Beranda blog Halaman 2

Menikmati Indahnya Hutan Pinus di Precet Forest Park Wagir

Precet Forest Park (C) GOTRAVELLY
Precet Forest Park (C) GOTRAVELLY

Tak kalah dengan beberapa daerah lainnya di Malang Raya, Kecamatan Wagir juga punya destinasi wisata berupa hutan pinus. Wisata itu bernama Precet Forest Park yang terletak di lereng Gunung Kawi.

Karena lokasinya yang berada di kaki Gunung Kawi, Precet Forest Park menyajikan udara yang sejuk. Selain itu, hamparan pemandangan hutan pinus yang menawan menjadi daya tarik tersendiri. Deretan pohon pinus yang berbaris rapi itu membuat teduh suasana, karena menghadang sinar matahari dari arah atas. Hutan pinus ini juga bisa dijadikan latar belakang berfoto yang instagramable. Sebab, di antara pepohonan itu terdapat ornamen payung berwarna-warni.

Selain hamparan hutan pinus, di Precet Forest Park juga tersedia beraneka wahana yang bisa dicoba satu-persatu bersama keluarga. Wahana-wahana yang ada antara lain wahana berkuda, sewa ATV dan flying fox. Biaya penyewaan wahana-wahana itu berkisar antara 10 ribu hingga 20 ribu rupiah saja.

Pengunjung tak dikenakan biaya tiket masuk untuk menikmati keindahan hutan pinus di Precet Forest Park. Anda cukup membayar ongkos parkir saja, 3000 rupiah untuk kendaraan roda dua, dan 5000 rupiah untuk kendaraan roda empat.

Wisata Precet Forest Park ini buka setiap hari. Anda sudah diperkenankan masuk mulai pukul 07.00 WIB. Wisata ini akan buka seharian, hingga ditutup pada pukul 18.00 WIB.

Lokasi Precet Forest Park berada di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menggunakan kendaraan bermotor tak lebih dari 45 menit saja. Arahkan kendaraan melalui Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang ke Kecamatan Wagir, hingga Anda sampai ke Desa Sumbersuko.

Wisata yang dikelola warga Kecamatan Wagir ini masih dalam tahap pengembangan juga. Ke depannya, akan ada penambahan beberapa wahana maupun fasilitas penunjang. Wisata ini bisa dibilang merupakan wisata penunjang Wisata Religi Gunung Kawi yang terletak di Kecamatan Wonosari, tak jauh dari Precet Forest Park. Sebab, wisatawan yang ingin ke Gunung Kawi bisa melewati jalur Kecamatan Wagir.

Jalan Gatot Subroto, Tetangga Pecinan di Malang

Jalan Gatot Subroto, Tetangga Pecinan di Malang (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Gatot Subroto, Tetangga Pecinan di Malang (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu jalan protokol yang ada di Kota Malang. Jalan ini merupakan tetangga dari kawasan Pecinan yang ada di sisi selatannya.

Nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan bernama Jenderal TNI (Purn.) Gatot Subroto. Ia lahir di Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah, 10 Oktober 1907, dan meninggal di Jakarta, 11 Juni 1962 pada usia 54 tahun. Makamnya terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Jalan yang tak terlalu panjang ini membentang dari utara ke selatan. Jalan ini berada di kawasan Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Jalan yang cukup lebar itu terdiri dari dua ruas atau empat lajur, dengan arus lalu lintas dua arah.

Ujung utara Jalan Gatot Subroto berawal dari pertigaan jalan di bawah jembatan rel kereta api Buk Gluduk, yang dikenal dengan Pertigaan Embong Brantas. Anda bisa masuk dari arah utara (Jalan Panglima Sudirman) dan arah barat (Jalan Embong Brantas), atau sebaliknya.

Dari Pertigaan Embong Brantas (Buk Gluduk), ke selatan melewati Jembatan Brantas. Di sebelah kiri (timur) jembatan ini ada wisata Kampung Warna-warni, Kampung Tridi, dan Jembatan Kaca, sedangkan di sebelah kanan (barat) jembatan ada Kampung Biru Arema.

Terus ke selatan, Anda akan menjumpai sebuah perempatan kecil. Jika belok ke timur, Anda akan masuk ke Jalan Juanda. Jika ke barat, Anda masuk ke Jalan Aries Munandar, tapi dilarang lantaran jalan searah.

Kalau ke selatan lagi, Anda akan bertemu dengan perempatan kecil lagi. Jika ke timur, Anda akan masuk ke Jalan Ki Mangun Sarkoro. Jika ke barat, Anda akan masuk ke Jalan KH Ahmad Dahlan, tapi dilarang lantaran jalan searah.

Ke selatan lagi, Anda akan menemui perempatan besar, yang biasa disebut Perempatan Klenteng (Pecinan). Perempatan tersebut menjadi ujung selatan dari Jalan Gatot Subroto. Jika ke timur, Anda akan masuk ke Jalan Zaenal Zakse. Jika ke barat, Anda akan masuk ke Jalan Pasar Besar, namun dilarang lantaran jalan searah.

Kisah Joko Nyambik Melamar Putri Raja

Kisah Joko Nyambik Melamar Putri Raja (C) NGALAM.ID
Kisah Joko Nyambik Melamar Putri Raja (C) NGALAM.ID

Ada sebuah dongeng populer di Malang pada zaman dahulu kala. Dongeng itu bercerita tentang sosok lelaki bernama Joko Nyambik yang hidup di sebuah dusun terpencil bersama ibunya. Bapak Joko Nyambik sudah lama meninggal, sehingga sang ibu seorang diri merawatnya dari sejak lahir hingga dewasa.

Uniknya, Joko Nyambik ini memiliki bentuk tubuh yang berbeda dari manusia pada umumnya. Sekujur tubuhnya berbentuk nyambik (biawak, dalam Bahasa Indonesia). Karena bentuk tubuhnya itu, ia sering diejek dan dijauhi oleh teman-teman sebayanya. Karena tidak ada yang mau bermain dengannya, membuatnya lebih sering bermain sendiri. Teman-teman bermainnya justru lebih banyak para binatang yang tinggal di dalam hutan. Mereka kerap diajaknya bermain setiap hari.

Meskipun demikian, Joko Nyambik tetap tampil penuh percaya diri. Ia tak pernah bersedih, apalagi memikirkan hal itu. Setiap hari, ia tetap rajin bekerja membantu ibunya mencari kayu di hutan untuk dijual lagi.

Sejak anak-anak, hingga tumbuh berkembang menjadi seorang remaja, tak ada hal-hal yang membuat Joko Nyambik bersedih. Justru, si ibu yang sering bersedih, karena mendengar olok-olok dari anak-anak seumuran anaknya. Meski kondisi Joko Nyambik tidak normal seperti anak-anak lainnya, sang ibu mencintainya sepenuh hati. Tak ada rasa penyesalan di hatinya sudah memiliki anak seperti Joko Nyambik. Apa pun yang diminta anaknya, sang ibu akan selalu berusaha mengabulkan.

Pada suatu hari, Joko Nyambik yang sudah beranjak dewasa ternyata ngebet menikah, Ia meminta ibunya mencarikan istri untuknya. Mendengar permintaan anak lelakinya itu, sang ibu senang sekaligus bersedih. Ia senang karena anaknya ternyata normal layaknya anak lelaki lainnya, sedih karena ibunya menyadari tidak akan ada wanita yang mau menjadi istri Joko Nyambik yang buruk rupa. Belum selesai ibunya memikirkan permintaan anaknya tersebut, ia lebih terkejut lagi saat Joko Nyambik meminta untuk melamar putri raja untuk dijadikan istrinya.

“Ingat anakku, kita ini orang miskin. Lagi pula, apakah kau tidak menyadari bentuk tubuhmu?” tanya ibunya.

“Jangan khawatir, Ibu. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja. Sekali lagi, saya minta tolong, agar Ibu melamar putri raja untuk dijadikan istriku,” ujar sang anak menghibur ibunya.

Karena tekad Joko Nyambik yang sudah bulat itu, sang ibu pun memutuskan untuk menyanggupi permintaan tersebut. Ia pun bersiap melamar putri raja untuk anak lelakinya.

Sumber: http://ngalam.id/read/3870/joko-nyambik/

Risa Santoso, Arek Suroboyo yang Jadi Rektor Termuda di Kampus Malang

Risa Santoso, Arek Suroboyo yang Jadi Rektor Termuda di Kampus Malang
Risa Santoso, Arek Suroboyo yang Jadi Rektor Termuda di Kampus Malang

Nama Risa Santoso belakangan menjadi viral di media sosial. Arek Suroboyo itu viral bukan cuma karena parasnya yang cantik, tapi juga prestasinya yang segudang. Predikat sebagai rektor termuda di Indonesia pun didapatnya usai menjadi rektor di salah satu kampus di Malang.

Risa yang lahir di Surabaya, 27 Oktober 1992 dilantik menjadi rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang, Sabtu (2/11/2019). Risa menjadi pucuk pimpinan di kampus yang terletak di kawasan Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu di usia yang baru saja genap 27 tahun.

Sebelum menjadi rektor, Risa Santoso sudah bekerja di kampus ITB Asia selama dua tahun sejak tahun 2018. Posisi sebagai Direktur Pengembangan Bisnis ITB Asia pernah dijabatnya sebelum menjadi pimpinan kampus tersebut. Pada saat itu, Risa menginisiasi program Asia Entrepreneurship Training Program (AETP), yang merupakan program akselerasi kerjasama antara Indonesia dengan Swiss. Selain itu, Risa juga menjadi inisiator program Asia Hackaton dan magang di luar negeri bagi mahasiswa ITB Asia.

Risa Santoso ditunjuk menjadi rektor dengan alasan cocok dengan visi dan misi kampus, yang ingin mengembangkan pendidikan ekonomi berbasis digital. Ia pun bertekad mendekatkan mahasiswanya dengan dunia kerja, memiliki pengalaman, bukan cuma di kelas, tapi di luar kelas.

Tak cuma mengandalkan paras cantiknya saja, Risa Santoso pun punya latar belakang pendidikan yang cukup mentereng sebelum menjadi rektor. Risa mengambil ijazah S-1 Ekonomi di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Setelah itu, ia juga melanjutkan ke jenjang S-2 di Amerika Serikat, tepatnya di kampus ternama Harvard University. Kali ini, Risa mengambil program Pendidikan melalui jalur beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Setelah lulus dari Harvard, Risa Santoso kembali ke tanah air dan bekerja di Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Risa bekerja pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai Tenaga Ahli Muda pada kurun waktu tahun 2015 hingga 2017.

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 2 Malang

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 2 Malang (C) SEKOLAH KITA
Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 2 Malang (C) SEKOLAH KITA

SMP Negeri 1 Malang terletak di Jalan Prof. Moch. Yamin No. 60, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sekolah ini sudah berdiri sejak 1 Juni 1950.

Keberadaaannya diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 3957 B, tanggal 3 Juni 1950. SMP Negeri 2 Malang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 20533778.

Sekolah Menengah Pertama ini merupakan salah satu SMP favorit yang terletak di pusat perekonomian Kota Malang, yakni di selatan Pasar Besar Kota Malang. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan di sekolah ini bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.

SMP Negeri 2 Malang menyediakan banyak fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa. Selain kelas, ada pula ruang perpustakaan, laboratorium biologi, laboratorium fisika, dan laboratorium komputer.

Sebagai sekolah negeri milik Pemerintah Daerah, SMP Negeri 2 Malang juga mempunyai visi dan misi. Visinya unggul dalam imtaq dan iptek, berkarakter, serta peduli dan berbudaya lingkungan. Sementara itu, misinya meningkatkan keterlaksanaan iman dan taqwa, meningkatkan keterlaksanaan pembelajaran bermutu, meningkatkan keterlaksanaan pendidikan karakter dan budaya, meningkatkan keterlaksanaan pendidikan lingkungan hidup (PLH).

SMPN 2 Malang memiliki motto nggul dalam mutu dan berpijak pada budaya bangsa

Eka Satya Wira Nugraha atau yang biasa disingkat Eksawigraha. Eka maknanya yang paling utama, atau bagian yang sangat diprioritaskan. Satya maknanya janji atau kemantapan jiwa dalam mencapai suatu maksud atau tujuan dalam hidup di dunia. Wira maknanya berani mengambil keputusan demi terwujudnya suatu janji atau keinginan dalam menghadapi suatu kehidupan. Nugraha maknanya ilmu yang didapatkan nantinya dapat bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia.

Bermacam ekstra kurikuler (eskul) ditawarkan di SMP Negeri 2 Malang. Siswa bisa memilih antara ekskul dance, karawitan, ensamble musik, voli, basket, pencak silat, karate, KIR (Karya Ilmiah Remaja), Paskibra, dan dewan galang (pramuka).

Selain itu, di SMPN 2 Malang juga ada kelas bilingual atau kelas dua bahasa. Jika masuk ke kelas tersebut, siswa harus bisa menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahaya Inggris. Tersedia kelas ILP, Conversation, dan lain-lain. Kelas bilingual ini ada untuk kelas VII hingga kelas XI I dan J.

Naik Bus dari Lumajang ke Malang, Ini Informasinya

Naik Bus dari Lumajang ke Malang, Ini Informasinya (C) HUMAR BIS
Naik Bus dari Lumajang ke Malang, Ini Informasinya (C) HUMAR BIS

Naik bus dari Lumajang ke Malang ada dua cara. Anda bisa menempuh jalur utara dengan banyak pilihan PO bus, maupun jalur selatan yang lebih pendek waktu perjalanannya.

Kabupaten Lumajang memiliki terminal bernama Terminal Minak Koncar. Namun, awak bus kerap menyebutnya Terminal Wonorejo, sesuai dengan daerahnya. Karenanya, awak bus pun kerap meneriakkan nama Terminal Wonorejo untuk meminta penumpang yang ingin turun dari bus di terminal tersebut bersiap.

Jalur utara Malang-Lumajang yang cocok untuk mereka yang sering mengalami mabuk darat karena jalurnya tidak berkelok-kelok ini dimulai dari Terminal Arjosari. Dari terminal, bus melewati Pasuruan, pertigaan Purwosari lurus melalui Kejayan-Warungdowo, lalu masuk Probolinggo, kemudian ke Lumajang. Di Probolinggo, jalur bus bercabang dua, ada yang dilewati bus jurusan Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, ada juga yang dilewati bus jurusan Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi.

Ada dua bus yang melalui jalur utara dari Lumajang ke Malang. Anda bisa naik bus biasa (ekonomi) atau bus patas (cepat). Bus biasa dilayani oleh PO Ladju, Akas, Harapan Baru, Tentrem, Maju Berlian, Sabar Indah, dan lain-lain. Bus patas dari Lumajang ke Malang dilayani PO Ladju, Akas, dan lain-lain.

Bus biasa biasanya dilengkapi tempat duduk 3-2 dan tanpa AC. Bus biasa ini paling pagi berangkat dari Terminal Arjosari pukul 03.30 WIB, dan paling malam pukul 22.00 WIB. Sementara dari Terminal Wonorejo paling pagi pukul 07.00 WIB. Di Terminal Arjosari, bus ini biasanya masuk ke deretan bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Sementara di Terminal Wonorejo cari saja jurusan Banyuwangi-Malang lewat Jember. Tarif bus biasa jurusan Malang-Lumajang paling mahal 30 ribur rupiah.

Bus patas yang tempat duduknya 2-2 biasanya ber-Ac. Di Terminal Arjosari, biasanya jalur bus ini jadi satu di deretan bus patas ke Surabaya. Busnya bertuliskan Jember atau Banyuwangi. Dari Malang, bus ini berangkat paling pagi pukul 07.30 WIB, dan paling malam pukul 19.00 WIB. Tarif bus patas ini biasanya 60 ribu rupiah, sama dengan tarif ke Jember. Bus ini punya keunggulan ada bagasinya untuk Anda yang membawa banyak barang, sementara di bus biasa tidak ada. Lama perjalanannya pun lebih cepat daripada naik bus biasa.

Naik bus dari Lumajang ke Malang juga bisa ditempuh lewat jalur selatan. Dari Malang, jalur ini bisa ditempuh melalui Terminal Hamid Rusdi di bagian selatan Kota Malang. Jalur selatan ini dilayani oleh bus biasa saja. Ada PO Putra Mulia yang menjadi ‘raja jalanan’ Malang-Lumajang. Rutenya, dari Kota Malang, lewat Kabupaten Malang (selatan), melalui Dampit, Ampelgading, lalu masuk Lumajang dari daerah Tempeh, menyusuri sisi selatan Gunung Semeru sebelum sampai di terminal tujuan.

Soto Ayam Pak Djari, Warung Soto Legendaris di Kota Batu

Soto Ayam Pak Djari, Warung Soto Legendaris di Kota Batu (C) RADARMALANG
Soto Ayam Pak Djari, Warung Soto Legendaris di Kota Batu (C) RADARMALANG

Soto Ayam Pak Djari merupakan salah satu warung soto legendaris di kawasan Kota Batu. Warung soto ini sudah ada sejak tahun 1970, didirikan sendiri oleh mendiang Pak Djari.

Warung soto ayam ini terletak persis di sebelah SPBU Jalan Diponegoro, Desa Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Sebelum memiliki warung tetap, Pak Djari berjualan soto keliling menggunakan gerobak. Biasanya, gerobak soto dagangannya didorong mulai dari kawasan Ngaglik, hingga sekitar GOR Ganesha Batu. Belasan tahun berjualan keliling, akhirnya almarhum memiliki lapak tetap di depan Warung Bethania di Jalan Diponegoro. Barulah pada tahun 2015, Warung Soto Ayam Pak Djari pindah ke sebelah SPBU Diponegoro.

Sejak Pak Djari sakit-sakitan hingga meninggal pada tahun 2012, warung soto ayamnya dijalankan oleh dua putri Pak Djari, Asnunik dan Astutik. Kedua wanita itu berusaha mempertahankan cita rasa soto yang sudah terkenal sejak masih dipegang bapak mereka. Untuk urusan dapur, dipegang oleh Asnunik yang memang sudah ikut berjualan soto dengan Pak Djari sejak usia Sekolah Dasar.

Warung soto ini menyediakan dua macam menu soto ayam. Ada soto ayam biasa, ada pula soto ayam istimewa, dengan tambahan rempela ati. Satu porsi soto ayam di warung ini berisi nasi, irisan daging ayam, soun, kubis, dan potongan telur rebus. Makin lengkap rasanya dengan tambahan perasan jeruk nipis, dan taburan bawang goreng. Kemudian, disiram dengan kuah kental dan kuatnya rasa rempah-rempah yang menjadi ciri khas Warung Soto Ayam Pak Djari.

Harga yang dipatok di Warung Soto Ayam Pak Djari ini cukup terjangkau. Untuk satu porsi soto ayam biasa Anda hanya perlu mengeluarkan selembar sepuluh ribuan rupiah dan selembar lima ribuan rupiah. Sementara itu, untuk soto ayam istimewa dijual dengan harga 20 ribu rupiah.

Warung Soto Ayam Pak Djari selalu ramai di jam-jam makan siang. Hingga sore hari pun pengunjung masih silih berganti duduk di deretan kursi yang disediakan untuk menyantap soto ayam legendaris tersebut. Untuk berjualan sehari, bahkan dua anak Pak Djari menghabiskan 28 ekor ayam kampung dan 20 kilogram beras.

Keindahan Taman Semak Sewu Sumberpucung

Keindahan Taman Semak Sewu Sumberpucung (C) KKN UM
Keindahan Taman Semak Sewu Sumberpucung (C) KKN UM

Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang punya taman yang terkenal dengan sebutan Taman Semak Sewu. Dulunya, tempat ini hanyalah sebuah hamparan semak belukar yang kini disulap sebagai taman bersantai untuk warga.

Taman Semak Sewu terhampar di atas tanah milik Dusun Krajan, Desa Ternyang. Di taman ini terdapat beberapa pohon besar sebagai tempat berteduh, beberapa tanaman bunga cantik, dan area rerumputan hijau. Taman ini dilengkap beberapa bangku yang bisa digunakan duduk bersantai oleh pengunjung.

Terdapat selokan yamg memisahkan taman ini dengan jalan desa. Selokan yang terletak di tepian taman itu menjadi jalan air ketika hujan turun. Sudah disediakan beberapa tong sampah di sudut-sudut taman untuk mencegah pengunjung membuang sampah sembarangan.

Fasilitas Taman Semak Sewu ini akan lebih lengkap andai ditambahkan beberapa alat bermain untuk anak-anak, seperti ayunan, perosotan dan lain-lain. Kamar mandi dan toilet pun belum tersedia di taman ini.

Kondisi taman yang cukup memperihatinkan sempat mengundang kepedulian para mahasiswa Universitas Negeri Malang yang kebetulan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ternyang pada Juni 2019. Para mahasiswa kemudia melakukan aksi penghijauan di Taman Semak Sewu selama tiga hari sejak 30 Juni 2019. Mereka membersihkan rumput dan bunga yang sudah layu, membersihkan sampah-sampah di selokan yang menyumbat, hingga penanaman kembali tanaman dan bunga agar terlihat lebih indah.

Jalan Laksamana RE Martadinata yang Padat dan Bergelombang

Jalan Laksamana RE Martadinata (C) JALANJALANDIKOTAMALANG
Jalan Laksamana RE Martadinata (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Jalan Laksamana RE Martadinata merupakan salah satu jalan utama dengan lalu lintas padat di Kota Malang. Sayangnya, meski sudah sering diaspal, jalan ini memiliki kontur bergelombang.

Nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan dari Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) bernama Laksamana TNI (Anumerta) Raden Eddy Martadinata yang lahir di Bandung, 29 Maret 1921. Ia meninggal dalam usia 45 tahun dalam peristiwa jatuhnya helikopter di Riung Gunung, Jawa Barat, 6 Oktober 1966. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Jalan Laksamana RE Martadinata membentang dari utara ke selatan. Jalan ini berada di wilayah Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sebagai salah satu jalan protokol di Kota Malang, jalan ini memiliki lebar yang lumayan dengan empat lajur, meski tidak terlalu panjang.

Ujung utara Jalan Laksamana RE Martadinata dimulai dari Perempatan Klenteng. Disebut demikian lantaran di pojokan perempatan itu terdapat Klenteng Eng An Kiong. Perempatan yang juga dikenal dengan sebutan kawasan Pecinan itu berpotongan dengan Jalan Pasar Besar di sebelah barat, Jalan Jalan Gatot Subroto di sebelah utara, dan Jalan Zaenal Zakse di sebelah timur. Anda bisa masuk ke Jalan Laksamana RE Martadinata dari ketiga jalan tersebut, atau pun sebaliknya.

Ke selatan, Anda akan menemui sebuah pertigaan jalan. Jika belok kanan (ke arah barat), Anda akan masuk ke Jalan Kyai Tamin, atau biasa disebut kawasan Pecinan Cilik. Anda bisa masuk ke Jalan Laksamana RE Martadinata melalui jalan tersebut, atau pun sebaliknya.

Terus ke selatan, Anda akan menemui jalan layang (flyover) Kota Lama. Khusus untuk kendaraan besar beroda empat atau lebih bisa melewati jalan layang tersebut. Selain itu, wajib melewati Jalan Laksamana RE Martadinata bagian bawah.

Ujung selatan Jalan Laksamana RE Martadinata berakhir di sebuah perempatan yang juga berpotongan dengan rel kereta api, yang tak jauh dari Stasiun Kota Lama. Perempatan yang biasa disebut Perempatan Kota Lama itu juga berada tepat di bawah flyover. Kalau lurus, Anda akan menuju ke Jalan Koloner Sugiono. Jika belok kanan (ke arah barat), Anda akan menuju ke Jalan Sartono SH, sedangkan jika belok kiri (ke arah timur), Anda akan masuk ke Jalan Kebalen Wetan. Anda bisa masuk ke Jalan Laksamana RE Martadinata melalui ketiga jalan tersebut, atau pun sebaliknya.

Meski didominasi oleh lapak usaha, di jalan ini juga terdapat bangunan-bangunan ikonik selain flyover. Selain Klenteng Eng An Kiong, terdapat gedung SMA Negeri 2 Malang, gedung BRI Martadinata, Persemayaman Jenazah Panca Budhi, dan lain-lain. Selain itu, di sebelah kanan-kiri jalan juga terdapat gang-gang kecil tempat pemukiman warga.

Dari arah utara ke selatan membentang deretan lapak usaha. Ada Hotel Emma Mustika Sari, Angsle dan Ronde Klenteng, Angkasa Elektronik dan Komputer, Toko Subur Jaya, Konveksi Malang, Toko Universal, Indonesia Motor, Dorm Hostel, Our Trip 1st Tour Operator, Depot 17, Warung Yu Tin, Pabrik Roti Kalmas, Depot Anda, Pak Tris Sport Apparel, Orens Rak dan Fashion Display, Rumah Makan Salam Manis, Aroma Wangi Chemical, Berlian Motor, UD Garuda, Istana Breaker, Nasi Goreng K-Conk, Full Ban Tire Shop, Toko Kayu Jaya, dan lain-lain.

Di sebelah selatan pertigaan Jalan Kyai Tamin juga terdapat banyak lapak usaha. Ada Toko Kalimas, Kopi Lonceng, Duta Sonic Malang, Laksamana Motor, Toko Santoso, Tahu Lontong Lonceng Panca Budhi, Trijaya Motor, UD Prima Motor, TB Pertama, Studioplus Florist, Martabak Akbar Malang, UD Taruna Jaya, Toko Cat 27, Wahid Collection, PT Surya Medistrindo AO Malang, Camilan Jihan, Mini Motor Malang, Kupang Keraton, Toko Okky, Warung Marta, Baksoku, Malang Tailor, Pelangi Grafika, Pangsit Mie Mek 3000 Jess, Gestun Malang GT Boss, Setia Tunggal Motor, Sentral Sakti Motor, Kopi Sumber Rejo, Sembilan Motor, Star Motor, Anugrah Jaya Motor, Sawahan Poultry Shop, Century Komputer, Malang Game, Servis AC Mitra Teknik, Toko Jamu Zen Sawak, Markase Helm, dan lain-lain.

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 1 Malang

Profil SMP di Kota Malang: SMP Negeri 1 Malang

SMP Negeri 1 Malang terletak di Jalan Lawu No.12, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1927.

Keberadaaannya diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 23 Juli 1951 bernomor 2106/B.II. SMP Negeri 1 Malang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional 20533781.

Sekolah Menengah Pertama ini merupakan salah satu SMP favorit di Kota Malang. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan di sekolah ini bisa ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.

SMP Negeri 1 Malang menyediakan banyak fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para siswa. Selain kelas, ada pula perpustakaan, laboratorium biologi, laboratorium fisika, laboratorium komputer.

Sebagai sekolah negeri milik Pemerintah Daerah, SMP Negeri 1 Malang juga mempunyai visi dan misi. Visinya unggul berlandaskan budi pekerti luhur. Sementara misinya melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien, menumbuhkan wawasan secara Internasional melalui komunikasi dan informasi, menumbuhkan wawasan pengetahuan dan mewujudkan prestasi siswa teladan, meningkatkan sifat keingintahuan siswa dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dilandasi dengan iman dan taqwa, dan melaksanakan kegiatan olahraga dan seni secara teratur.

SMPN 1 Malang memiliki motto Eka Satya Wira Nugraha atau yang biasa disingkat Eksawigraha. Eka maknanya yang paling utama, atau bagian yang sangat diprioritaskan. Satya maknanya janji atau kemantapan jiwa dalam mencapai suatu maksud atau tujuan dalam hidup di dunia. Wira maknanya berani mengambil keputusan demi terwujudnya suatu janji atau keinginan dalam menghadapi suatu kehidupan. Nugraha maknanya ilmu yang didapatkan nantinya dapat bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia.

STAY CONNECTED

972FansSuka
196PengikutMengikuti
57PengikutMengikuti

POPULER