuhi oleh foto-foto berpigura yang tertempel di dindingnya. Ornamen tempo dulu, seperti lampu tempel pun menguatkan kesan jadul pada kedai kopi ini. Memang ruangannya tak terlalu luas, sehingga tak banyak meja dan kursi yang dapat menampung pengunjung. Namun, hal itulah yang membuat obrolan bisa semakin intens, sambil mencicipi menu-menu yang disajikan di sini.

Bukan hanya para pecinta suasana tempo dulu, melainkan generasi muda milenial pun menjadi pangsa pasar kedai kopi ini. Terbukti, nama kedai kopi tersebut kondang di kalangan pelajar, mahasiswa, bahkan para backpacker yang biasa menginap di Hotel Helios. Mereka datang untuk sekadar nongkrong atau bertemu dengan kawan-kawan.

Selain menawarkan suasana yang seperti di rumah sendiri, Kedai Kopi Legi Pait ini juga memiliki hiburan menarik. Suasana akan dimeriahkan oleh hiburan live music oleh band-band indie Malang Raya. Tentu saja, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon pengunjung. Bahkan, setiap Senin ada event khusus bernama Blue Monday.

Di Kedai Kopi Legi Pait Anda juga bisa berselancar di dunia maya dengan mudah, karena tersedia fasilitas free Wi-Fi untuk pengunung. Selain itu, tersedia pula fasilitas lainnya seperti lahan parkir yang aman dan toilet yang bersih.

Kedai Kopi Legi Pait menawarkan menu andalan berupa kopi tubruk, kopi rempah, dan kopi jahe. Selain itu, terdapat pula menu minuman selain kopi, seperti teh, coklat, jahe, lemon, jus buah, dan minuman-minuman lainnya. Sementara untuk menu makanan, di kedai ini tak menyediakan makanan berat, cuma cemilan saja yang ada, seperti aneka pancakes, waffles, pisang goreng, tahu goreng, tempe goreng, ommelete, kentang goreng, dan lain-lain.

Harga berbagai menu makanan dan minuman di Kedai Kopi Legi Pait ini tergolong murah. Dijamin ketika berkunjung ke tempat nongkrong ini Anda tak sampai menguras isi dompet. Harganya mulai dari 5000 rupiah sampai 25 ribu rupiah saja.

Soal jam bukanya juga cukup menarik, karena pengelola Kedai Kopi Legi Pait memberlakukan dua kali jam buka. Pagi hari dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB, sedangkan sore hari kembali dibuka pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Kedai kopi ini dibuka setiap hari Jumat sampai Rabu, sementara tiap Kamis libur.

Misteri Penghuni Rumah Tua di Purwoasri Singosari

Rumah Tua di Purwoasri Singosari (C) YOUTUBE LINGKARAN MISTERI
Rumah Tua di Purwoasri Singosari (C) YOUTUBE LINGKARAN MISTERI

Di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang terdapat sebuah rumah tua yang sudah berpuluh tahun ditinggalkan pemiliknya. Rumah besar bergaya Eropa ini konon dihuni banyak makhluk halus yang kerap mengganggu warga setempat.

Rumah tua di Purwoasri itu pernah didatangi tim Lingkar Misteri Batu TV baru-baru ini. Kondisi beberapa bagian rumah tua ini sudah hancur, dan ditumbuhi oleh semak belukar. Cat temboknya yang semula putih, kini pun menjadi kusam. Di halaman belakangnya terdapat pohon beringin besar, yang akar pohonnya tumbuh sampai menembus bagian-bagian rumah tua tersebut.

Dari pengakuan warga sekitar, di rumah tua tersebut sering muncul penampakan genderuwo, kuntilanak, pocong, siluman ular, dan arwah wanita cantik yang bergentayangan. Selain menampakkan diri, dalam mengganggu warga setempat yang lewat di depan rumah tua ini, makhluk-makhluk astral itu juga memunculkan suara-suara gaib yang tak jelas wujudnya.

Dari hasil mediumisasi tim Lingkar Misteri, diketahui ada dua sosok besar sebagai penguasa yang paling kuat di rumah tua tersebut. Mereka adalah sosok genderuwo dan siluman ular. Kedua makhluk astral tersebut yang diyakini selama ini menjadi pengganggu tempat usaha yang terletak di depan rumah tua tersebut, sehingga usahanya tidak berjalan lancar. Keduanya, beserta para makhluk astral di rumah tua tersebut kabarnya sengaja ditempatkan di sana oleh sang pemilik rumah. Mereka didatangkan dari berbagai tempat untuk menjaga rumah tersebut. Namun, sang pemilik rumah kini entah di mana rimbanya.

Yang menarik, rumah tua di Purwoasri itu juga dihuni oleh arwah wanita gentayangan. Para sesepuh desa meyakini bahwa arwah gentayangan tersebut merupakan putri pemilik rumah tua itu. Konon, si wanita itu yang menjadi tumbal dari orang tuanya sendiri, akibat kelalaiannya ‘memberi makan’ para makhluk halus piaraannya.

Jalan Agus Salim dengan Ikon Kantor Bupati Malang

Jalan Agus Salim Malang - JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Agus Salim Malang - JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Agus Salim merupakan salah satu jalan searah yang ada di Kota Malang. Uniknya, jalan ini justru mempunyai ikon Kantor Bupati Malang yang ada di kota tersebut.

Nama jalan ini diambil dari nama seorang Pahlawan Nasional bernama Haji Agus Salim yang lahir dengan nama Masyhudul Haq di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat, pada 8 Oktober 1884. Sosok pejuang kemerdekaan ini sempat dua kali menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada masa pemerintahan Presiden Soekarno (12 Maret 1946-3 Juli 1947 dan 3 Juli 1947-20 Desember 1949) sebelum meninggal di Jakarta, 4 November 1954.

Pada masa pemerintahan penjajah Belanda, jalan ini bernama Regenstraat, yang penamaannya tak lepas dari keberadaan Kantor Bupati yang berlokasi di Jalan Agus Salim tersebut. Saat ini, jalan itu masuk dalam wilayah administratif Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jalan ini membentang dari barat ke timur, di mana diawali oleh sebuah perempatan jalan di sisi barat dan berakhir pula di sebuah perempatan jalan lainnya di sisi timur. Karena merupakan jalan searah, Anda cuma bisa masuk ke jalan ini melalui arah barat (perempatan Mitra). Meski disebut perempatan, Anda hanya bisa menuju ke Jalan Agus Salim ini melalui Jalan Merdeka Timur (dari arah utara), lalu belok ke timur, mengingat ujung barat dan selatan perempatan tersebut juga merupakan jalan searah. Jalan ini juga berujung pada sebuah perempatan di sisi timurnya, di mana warga sekitar menyebutnya Perempatan Kudusan. Dari arah Jalan Agus Salim, Anda hanya bisa lurus ke Jalan KH Ahmad Dahlan (timur), atau belok kiri ke Jalan KH Zainul Arifin (utara). Di perempatan itu, Anda dilarang belok kanan atau selatan (yang juga menuju ke KH Jalan Zainul Arifin) karena jalan tersebut merupakan jalan searah dari selatan ke utara.

Selain Kantor Bupati Malang sebagai ikon, Jalan Agus Salim juga didominasi oleh lokasi usaha, seperti pusat perbelanjaan, rumah makan, hotel dan lain-lain. Pusat perbelanjaan yang berjajar di sisi selatan jalan ini antara lain Matahari Departement Store (eks Mitra 1), Carrefour Market, Gajah Mada Plaza, Malang Plaza, dan Variety Departement Store. Ada juga Sport Station, Hotel Santoso, Lalapan dan Penyet Bu Kris, Soto Ayam Lontong, Toko Nelly, Toko Bakti, Penjual Jamu Dua Putri Dewi, Laris Sport Music, Bioskop Mandala, Toko Aster, dan Delicia yang masih berada di sisi selatan jalan ini. Sementara di sisi utara ada aneka usaha lainnya seperti Depot Mie Bu Rina, Buccheri, Pantai Photo, Money Gram, Apotek Sejati yang terletak di sebelah barat Kantor Bupati Malang. Sedangkan di sebelah timur Kantor Bupati Malang ada Rumah Makan Duta Rasa, Resto 52, Roemah Kopi Amstirdam, Toko Mebel, Gloria Restaurant, Toko perlengkapan pesta, Rumah Makan Nimef, dan lain-lain.

SMK Negeri 8 Malang dan Sejarahnya

SMK Negeri 8 Malang - MACHMUD JUNUS
SMK Negeri 8 Malang - MACHMUD JUNUS

SMK Negeri 8 Malang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang berusia relatif masih muda di Kota Malang. Sekolah yang terletak di kawasan Kecamatan Blimbing ini didirikan pada 3 Juli 2005.

Sekolah yang memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasionla) 20539750 ini menempati lahan seluas 5904 meter persegi. SMK ini menempati gedung di Jalan Teluk Pacitan, Kelurahan Arjosari. Meski didirikan pada tahun 2005, SMK Negeri 8 Malang baru memiliki SK pendirian 28 Februari 2013 dengan nomor 800/3003/35.73.307/2013. SK izin operasionalnya diterbitkan pada tanggal yang sama dengan nomor 800/3003/35.73.307/2013.

Untuk lebih memfokuskan kepada keahlian para peserta didik, pada awalnya, SMK Negeri 8 Malang cuma membuka dua jurusan atau program keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Teknik Mekatronika (Metro). Namun, seiring perkembangannya, Sekolah Menengah Negeri ini menambah satu jurusan atau program keahlian baru, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Seiring perkembangannya, SMK Negeri 8 Malang menjadi sekolah bersertifikasi Internasional dan telah memperoleh akreditasi A. Perlahan tapi pasti, sekolah ini terus berkembang menjadi SMK yang menjadi tempat para siswa mengais ilmu. Dengan menerapkan konsep pembelajaran fullday school di setiap jurusannya, para siswa diharapkan dapat mengenal secara luas tentang apa yang mereka butuhkan untuk keperluan masa depan ketika akan menghadapi praktek kerja (PSG).

Sekolah ini memiliki visi terciptanya sekolah unggulan bersertifikasi international berdasarkan Imtaq, Iptek, Life Skill dan Peduli Lingkungan Sekitar. Sementara misinya adalah menciptakan anak didik yang terampil, tangguh menghadapi tantangan masa depan serta berakhlak mulia, mengembangkan peserta didik yang mampu berkompetisi di era global, mengembangkan anak didik yang mempunyai imtaq dan berakhlak mulia, serta menciptakan peserta didik yang berjiwa ksatria menghadapi tantangan, menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman.

Mitos Mbah Bajing dalam Asal Usul Dusun Kecopokan Sumberpucung

Mitos Mbah Bajing dalam Asal Usul Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung
Mitos Mbah Bajing dalam Asal Usul Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung

Dusun Kecopokan merupakan salah satu bagian dari Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang kondang dengan bendungan yang menjadi surga bagi para pemancing tersebut. Tak banyak yang tahu, asal usul dusun ini berkaitan erat dengan mitos Mbah Bajing.

Mitos Mbah Bajing ini diceritakan secara turun-temurun di kalangan warga setempat. Kisahnya sudah menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat Dusun Kecopokan hingga kini. Mbah Bajing sendiri dipercaya masyarakat setempat sebagai orang sakti yang datang dari Keraton Mataram. Bersama sang istri, Dyah Ayu Compo, ia datang ke kawasan dusun tersebut untuk melakukan babat alas (membuka hutan). Saat itu, wilayah dusun tersebut masih merupakan hutan belantara tak berpenghuni yang ada di dekat aliran Sungai Brantas.

Dikisahkan pula, Mbah Bajing ini masih memiliki hubungan dekat dengan Mbah Djoego, yang merupakan tokoh yang diyakini oleh masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang sebagai orang yang babat alas di wilayah tersebut. Mbah Djoego pun dipercaya sebagai orang sakti dari Keraton Mataram. Konon, kedua tokoh itu datang bersama-sama ke wilayah Malang Selatan usai Pangeran Diponegoro tertangkap Belanda.

Dari cerita turun-temurun masyarakat Desa Kecopokan, diketahui pula jika makam Mbah Bajing terletak di dusun tersebut. Makam itu pun masih diyakini membawa berkah bagi masyarakat dusun setempat, maupun siapa saja yang mencari keberkahan dan safaat di sana.

Sementara nama dusun ini sendiri diyakini berasal dari suara kaki para ‘pelarian’ Keraton Mataram yang berjalan di aliran Sungai Brantas. Suara itu terdengar ‘kecopok-kecopok’ seperti bunyi ikan yang naik ke permukaan air. Maka, dusun tersebut dinamakan Dusun Kecopokan.

Mengulik Resep: Cenil Khas Malang

Mengulik Resep: Cenil Khas Malang (C) yudhonowitanto.wordpress.com
Mengulik Resep: Cenil Khas Malang (C) yudhonowitanto.wordpress.com

Cenil atau ada pula yang menyebutnya Cetil, merupakan jajanan pasar khas Indonesia yang juga dapat dijumpai di Malang. Proses pembuatan kuliner tradisional satu ini tak terlalu sulit. Berikut ini resep, bahan-bahan yang dibutuhkan, serta cara pembuatannya.

Jajanan pasar satu ini kerap dijumpai dijual bersama lupis, gatot, dan juga tiwul. Mudah sekali untuk membedakannya, karena jajanan tersebut memiliki ciri khas dengan bentuk dan warna yang cukup mencolok. Biasanya, bentuknya bulat memanjang dengan tumpul di kedua ujungnya, mirip dengan cendol atau dawet. Jajanan ini sering diberi warna merah atau hijau sesuai dengan selera. Yang paling khas, tentu cara penyajiannya yang tak bisa jauh dari taburan kelapa yang diparut dan gula pasir (bisa juga gula merah cair).

Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Cenil.

– 1/4 kg tepung kanji
– 1/4 butir kelapa yang sudah diparut
– 1 sendok makan gula pasir
– 125 cc air yang sudah mendidih
– Gula halus, Vaneli, Garam secukupnya, dan Sumba warna secukupnya

Berikut ini langkah-langkah atau cara untuk membuat Cenil.

– Gula dan Vaneli dicampurkan bersama dengan tepung kanji lalu dipisahkan menjadi dua bagian
– Sebagian dari campuran tersebut diaduk dengan air mendidih sampai rata
– Setelah itu masukkan sisa tepug sambil terus diuleni hingga rata
– Adonan dipisahkan menjadi tiga bagian, sebagian diberi warna merah, sebagian warna hijau dan sebagian lagi dibiarkan dengan warna putih
– Didihkan air, lalu adonan yang sudah dibentuk bulat panjang tadi direbus
– Jika Cenil tersebut telah mengapung, berarti Cenil tersebut telah masak, angkat dan tiriskan
– Langsung siramlah dengan air dingin agar tidak menjadi Lengket
– Sebelum dihidangkan, taburi dulu dengan kelapa yang telah diparut
– Cenil sudah siap untuk disajikan

Harris Hotel and Conventions Malang, Strategis di Sisi Utara Kota

Harris Hotel and Conventions Malang (C) MALANG GUIDANCE
Harris Hotel and Conventions Malang (C) MALANG GUIDANCE

Harris Hotel and Conventions Malang merupakan hotel bintang empat yang ada di Kota Malang. Letaknya cukup strategis, yakni berada di utara kota yang merupakan gerbang utama menuju ke Kota Malang.

Hotel yang diresmikan awal bulan April 2013 ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para calon tamu. Salah satunya tentu nuansa nyaman dan dikelilingi kesejukan alam sekitar. Harris Hotel and Conventions Malang menjadi favorit para pelancong yang hendak berwisata atau melakukan perjalanan bisnis ke Kota Malang yang menginginkan penginapan yang eksclusif.

Karena letaknya yang berada di kawasan Kota Malang sisi utara, Harris Hotel and Conventions Malang sangat dekat dengan Terminal Arjosari, di mana berkumpulnya transportasi umum dari dan ke luar kota melalui gerbang utara. Hotel ini juga dekat dengan Bandara Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Selain itu, lokasinya juga tak jauh dari kawasan hunian eksklusif Riverside, kawasan bisnis Kota Araya, Plaza Araya, Hawai Waterpark, dan lain-lain.

Harris Hotel and Conventions Malang memiliki banyak fasilitas dan pelayanan yang menarik bagi kenyaman para tamu. Terdapat total sebanyak 229 kamar tidur, yang semuanya telah dirancang dengan konsep istimewa dengan berbagai fasilitas pelengkap di dalamnya, seperti AC, TV LCD/Layar Plasma, kotak brankas, Wi-Fi, ruang duduk, mini bar, kamar mandi beserta peralatannya. Selain itu, terdapat fasilitas olahraga dan rekreasi untuk para tamu, mulai dari kolam renang dan kolam anak, gym/peralatan kebugaran, spa, sauna, pijat, taman dan klub anak “Dino Kids Club”.

Di Harris Hotel and Conventions Malang juga terdapat restoran dan kafe yang menawarkan aneka hidangan yang sesuai dengan selera para tamu di saat sarapan, makan siang dan makan malam. Harris Cafe dapat menampung hingga 120 tamu sekaligus. Buka di jam sarapan pagi tiap pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Kafe ini menawarkan hidangan khas Asia dan Internasional di ruang makan dengan konsep outdoor yang menyegarkan mata.

Ada pula Juice Bar yang menawarkan aneka jenis jus yang dapat mengawali hari Anda dengan kesegaran buah-buahan dan sayuran yang menyehatkan. Selain itu, terdapat juga Harrissimo Pizzeria yang memiliki 50 kursi. Tempat ini menawarkan pizza tradisional Italia otentik yang dipanggang dalam oven batu-kayu dengan banyak variasi topping. Tempat ini buka setiap hari pada pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Hotel ini juga memiliki Ahyat Abalone Forum Restaurant yang berkapasitas hingga 70 kursi dengan meja bundar. Restoran Hong Kong otentik ini sengaja disajikan untuk makan siang dan makan malam para tamu. Bisa juga Anda menyewanya untuk acara tertentu seperti pesta ulang tahun dan semacamnya. Banyak jenis masakan Hong Kong berkualitas tinggi yang ditawarkan, seperti seafood, dimsum, dan hidangan daging.

Harris Hotel and Conventions Malang juga punya ruangan untuk rapat atau pertemuan. Dengan disain interior modern, dan ditunjang dengan teknologi tinggi, tempat pertemuan ini dapat menampung 50 orang untuk rapat-rapat kecil. Ada fasilitas seperti proyektor LCD, energizer sebagai pemecah es, papan putih dapat digerakkan dan flip chart, akses internet kabel dan nirkabel, TV LCD dan pemutar DVD, sistem suara standar, botol air mineral, memo pad, pensil, permen, dan makanan sehat.

Tersedia pula ballroom di hotel ini yang diklaim sebagai yang terbesar di Kota Malang, karen dapat menampung sekitar 1500 orang dengan meja bundar atau setara dengan sekitar 2.250 orang berdiri (untuk pesta). Ballroom yang dibangun tanpa pilar ini juga sangat mendukung kepedulian terhadap lingkungan dengan konsep go-green yang tidak menggunakan plastik. Dilengkapi dengan sound system dan LCD dengan teknologi terbaru, pencahayaan yang indah, dan fasilitas akses internet Wi-Fi, maka makin lengkap sudah acara yang digelar di sini.

Harris Hotel and Conventions Malang terletak di Jalan Ahmad Yani Utara, Riverside Blok C No. 1, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Untuk reservasi, Anda bisa menghubungi nomor telepon (0341) 2992299.

ASN, Guru dan Pelajar di Kota Malang dan Kota Batu Pakai Kaos Arema

ASN, Guru dan Pelajar di Kota Malang dan Kota Batu Pakai Kaos Arema (C) RATNA
ASN, Guru dan Pelajar di Kota Malang dan Kota Batu Pakai Kaos Arema (C) RATNA

Pemerintah Kota (Pemkon) Malang menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), para guru dan siswa sekolah untuk mengenakan kaos Arema di jam kerja, Jumat (12/4/2019). Kebijakan yang sama juga diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang di hari yang sama.

Mereka pun ingin turut memeriahkan laga leg kedua Babak Final Piala Presiden 2019 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang. Hal itu juga mereka lakukan sebagai bentuk upaya memberikan dukungan moril kepada Arema, tim kebanggaan Malang Raya di partai puncak.

“Kami anjurkan ASN pakai jersey Arema pada Jumat sebagai bentuk dukungan,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (11/4), seperti yang dikutip Jawa Post.

Kebijakan tersebut rupanya juga diterapkan oleh Pemkot Batu. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko turut mengimbau kepada pelajar untuk mengenakan atribut Arema di hari final Piala Presiden 2019.

“Kebetulan Jumat adalah hari olahraga. Jadi siswa boleh boleh memakai kaos,” ujar Dewanti, dilansir laman yang sama.

Seperti diketahui, peluang Arema untuk meraih trofi juara turnamen tahunan ini sangat terbuka lebar. Sebab, di leg pertama yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, tim berjuluk Singo Edan itu mampu memaksakan hasil imbang 2-2. Artinya, tim kebanggaan Aremania dan Aremanita ini cuma butuh hasil imbang 0-0, 1-1 atau kemenangan dengan skor berapa pun itu agar menjadi kampiun Piala Presiden 2019.

Kebijakan seperti ini bukan hal baru di lingkungan pemerintahan Malang Raya. Ketika Arema merayakan Hari Ulang Tahunnya, setiap 11 Agustus, kebijakan mengenakan atribut Arema bagi para ASN, guru, dan siswa juga diberlakukan oleh Pemkot Malang, Pemkot Batu dan Pemkab Malang.

Penghuni Tak Kasat Mata di RST Dokter Soepraoen Malang

Penghuni Tak Kasat Mata di RST Dokter Soepraoen Malang (C) micky10
Penghuni Tak Kasat Mata di RST Dokter Soepraoen Malang (C) micky10

Dilihat dari tampilan luarnya saja, RST Dokter Soepraoen Malang sudah tampak sebagai bangunan kuno. Rumah Sakit Tentara ini memang merupakan bangunan lawas peninggalan era penjajahan Belanda. Tak heran, konon tempat ini menyimpan kisah misteri tentang penghuni tak kasat mata yang bersemayam di sana.

Akun micky10 menceritakannya dalam laman Kaskus pada 10 November 2017 lalu mengenai kisah pengalamannya yang menyaksikan sosok tak kasat mata itu di RST Dokter Soepraoen Malang. Peristiwa tersebut terjadi Pada 1 November 2017, ketika ia bersama istri dan anaknya membesuk saudara. Ada penampakan Meneer Belanda yang ditangkapnya melalui hasil jepretan kamera ponsel pintarnya.

Sang istri mengajaknya menjenguk Pamannya yang masuk ICU RST Dokter Soepraoen Malang. Karena khawatir tidak ada lahan parkir untuk mobilnya, maka iseng si pemilik akun micky10 mencoba browsing di internet. Namun, ia justru tertarik dengan sejarah adanya rumah sakit tersebut. Mendapati fakta bahwa RST itu merupakan bangunan tua peninggalan Belanda, ia semakin dalam mencari informasi. Rasa penasarannya kian membuncah, karena dianggapnya, setiap bangunan tua pasti ada cerita misteri di baliknya. Ternyata, ia pun harus kecewa, karena tak ada satu pun artikel yang mengungkapkan apa yang dicarinya tersebut. RST itu hanyalah rumah sakit biasa yang tak memiliki rekam jejak misteri apa pun.

Akhirnya, 1 November 2017, pemilik akun micky10 berkunjung ke RST Dokter Soepraoen Malang bersama istri, adik ipar, dan anaknya yang masih berusia tiga tahun. Suasana rumah sakit itu pada malam hari tampak lengang, termasuk tempat parkir yang sempat dikhawatirkannya kurang representatif. Mungkin karena poli umum sudah tutup jam segitu.

Mereka pun menuju ICU setelah bertanya pada tukang parkir rumah sakit. Keempatnya melewati sebuah pintu di samping gedung, pertigaan kecil, belok kiri, belok kanan, lurus dan belok kanan lagi sebelum koridor, sesuai dengan petunjuk si tukang parkir. Yang menarik bagi pemilik akun micky10 bukanlah struktur bangunan lawas yang tersaji di beberapa ruangan, namun keresahan anaknya yang berkali-kali minta digendong. Si anak memang selalu seperti itu jika memasuki tempat-tempat yang asing atau kurang nyaman buatnya. Namun, insting si anak justru digunakannya untuk mendeteksi kehadiran makhluk-makhluk halus di sekitar.

Tak beberapa lama mereka sampai di ruang ICU. Tepatnya di pojok kiri perempatan arah menuju kamar jenasah. Ruang ICU itu pun cukup unik baginya, karena berupa bangsal panjang, yang dilengkapi beberapa jendela berjajar. Struktur temboknya juga tebal, dengan jendela model lawas dan ornamen besi di pintu masuknya. Ruang ICU tersebut berada di antara beberapa bangunan lain, termasuk Poli Umum, koperasi dan lorong menuju kantin yang semuanya berada di bangunan yang lebih baru dibandingkan ruang ICU. Namun, ia lebih tertarik dengan sebuah koridor panjang menuju kamar jenasah yang tak seberapa jelas, karena kondisinya minim cahaya.

Saat sang istri n adik iparnya menjenguk ke dalam ruang ICU, si pemilik akun micky10 justru ingin melihat-lihat kondisi sekitar yang sebenarnya benar-benar lengang, bahkan cenderung sepi. Ia mencoba menelusuri lorong di depan Poli Umum di mana terdapat beberapa kursi berjajar. Rasa penasaran membawanya bersama si kecil menuju ke depan ruang koperasi, dan lurus ke lorong arah kantin yang ternyata sudah tutup. Lorong itu gelap tanpa lampu.

“Pa, itu, ada hantunya,” ujar si kecil tiba-tiba seraya minta digendong.

Ia memang tak bisa melihat seperti anaknya, tapi dapat merasakan kehadiran sosok asing itu. Dengan segenap keberanian yang coba dikumpulkannya, ia mengambil ponsel pintar dan mengambil beberapa foto lorong gelap tersebut. Setelah si anak digendongnya, ia pun kembali ke ruang ICU.

Singkat cerita, foto hasil jepretannya diposting di grup Whatsapp Kantornya. Seorang teman di grup itu melihat sosok berambut gimbal nan panjang dengan mata putih. Beberapa foto hasil filter yang dikirimkan balik di grup itu membuatnya terkejut. Makhluk itu jongkok dan mengawasinya ketika mengambil foto. Setelah mengamati secara lebih detail, dengan melakukan perbandingan dan beberapa kali zoom, barulah ia merasa merinding melihat sosok menyeramkan dengan matanya yang menyala putih.

Setelah berpamitan, ia bersama sang istri, adik iparnya, dan sang anak meninggalkan ruang ICU. Tanpa memberi tahu fakta apa yang sempat didapatkannya, ia mengajak mereka segera keluar dari RST Dokter Soepraoen. Mereka melewati koridor sepanjang bangsal hingga perempatan jalan kecil menuju ruang jenasah. Sedikit memutar, ternyata jalan itu langsung menembus lurus ke arah lorong kantin. Jadi, lorong kantin tersebut memang tersambung lurus tanpa harus melewati ruang ICU. Tampak jelas lorong panjang yang gelap yang tak terlihat pintu-pintu di kanan dan kirinya, karena hanya ada jalan kecil semacam by pass dari apotek menuju ke kantin. Di situ ia kembali mengambil dua buah foto dengan kamera ponsel pintarnya.

Foto hasil jepretannya itu kemudian diunggahnya lagi di grup Whatsapp Kantornya. Setelah dilihat dengan jelas, semua terlihat bentuk dan beberapa penampakan yang dimaksud. Terdapat penampakan Meneer Belanda di foto tersebut. Meneer siapakah itu sebenarnya?

Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5a057e92a2c06e176e8b4567/welcome-to-the-campfire-story-of-malang/

IKIP Budi Utomo Malang dan Sejarahnya

IKIP Budi Utomo Malang (C) MALANGTIMES
IKIP Budi Utomo Malang (C) MALANGTIMES

IKIP Budi Utomo merupakan salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Kota Malang. Tak banyak yang mengetahui bahwa sejarah berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu dimulai pada tahun 1980-an.

Dilansir dari laman resminya, IKIP Budi Utomo Malang didirikan pada tahun 1984. Kehadiran perguruan tinggi ini bersamaan dengan semakin meningkatnya kebutuhan terhadap guru yang profesional di Kota Malang. Kehadirannya bukanlah pesaing perguruan tinggi negeri yang berbasis keguruan lainnya yang lebih dulu ada di kota ini, Universitas Negeri Malang (UM). Justru, perguruan tinggi swasta tersebut menjadi pendamping sekaligus pelengkap.

Saat ini, IKIP Budi Utomo Malang menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berbasis kependidikan dan keguruan di Malang Raya. Sejak diberlakukankan akreditasi untuk perguruan tinggi, IKIP ini mencatatkan prestasi sebagai PTS kependidikan pertama di Jawa Timur yang mendapatkan status terakreditasi pada tahun 1998.

Status terakreditasi kembali diraih IKIP Budi Utomo Malang empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2002. Status terakreditasi tersebut mereka dapatkan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Bahkan, saat ini rata-rata program studi yang diselenggarakan perguruan tinggi ini sudah mendapatkan status terakreditasi dengan nilai B.

Pada tahun 2009 Kopertis Wilayah VII memberikan penghargaan kepada IKIP BUdi Utomo Malang sebagai Perguruan Tinggi Berprestasi di Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta berprestasi di bidang Tata Kelola. Selain itu, mahasiswa-mahasiswa penghuni kampus ini juga meraih berbagai penghargaan di beberapa cabang olah raga, seperti sepak bola, bola volly, panjat tebing, dan lain-lain, baik di tingkat nasional maupun di tingkat regional.

Kini, IKIP Budi Utomo Malang memiliki tujuh program studi dengan jenjang pendidikan sarjana strata satu (S-1). Mulai dari Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Sejarah dan Sosiologi.

IKIP Budi Utomo Malang terletak di Jalan Simpang Arjuno No. 14B, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasinya tak jauh dari Stadion Gajayana Malang.

 

STAY CONNECTED

977FansSuka
196PengikutMengikuti
57PengikutMengikuti

POPULER